
laila terbangun dia melihat Aska dan juga kakaknya berada di sampingnya
rasanya dia sangat malu sekarang tidak punya harga diri lagi mengatakan kepada kakaknya pun dia sangat malu dengan dirinya sendiri
"laila apa kau baik baik saja?" ucap Lian
laila berusaha bangun Lian membantunya bangun dia tersenyum perlahan
"gk apa apa kok" ucap laila berusaha tersenyum Aska yg melihat itu tau
itulah salah satu sikap yg dia suka dari laila menutupi semuanya walaupun itu sakit
mendengar itu Lian langsung memeluk adiknya itu dengan erat
"laila maafkan kakak yg tidak bisa membantumu kau pasti sangat tersiksa maafkan ayah dan mamah yg salah dengan perbuatannya" ucap Lian air matanya perlahan menjatuh
mendengar itu laila kembali teringat akan kenangan pahit yg dia punya dia juga menjatuhkan air mata
dia melihat ke arah Aska dia tau pasti Aska sudah memberikan tahu kan semuanya kepada abangnya
"hhiiskk heh kak Lian hhuuff
laila udah cape laila udah cape hidup begini laila pengen pulang"
"laila tenang saja kami akan membawamu pulang selepas ini" ucap Aska
"Aska hhiiskk hhiiskk" ucap laila Lian melepaskan pelukanya
Aska pergi ke arah laila diapun memeluk laila
"maafkan aku tidak bisa melindungimu saat itu" ucap Aska
"hhiiskk hhiiskk" laila pun akhirnya hanya menangis di pelukan Aska
_________
sementara di sisi lain
"wiliam" panggil Mj
"hemm"
"aku sudah menemukan keberadaannya"
wiliam yg mendengar itu langsung menghampiri Mj
"di mana?"
Mj langsung menunjukkan suatu tempat yg dia lacak wiliam pun langsung menelpon Aska ketika itu juga tidak di angkat diapun akhirnya menelepon brain
"apa kau sudah menemukannya?" tanya brain
"akan ku shere lok" ucap Aska diapun memberi tahu di mana keberadaan Fatimah lalu mematikan teleponnya dan tersenyum licik
brain yg sudah tau keberadaan Fatimah pun menelepon Aska tapi tidak di angkat angkat diapun akhirnya menelepon lagi dan Aska pun mengangkatnya
"apa ada kabar?" ucap Aska dia dalam telepon
"kawan wiliam sudah menemukan keberadaan Fatimah"
"brain bisakah kau mencarinya aku ada urusan" ucap Aska
"baiklah" ucap brain di saat itu diapun langsung bergegas pergi ke sana
________
sementara di sisi lain Fatimah sedang bersama veroo
"veroo bisakah aku meminjam ponselmu" ucap Fatimah
"buat apa?" tanya veroo
"buat nelepon Aska agar dia tidak mencariku percuma kan kalo nyari tapi yg nyulik sodaranya sendiri" ucap Fatimah mendengar itu veroo tersenyum
"kau pakai saja telepon di sana kalau memakai ponselku bisa ketahuan" ucap veroo
"ah baiklah"
Fatimah pun berjalan ke arah telepon itu
"eh nomer Aska berapa?"
"ceilah"
veroo pun menyebutkan nomer Aska di San Fatimah langsung menelepon Aska
__ADS_1
di sisi lain Aska yg menerima telepon dari nomer yg tidak di kenal pun mengangkatnya
"ya siapa?" ucap Aska
"Aska" panggil Fatimah Aska yg mendengar dan tau kalau suara itu adalah suara Fatimah pun bingung
"Fatimah ini beneran kamu?"
"iya aku baik baik aja aku gk di culik ataupun apa sekarang aku sudah berada di rumah dengan selamat kamu gk usah mencariku"
"heh apa yg terjadi"
"ceritanya panjang lagian aku gk mungkin cerita di sini udah mendingan gk usah nyariin aku"
"baiklah kalau kau baik baik saja" ucap Aska Fatimah pun mematikan telepon nya
"ya seperti biasa dia yg mematikan duluan kalah aku heh" cuman Aska
setelah menelepon Aska Fatimahpun kembali mengobrol dengan veroo
"jadi kapan aku di pulangkan"
"besok"
"terus kapan kamu tobat?"
