
laila yg melihat isi surat itu agak kesal
"kau tanda tangan di sini" ucap wiliam memberikan pulpen
"aku tidak mau"
"ohw kalau kau tidak mau gampang akan ku bunuh mereka"
"eh iya iya ah ngeselin banget iya deh nih aku tanda tangan" ucap laial dengan kesal dia menandatangini kontrak itu
"pakailah gaunnya bersiap siap untuk pernikahan"
"ih bisa gk sih gk sekarang
lagian terlalu cepat tau aku aja masih sekolah
masa udah mau nikah sihh" omel laila
"gua gk peduli lu mau pake bajunya atau gua yg pakein" ucap wiliam dengan muka dinginnya
"ih!! bisanya ngancem ngancem doang iya iya deh"
dengan kesal laila mengambil gaun itu dan pergi ke kamar mandi wiliam yg melihat itupun tersenyum kecut diapun akhirnya pergi dari sana
setelah beberapa menit berlalu
laila keluar dengan pakaian mengantinnya
diapun mengendap endap dan tidak melihat ada orang di sana lalu laila pergi ke arah pintu tiba tiba ada yg membukanya
"Aaa!!" teriaknya sedikit terkejut
karna tiba tiba pintu terbuka untungnya bukan hantu melainkan hanya dua wanita
"hhuuff untung aja jantung masih aman
mau ngapain kalian kesini?" ucap laila
"kami kesini untuk merias nona ayo nona" ucap salah satu dari mereka lalu menutup pintunya dan masuk juga sedikit memaksa laila untuk masuk
"eh e eh" laila pun di suruh duduk di kursi yg depannya ada meja dan juga kaca
merekapun membuka peralatan yg mereka bawa dan mulai merias laila di sana dia hanya bisa pasrah dengan keadaannya
setelah beberapa menit lamanya merias mengantin tapi laila menyuruh mereka agar meriasnya natural saja dan tak butuh waktu lama merekapun selesai
"kami pergi nona" ucap mereka berdua lalu pergi
laila pun melihat wajahnya dengan riasan
"untung aja bajunya gk terlalu ribet"
"ih! tapi kan nyebelin banget cepet banget nikahnya weh belum aja aku nikmatin masa muda gitu ini udah di suruh nikah emang ya laki laki breng*ek itu nyebelin"
"pengen rasanya kalau aku bisa kabur balas dendam tapi sayangnya dia lebih kuat"
dia pun di sana kesal dengan dirinya dan berbicara tidak jelas dengan dirinya sendiri
tak lama setelah itu datanglah wiliam yg sudah siap dengan gayanya memakai jas hitam dia terlihat tampan dengan rambut yg berponi dan topeng yg setengah setengah itu apalagi mukanya putih glowing dan juga bibir merah
wiliam melihat laila yg sudah tampil cantik dengan gaunnya bibir merah, kulit putih, riasan natural, dan juga mahkota yg indah
tapi tidak terlalu terpesona karna sudah biasa melihat wanita cantik
"udah selesai?" ucap wiliam dingin
"buta ye udah nih
eh tapi masa bener sih nikahnya sekarang lagian gua tuh masih sekolah"
"ya terus
gua mah bodo amat mau lu sekolah mau lu kuliah mau lu sd kek udah jangan banyak bacot ayok" ucap wiliam diapun menarik tangan laila
__ADS_1
merekapun akhirnya pergi
dengan mobil wiliam
sementara di tempat lain
sudah ada lian, shiren, kriss, Aska, veroo, brain, Fatimah, hiroo, natan dan teman teman wiliam kecuali Thomas yg masih berobat
"sabar bro
hhuuff pasti nanti ada jalan keluarnya" ucap brain menepuk pundak Aska yg lagi berdiri sambil memegang segelas anggur
veroo yg melihat itu curiga
pernikahan itu di gelar di suatu hotel yg di disein agak mewah
"memang siapa yg menikah dengan wiliam?" ucap veroo
"laila"
"APA!?" ucap veroo, natan dan hiroo mereka terkejut siapa yg di nikahi oleh hiroo
