
"kau pikir hanya perempuan saja yg peka" ucap wiliam
"memang kenyataannya seperti itu"
"walaupun begitu kau tidak tahu rasanya jadi lelaki yg harus menahan amarah kepada wanita yg ia sayang"
"kau lihat mukaku" ucap laila menunjuk mukanya wiliam menatapnya dingin
"apa aku peduli" ucap laila
"aku juga tidak peduli
kau tidak perlu tau hubunganku dengan Fatimah aku dan dia hanya sebatas adik dan kakak tiri" ucap wiliam menekan kata adik dan kakak tiri
"hhuuf!
mulut bisa saja berbohong tapi tidak dengan hati"
"soal apa kau tau tentang hatiku"
"kau ini tidak bisa menyembunyikan apapun dari wanita dia pasti akan mengetahuinya
ingat serapat rapatnya kau menyembunyikan bangkai baunya akan tetap tercium"
sementara Fatimah hanya melihat mereka sambil bersandar ke tembok
diapun tak bisa mendengar jelas apa yg mereka omongkan
"sepertinya kau mempunyai hubungan dengannya" tiba tiba saja ada suara
Fatimah langsung melihat ke orang yg berbicara itu dan ternyata itu brain
"heh soktoy" ucap Fatimah
"gua bukannya sok tau tapi emang beginikan"
Fatimahpun tak perduli dia langsung
"kebiasaan no anak langsung pergi gitu aja
heh kalo bukan temennya Aska udah gua bantai" guman brain
di saat itu mereka balejar dan terus belajar entah apa yg mereka pelajari ya begitulah
(maaf ye author lagi keabisan ide bingung😃🤔)
okeh skip di sore hari
Fatimah yg sedang berjalan jalan santai
di sana dia bertemu wiliam
"wiliam" panggil Fatimah dengan wajah dinginnya wiliam menoleh
"hem"
"eemm kamu bisa anterin aku ke daindong gk?" ucap Fatimah wiliam mengerutkan keningnya
"tidak bisa" diapun bersikap dingin dan langsung pergi
"aneh banget" ucap Fatimah diapun pergi sambil berfikir dia pulang sama siapa ya
sebelum wiliam pergi jauh Fatimah langsung berlari mengejar wiliam
wiliam berhenti
"eh tunggu tunggu tunggu
aku mau nanya perjalanan ke daindong lewat mana aja?" ucap Fatimah
"kau tanyakan saja pada Aska" ucap wiliam ingin pergi
"et dah kenapa sih!?
lagiankan aku mau pulang sendirian Aska juga gk tau"
"dia tau"
wiliam berhenti dan berbalik Fatimahpun menghampirinya
"kamu cemburu ya?" goda Fatimah
"siapa yg cemburu lagi pula aku sudah punya istri"
"prreet
istri apaan menikah terpaksa itu mah judulnya"
__ADS_1
"lalu bagaimana denganmu
ku kira kau wanita yg baik tidak mau dekat dengan lelaki tetapi heh kau murahan" ucap dingin wiliam
mendengar itu Fatimah agak skait hati dan emosi dia pun menghela nafas
"hhuuff..."
"ku kira kau itu pintar dan hebat ternyata tidak seperti yg ku bayangkan kau itu sangat egois" balas Fatimah dia tidak mau kalah dengan omongan wiliam
wiliam mengepalkan tangannya dia mulai kesal
"apa maksudmu?"
"ya memang seperti itukan kenyataannya"
"memang aku egois
memang aku memang egois makanya itu aku menikahinya sementara kau menjual dirimu sendiri wanita murahan"
"eh sadar ya wiliam!
nanti ketika kamu akan membalaskan dendam kamu! kamu akan mengetahui semuanya apa yg sudah di rahasiakan akan terbongkar saat itu juga"
"aku tidak peduli apa yg kalian rahasiakan menurutku kau jauh dari yg dulu kau murahan tidur bersama laki laki lain apa kalian sudah menikah? cih"
"eh emang kamu sudah tidak tahu apa kebenarannya bertindak semaunya lagian kenapa aku tidur bareng Aska kamu cemburu?"