"hehehe abis aku memulangkanmu"
"menurutmu aku hari pergi ke mana?" ucap veroo
"pergilah ketarim semoga kau bisa berumah"
"tarim? ohh yaman baiklah aku akan bertaubat di sana"
"baik baik tolong jangan kembali kecuali untuk melindungi sodaramu"
"ya aku akan memikirkannya aku akan pergi tanpa sepengetahuan mereka"
"Fatimah ku harap aku adalah jodohmu"
"heh semoga saja doa aja kalau kau bukan jodohku Tuhan pasti akan memberikan jodoh yg lebih baik dari diriku"
"jangan takut mati"
"ya aku tau
"ya"
"eemm veroo bagaimana keadaan ayahku?"
"ayahmu baik baik saja"
"syukurlah kalau begitu"
_________
di sisi brain dia yg sedang melajukan motornya dengan kecepatan rata rata sambil fokus tapi di tengah tengah perjalanan
dreett
ddreett
ponsel yg ada di saku celananya berbunyi khawatir itu penting brain memberhentikan motornya
anak buahnya yg ikut bersamanya di belakangpun juga ikut berhenti
brain melihat ponselnya dan ternyata itu adalah Aska diapun mengangkatnya
"ada apa gua lagi munuju ke lokasi" ucap brain di dalam telepon
"tadi Fatimah meneleponku dan dia bilang dia tidak apa apa"
"apa?
bagaimana kalau itu hanya tipuan"
"tidak mungkin Fatimah tidak sebodoh itu"
"ahh benar juga yasudah aku akan berdiam" ucap brain
Aska pun mematikan teleponnya
_________
"tunggu ada yg aneh" ucap brain tiba tiba mendengar kata brain wiliam langsung mendekat
__ADS_1
brain memutar vidio yg dia ambil di sana telihat orang yg di duga adalah peculik Fatimah itu membunuh gadis yg berjilbab hitam itu
wiliam yg melihat itu terkejut dia langsung mengambil jaketnya dan bergegas pergi
"bree" ucap Mj memanggil wiliam tapi wiliam tak memperdulikannya dan terus pergi
sementara jonathan dan Mj tak bisa berbuat apa apa dan hanya diam
wiliam menaiki motornya dan melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata rata untungnya jalan yg dia lewati sepi jadi dia tidak berurusan dengan polisi
wiliam melajukan motornya dengan cepat
*awas saja kalau dia sampai terluka* batin wiliam yg geram
setelah lama lamanya mengendari motor untuk sampai ke lokasi
akhirnya wiliam sampai ke tempat tujuan
wiliam langsung bergegas turun dan mencari cari keberadaan Fatimah
"FATIMAH!" teriaknya tapi tidak ada jawaban
"FATIMAH!!" wiliam mencoba berteriak lagi tapi sama sekali tidak ada jawaban diapun tidak menemukan orang yg ada di vidio itu
yg telah membunuh Fatimah
wiliam terus mencari dan menelusuri jalan itu tapi tidak ada siapa siapa di sana
"ahhh sial!"
wiliam nampak khawatir walaupun dia terlihat tidak peduli tetapi sebenarnya dia sangat peduli
dengan keadaan Fatimah
Fatimah adalah perempuan kedua yg dia sayangi setelah ibundahnya
wiliam terus mencari walaupun hasilnya nihil dia sama sekali tidak menemukan apa apa termaksud manusi
setelah beberapa menit mencari Fatimah wiliam menemukan sebuah rumah
di sana diapun berusaha membuka pintu rumah itu
tapi rumah itu tak hanya di kunci melainkan di gembok
"sial! Fatimah
Fatimahhh"
dug dug dug
dia menggedor gedor pintu itu dan memanggil Fatimah
tanpa di duga ternyata itu adalah tempat persembunyian veroo
veroo terkejut Fatimah juga terkejut
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung...