
tanpa di duga itu adalah tempat persembunyian veroo dan juga Fatimah
mereka berdua terkejut dengan suara wiliam dan gedoran pintu
"itu kayaknya wiliam" ucap Fatimah
"ya sepertinya begitu" ucap veroo dia bingung Fatimah yg melihat veroo bingung langsung mengambil topeng veroo dan memberikannya kepada veroo
"menyamarlah dan kabur dia bisa sangat berbahaya dan kunci aku di sebuah ruangan aku akan beralasan" ucap Fatimah dia takut kalau
wiliam tau yg menculiknya adalah veroo dia akan bersikap ganas dan bisa terjadi pertengkaran di antara mereka
"heh memangnya bisa"
"tentu saja sudah cepat pergi" ucap Fatimah dengan cepat diapun masuk ke dalam ruangan
veroo memakai topengnya lalu diapun mengunci ruangan yg di tempati Fatimah dan bersembunyi untuk meloloskan diri
tidak ada jawaban dan merasa ada yg berbicara wiliam pun memutuskan untuk mendobrak pintu wiliam memundurkan diri bersiap siap dan
BRRAKK
pintu itupun akhirnya kebuka dengan kekuatannya gembok itu mampu dia hancurkan dengan satu kali dorongan
dengan terburu buru wiliam langsung masuk
di sana dia melihat ruangan kosong wiliampun mencari keberadaan seseorang
dia mengelilingi rumah itu tidak ada siapa siapa tapi seketika dia menemukan seseorang dari jendela
"Fatimah" panggil wiliam
sementara Fatimah di dalam menghela nafas
"wiliam" ucap Fatimah
wiliam yg mendengar itu panik dan langsung berusaha membuka pintu tapi lagi lagi pintu itu di kunci
"Fatimah menjauhlah
aku akan mendobraknya" ucap wiliam Fatimah yg mendengar itu langsung memundurkan dirinya
di luar wiliam bersiap aba aba untuk mendobrak pintu
dan
Bbrakk
pintu itu langsung lepas dari tempatnya
wiliam adalah pria yg kuat banyak rahasia yg tersembunyi di dalam dirinya
dan terlihatlah Fatimah
wiliam yg melihat Fatimah langsung memeluknya debgan erat
Fatimah terkejut karena tiba tiba wiliam memeluk dirinya
"wiliam" guman Fatimah
wiliam langsung melepaskan pelukannya mendengar itu
"siapa yg menculikmu?"
"aku tidak tahu" ucap Fatimah berbohong dia tidak mau veroo dalam bahaya karena dirinya
"ayo ikut aku pulang kau berbahaya jika di daindong" ucap wiliam dia menarik tangan Fatimah
mereka berjalan di tengah kegelapan malam Fatimah menatap wiliam dan melihat tangannya yg di genggam erat oleh dirinya
tanpa sadar ternyata Fatimah meneteskan air matanya entah karena apa tapi dia sangat sedih
setelah berjalan beberapa lama akhirnya mereka sampai di mana wiliam telah memarkirkan mobilnya
"wiliam" panggil Fatimah
wiliam menengok ke arah Fatimah dan berbalik
"antarkan aku pulang ke rumahku" ucap Fatimah
"tidak itu berbahaya"
__ADS_1
"apa kau takut aku kenapa napa
bukankah kau sudah tidak memperdulikanku" ucap Fatimah yg malah ingin mmebuat wiliam kesal
wiliam terdiam dengan omongan Fatimah
setelah terdiam sejenak diapun menjawab
"Fatimah bisakah kau menurut kepadaku sekali ini saja"
"tidak wiliam aku gk pengen di sini lagi aku tersiksa aku pengen pulang"
"hhuuff...