"cemburu? cih buat apa aku cemburu
kau hanyalah teman bagiku dan kedudukanmy hanyalah adik tiri"
"lalu kenapa kau menghinaku?
lagian memang kenapa aku tidur bareng Aska enak kok tidur berdua"
mendengar itu wiliam sangat kesal
dia masih menahan emosinya
"lagian aku sama Aska saling cinta kok
gk ada salahnyakan"
"tapi kalian belum menikah!"
kau juga kalian nikah kontrak kan kau pikir aku gk tau nikah kontrak juga gk sah dalam agamaku"
"ya sudah aku tidak peduli itu agamamu bukan agamaku yg ku tau sekarang kau hanyalah wanita murahan"
"ya ya ya tarserah
tarserah mau kau bilang apa aku tidak peduli karna kau bukan tuhan yg mengetahui kebenarannya egois!" ucap Fatimah
wiliam kesal diapun langsung berbalik dan pergi begitu saja
"heh di kira kamu doang yg bisa ngehina
ih aku kesel sumpah au ah"
Fatimahpun juga ikut pergi dari sana
di malam harinya di sana Fatimah ketiduran
di kamar Aska masuk ke kamar dia melihat Fatimah yg tidur
tapi Fatimah langsung terbangun ketika manyadari ada Aska yg datang
"tidurlah aku hanya ingin mengambil ponselku" ucap Aska mengambil ponselnya Fatimah terdiam
"tenang saja aku tidak akan menganggumu
kemarin kau begadang bukan jadi sekarang tidur yg cukup agar kau tidak sakit" ucap Aska lalu diapun pergi
Fatimah mengucek ngucek matanya
membangunkan dirinya sendiri lalu diapun mengambil whudu dan sholat
selesai dari ibadahnya itu Fatimah menjadi fress karna air whudu
tapi dia memaksakan untuk tidur karna tidurnya harus cukup diapun tertidur dengan lelap
_________
di sisi lain
terdapat veroo dan juga memelia
__ADS_1
"kau sudah gede juga" ucap veroo
"biarin saja" ucap memelia
"bagaimana?"
"apanya"
"hubungamu dengan Leo?"
"heh buruk! ya bisa di bilang buruk"
"kenapa?"
"kak veroo yg ganteng
di sana tuh aku gabut banget hidup serasa di kuburan sepi dia nya cuek dingin ngeselin
aku gk di bolehin inilah inilah di ancem ancemlah ngeselin sumpah"
"lagian kenapa sih harus aku di jodohin
aku seperti merasa anak terbuang" ucap memelia drama sedikir
"drama"
"ya bukannya apa apa tapi memang hidupku ini sekarang sangatlah berat berat semenjak aku di jodohkan dengannya"
"aturan kan ayah nyarinya yg..
gimana gitu gk dingin kek nyenengin orangnya ceria romantis ini heh apaan kulkas berjalan"
"udah nih yg paling parah ya kak
aku tuh suruh ngecat tembok biar bisa pulang ke kerajaan ngecatnya pake apa"
"hemm
pake apa?"
veroo masih mendengarkan curhatan adiknya itu
"pake lipstik kak
lipstik loh kan ada kerjaan ya gimana mau kelar ngeselin kan ngeselin" ucap memelia marah marah tidak jelas
"heheheh" veroo yg melihat tingkah lucu adiknya itupun tertawa
"kok malah ketawa sih
aku ini lagi sengsara loh kak sengsara sumpah hadehh memang kulkas sama kulkas sama aja"
"tidak adikku
aku mendengarkan kok cuman sikapmu saat menceritakan jangan begitu juga" ucap veroo karna drama adiknya itu agak mirip dengan yg dia rasakan tapi sangat drama
"ya tapi kak kenapa tuh ya aku harus berjodoh dengannya apa gk ada yg lain gitu males aku tuh berjodoh sama orang dingin kulkas berjalan itu yg paling ngeselin ngeselin buanget" ucap memelia yg terus curhat
veroo dengan senang mendengarkan curhatan adiknya itu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung...