
"ngapain sih!?" ucap laila
wiliam pun melihat ke belakang dan membuka selimutnya diapun tak menjawab
dan berdiri
"kau harus mematuhi apa kata kata ku kalau tidak aku tidak segan segan me*per*osamu"
laila yg mendengar itu kesal wiliam pun tak memperdulikannya dia pergi berbaring di sofa meletakkan tangannya di kedua matanya
menutup matanya
laila pun tidur di ranjang
dan tak memperdulikan wiliam
keesokan harinya...
bbbyurr
tiba tiba wiliam menyiram air ke muka laila yg sedang tidur laila langsung terbangun
"ih siapa sih!" ucap laila dia bangun dan melihat wiliam yg hanya bersikap dingin
"eh lu tuh ya bangunin yg lembut kek apa kek ini mah malah di siram air" ucap laila kesal
"udah mendingan lu mandi dan siap siap
kita sekolah"
"apa! sekolah? emang ini jam berapa"
laila pun melihat ke arah jarum jam yg masih angka 04.25
"ini masih jam segini loh"
"udah perjalanan ke sekolah jauh lu cepetan mandi"
"gk ah dingin"
"mau mandi apa gua mandiin" ancam wiliam mendengar itu laila kesal
"ah iya iya eh tapi baju sekolahnya mana?"
"baju luh udah ada di lemari" ucap wiliam menunjuk lemari laila dengan malas pun membuka lemari mengambil bajunya dan pergi ke kamar mandi
_________
"dia rajin sekali sholat
sebenernya gua masih penasaran apaan maksudnya kakak apa mereka adik kakak"
"hehhuuff dia mmebuatku penasaran" ucap brain di jam segini dia melihat Fatimah yg sholat diapun memperhatikannya diam diam
sambil memikirkan kejadian tadi
Fatimah selesai sholat diapun melihat ada brain dia pun menghampiri brain
"mau ngapain?" ucap Fatimah dingin
"oh kau sudah beribada
emm gua mau nanya lu ada hubungan apa sama wiliam?"
"lu gk perlu tau
gk ada yg boleh tau hubungan gua sama wiliam"
"yaelah gua kan cuman mau tau kali bae si wiliam orang jahat"
"ya tar serah lah tapi gk mau kasih tau"
"emang kenapa lu gk mau kasih tau"
"ya hubungan gua sama kak wiliam itu rahasia gk boleh di kasih tau"
"lu mau kasih tau gua hubungan lu sama wiliam atau gua perko*a lu" ancam brain Fatimah memutar bola matanya malas
"kamu perko*a aku aku telpon Aska" ucap Fatimah menunjukkan ponselnya
"emang Aska bakal bela lu
__ADS_1
heh siapa lu di bela Aska"
"banyak gua bisa kasih tau hubungan gua ke Aska asal lu di hukum gua bisa kasih tau info tentang hubungan wiliam dan laila yg penting lu gk apa apain gua" ucap Fatimah
"cih!" mendengar itu brain hanya berdecih
"ada yg perlu di omongin lagi gk
kalo enggak ya gua masuk"
"gk ada" ucao brain lalu meninggalkan Fatimah
Fatimah pun hanya cuek dan kembali ke kamarnya
_______
"inget lu harus bersikap ramah dan romantis di depan ortu gua" ucap wiliam
"hemm" balas laila
merekapun sudah bersiap siap di jam lima pagi wiliam pun menggandeng tangan laila
*ih ini mah judulnya terpaksa menikah* batin laila
diapun hanya pasrah wiliam menarik laila ke parkiran motor di sana sudah ada adik dan kakak wiliam serta sandra dan Alex
wiliam pun berhenti laila yg melihat Alex dan juga sandra pun memberi hormat
"salam om
salam tante" ucapnya ramah
"udah gk usah panggil om panggil ayah aja sekarang kamu kan sudah menjadi bagian dari keluarga kami" ucap Alex
"iya gk usah panggil tante panggil ibundah aja
oh ya kamu tau kan tenatang kerajaan ini yg tidak boleh di beri tahu siapa siapa" ucap sandra
"tentu saja tau em ibundah
laila akan jaga kok rahasianya baik baik tante eh maksudnya ibundah sama ayah tennag aja" ucap laila
kalian ini satu sekolah ya?" ucap Alex
"iya" ucap wiliam
"kami pergi dulu ayah" ucap wiliam lagi diapun memberi hormat dan pergi
"ah iya iya ya sudah ayo sayang" ucap sandra menggandengn Alex merekapun pergi sementara veroo dan yg lain hanya diam memperhatikan mereka
Aska diam memandangi laila dan juga wiliam
*sepertinya kau sangat bahagia* batin Aska
puk
puk
ada yg menepok pundak Aska pelan
"sabar ya" ucap veroo yg tau hati temannya
"heh!"
Aska pun menaiki motornya dan memakai hlemnya lalu pergi diikuti oleh tiga sodaranya itu
_______
sesampainya mereka di sekolah
merekapun seperti biasa dan tidak memperdulikan orang lain yg memperhatikan mereka
di sekolah mereka pun hanya berjalan sendiri sendiri hari ini pelajaran olahraga
mereka di perbolehkan untuk
tidak mengikuti pelajaran olahraga merekapun juga malas dengan pelajarannya karna lari dan lain sebagainya
Fatimah pun juga tidak ikut dengan pembelajaran olahraga karna suatu hal sekarang wiliam dan Fatimah berada di atap sekolah
"sebenarnya apa rencana kamu?" ucap Fatimah bertanya kepada wiliam
__ADS_1
"aku tak tahu nanti kedepannya akan bagaimana tapi aku mempunyai dendam yg harus ku balaskan" ucap wiliam
"terus kak wiliam gunakan laila untuk apa?"
"apa kau cemburu?"
"ah cemburu ngapain cemburu"
"bukankah kau pernah bilang suka kepadaku"
"hah!? kapan" ucap Fatiamh berusaha mengingat ingat
flack back onn
"ih kamu itu putih banget deh" ucap Fatimah
wiliam hanya diam dengan muak dinginnya
"kamu itu ya udah dingin cuek tipe aku sih aku suka deh sama kamu"
"gua gk peduli"
"yaudah"
flack back off
sekarang Fatimah teringat
"ya itu kan cuman sikapnya doang bukan kamunya"
"eh terus kenapa kamu harus nikahin laila?" ucap Fatimah wiliam menatap Fatimah serius
"aku ingin mmebalaskan dendam kepada kakakku yg sama sekali tidak memperdulikan aku dan ibuku ketika di siksa oleh ayahku"
"kakakmu? Aska" ucap Fatimah
"kau sudah tau"
"eh tapi Aska itu" ucap Fatimah berhenti karna tiba tiba Aska datang dan menatap tajam Fatimah
Aska yg melihat Fatimah menatap seseorang pun melihat ke belakangnya dia melihat ada Aska
Aska pun menghampiri mereka
"Fatimah ayo ikut aku" ucap Aska
Fatimah pun ingin pergi tapi dia di hentikan oleh wiliam sehingga Fatimah berhenti Aska yg melihat itu menatap wiliam
"kenapa dia harus ikut dirimu?" ucap wiliam
"ini urusanku
aku ingin berbicara kepadanya" ucap Aska
"tidak" ucap wiliam
Aska ingin menarik tangan Fatimah lalu langsung di hempas oleh wiliam
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung....
jangan lupa ya like, shere, and comen tansk semua🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1