Fatimah kau tidak akan tersiksa sekarang kalau kau tetap di daindong penculik itu pasti akan menculikmu lagi"
"tidak wiliam
kalau memang penculik itu akan membunuhku ya gk papa ini takdirku"
"Fatimah aku mohon tolong patuhi perintahku kali ini saja"
"wiliamm" Fatimah menekan kata wiliam
"aku mau pulang" Fatimah merengek dan nangis wiliam melihat ke arah Fatimah yg menangis
"hhuuff...
yasudah akan ku kirim kau daindong" dengan berat hati wiliam bilang seperti itu
wiliam memang terlihat tidak pedulu tapi di balik semua itu dia sangat mencemaskan keadaan Fatimah
wiliampun menaiki motornya
Fatimah pun naik wiliam menjalankan motornya menuju ke daindong
di malam hari yg gelap itu mereka melewati malam yg sangat panjang tanpa tidur wiliam menuju ke arah daindong
karna memang perjalanan mereka dari tempat penculikkan Fatimah jauh dari hutan yg menuju daindong
Fatimah yg tau dan peka sepeka pekanya akan wiliam diapun bilang
dan wiliam juga tau pasti Fatimah kelelahan diapun akhirnya berhenti di dekat hutan yg akan menuju ke daindong
di sana kebetulan ada semacam villa gitu
merekapun akhirnya turun wiliam melepaskan hlemnya dan menaruhnya di motor
"untuk sekarang kita tinggal di sini saja semalam" ucap wiliam agak dingin Fatimah diam saja
wiliampun jalan Fatimah mengikutinya dari belakang
diapun menyewanya untuk semalam
di dalam wiliam dan Fatimah bersih bersih ya walaupun pakai pakaian yg tadi karna memang mereka tidak punya baju lagi
walaupun begitu Fatimah tetap memakai jilbabnya
sekarang mereka sedang berada di dalam villa dan hanya diam saja wiliam menyalakan televisinya
"wiliam" panggil Fatimah lembut memulai pembicaraan
wiliam menoleh ke arahnya
"jangan menyesal ketika kamu sudah mengetahui segalanya" ucap Fatimah
"heh aku tidak akan menyesal" ucap wiliam yg sangat meyakini dirinya
"memang kenapa kau selalu berkata seperti itu apa yg Aska katakan kepadamu apa dia mengancammu"
"tidak
emm kalian adik kakak kan" tanya Fatimah wiliam mengangguk
"sikap kalian berbeda"
"ya karna kami mempunyai kehidupan yg berbeda"
kkriieukk kkriieukk tiba tiba saja perut Fatimah berbunyi jelas saja karna daris tadi veroo lupa mengasih makan dirinya
Fatimah pun malu kalau harus meminta makanan dari veroo yaa jadi begitu
__ADS_1
wiliam mendengar suara itu Fatimah yg tidak bisa menahan tawa
akhirnya tersenyum
"hehehe"
"lapar?" tanya wiliam Fatimah mengangguk
"bentar" wiliampun pergi keluar Fatimah menunggu sambil menonton tv
"ada ada aja nih perut" guman Fatimah
beberapa menit kemudian wiliam balik
ke kamarnya dia membawa ramyon cup
lalu wiliampun menyeduhnya
setelah menyeduhnya wiliam meletakkannya
di meja makan kecil yg ada di sana
"waahh keliatannya enak makan okeh selamat makan" ucap Fatimah bersiap siap dengan sumpitnya
tak lupa dia berdoa sesuai agamanya
wiliam melihat Fatimah yg berdoa Fatimah tersenyum dan memakan ramyon itu
wiliampun ikut memakannya
merekapun makan bersama tak ada pembicaraan hanya fokus makan
setelah selesai makan mereka duduk di sofa sambil menonton tv
"buka saja jilbabmu kalau kau mau" ucap wiliam yg melihat Fatimah masih memakai hijabnya
"enggak gk papa"
"oh ya kamu sendiri buka aja topengnya lagian aku udah ngeliat semuanya kok ada luka kan gk papa"
"bukan hanya luka yg ada di sini"
"berarti ada yg lain dong apaan selain luka"
"kau akan tau nanti"
"emang kenapa kau memakai topeng"
"kau akan tau nanti" ucap wiliam berkata itu lagi
"au ah gelap
waktu kecil aju udah nanya emang kenapa sih kamu pake topeng setengah setengah begitu eh kamu jawab nanti kamu akan tau sekarang aku nanya kamu jawab begitu ihh" ucap Fatimah yg kesal
selalu saja wiliam bilang seperti itu nantilah nantilah kapan boong
"iya jadi..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung...
__ADS_1