"bukannya laila masih sekolah?" ucap hiroo
"benar lalu bagaimana dengan sekolahnya?" ucap natan
veroo yg tau kalau Aska mempunyai hubungan dengan laial turut perihatin
"sebenarnya apa yg dia mau lakukan?" ucap veroo
"hhuuff
aku tidak tahu" ucap Aska
"seharusnya lu bertindak
jangan diem gini aja lu masih cinta kan sama dia perjuangin" ucap veroo
"cinta?" ucap hiroo dan natan bersamaan yg tak tahu apa apa
plakk
"haisy pelan pelan nanti kalau ayah datang dan mendengar kak Aska bisa di hukum" ucap natan
"ah iya iya"
"sudahlah kalian jangan kepo" ucap brain
"apa salahnya kepo? kami kan cuman penasaran" ucap hiroo
"sudah yg penting jangan kepo
Aska hati nya sedang galau" ucap Fatimah merekapun akhirnya diam tak membicarakannya lagi
tak selang beberapa lama datanglah
mobil Alex dan di belakangnya ada mobil yg lainnya
"kenapa kau bisa tau soal wiliam?" ucap aska menatap Fatimah
"tanyakan saja kepada brain" ucap Fatimah Aska menengok ke arah brain
"nanti aku ceritakan" ucap brain
Aska pun hanya mengangguk
"ceritakan apa? tahu soal apa?" ucap veroo tapi malah diabaikan merekapun melihat ke arah mobil yg pintunya sudah mulai terbuka di mobil pertama keluar Alex, sandra, selir prak dan selir aisy
"Alex, akhirnya kita bisa bertemu" guman kriss
dan di belakangnya ada wiliam yg keluar diapun pergi membuka kan pintu untuk laila merekapun berjalan bergandengan
Alex melihat wiliam diapun tersenyum dan mempersilakan pengantin itu untuk jalan duluan Aska melihat laila yg cantik di pernikahanya tetapi bukan bersama dirinya
kriss melihat semuanya melihat anaknya yg terlihat baik baik saja merekapun tidak di perbolehkan untuk menghampiri mereka
__ADS_1
mereka di jegat oleh Mj
Alex pun pergi ke sana bersama sandra
sementara mereka sudah bersiap untuk menikah
pendeta pun sudah datang dan mempersiapkan semuanya
dan ya begitulah pernikahan
setelah itu merekapun sah menjadi pasangan suami istri
Aska melihat semua itu hatinya benar benar hancur cur cur
"silakan pakaikan cicinnya" ucap pendeta
wiliam pun mengambil cincinnnya dan memasangkannya ke tangan laila
laila masih ragu untuk mengambil cincinnya tetapi dengan tatapan wiliam yg menyeramkan diapun memakaikan cincinnya
merekapun bertepuk datang Aska bertepuk tangan dengan bahagia Fatimah melihat Aska dia tahu hatinya Aska hancur melihat kekasih yg dia cintai menikah dengan orang lain
"apa kau baik baik saja?" ucap Fatimah Aska tersenyum tapi hanya sesaat
"simpan cintaku dalam diam
kulisankan harapanku dalam doa
ku perjuangkan dirimu dalam ridhonya
jika usahaku terpatahkan oleh takdirnya
maka... kan kuikhlaskan kan ku terima dengan lapang dada melihat dirimu bersamanya
karna... bahagia mu adalah bahagiaku juga" ucap dingin Aska mendengar itu Fatimah kagum brain dan veroo pun juga tau apa yg di rasakan oleh Aska
merekapun memberi selamat kepada wiliam dan laila
shiren memeluk laila
"kamu jaga diri ya sayang"
"iya mah mamah jangan khawatir" ucap laila
"kamu gk di apa apain kan sama dia?" ucap kriss
"enggak kok pah tenang saja aku baik baika ja kok"
"abang" ucap laila langsung memeluk abangnya
"jaga diri baik baik jangan berulah nakal sehingga di hukum" ucap lian
"iya" ucap laila melepaskan pelukannya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung....