"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
pulang itu lebih baik bukan


__ADS_3

tanpa di duga itu adalah tempat persembunyian veroo dan juga Fatimah


mereka berdua terkejut dengan suara wiliam dan gedoran pintu


"itu kayaknya wiliam" ucap Fatimah


"ya sepertinya begitu" ucap veroo dia bingung Fatimah yg melihat veroo bingung langsung mengambil topeng veroo dan memberikannya kepada veroo


"menyamarlah dan kabur dia bisa sangat berbahaya dan kunci aku di sebuah ruangan aku akan beralasan" ucap Fatimah dia takut kalau


wiliam tau yg menculiknya adalah veroo dia akan bersikap ganas dan bisa terjadi pertengkaran di antara mereka


"heh memangnya bisa"


"tentu saja sudah cepat pergi" ucap Fatimah dengan cepat diapun masuk ke dalam ruangan


veroo memakai topengnya lalu diapun mengunci ruangan yg di tempati Fatimah dan bersembunyi untuk meloloskan diri


tidak ada jawaban dan merasa ada yg berbicara wiliam pun memutuskan untuk mendobrak pintu wiliam memundurkan diri bersiap siap dan


BRRAKK


pintu itupun akhirnya kebuka dengan kekuatannya gembok itu mampu dia hancurkan dengan satu kali dorongan


dengan terburu buru wiliam langsung masuk


di sana dia melihat ruangan kosong wiliampun mencari keberadaan seseorang


dia mengelilingi rumah itu tidak ada siapa siapa tapi seketika dia menemukan seseorang dari jendela


"Fatimah" panggil wiliam


sementara Fatimah di dalam menghela nafas


"wiliam" ucap Fatimah


wiliam yg mendengar itu panik dan langsung berusaha membuka pintu tapi lagi lagi pintu itu di kunci


"Fatimah menjauhlah


aku akan mendobraknya" ucap wiliam Fatimah yg mendengar itu langsung memundurkan dirinya


di luar wiliam bersiap aba aba untuk mendobrak pintu


dan


Bbrakk


pintu itu langsung lepas dari tempatnya


wiliam adalah pria yg kuat banyak rahasia yg tersembunyi di dalam dirinya


dan terlihatlah Fatimah


wiliam yg melihat Fatimah langsung memeluknya debgan erat


Fatimah terkejut karena tiba tiba wiliam memeluk dirinya


"wiliam" guman Fatimah


wiliam langsung melepaskan pelukannya mendengar itu


"siapa yg menculikmu?"


"aku tidak tahu" ucap Fatimah berbohong dia tidak mau veroo dalam bahaya karena dirinya


"ayo ikut aku pulang kau berbahaya jika di daindong" ucap wiliam dia menarik tangan Fatimah


mereka berjalan di tengah kegelapan malam Fatimah menatap wiliam dan melihat tangannya yg di genggam erat oleh dirinya


tanpa sadar ternyata Fatimah meneteskan air matanya entah karena apa tapi dia sangat sedih


setelah berjalan beberapa lama akhirnya mereka sampai di mana wiliam telah memarkirkan mobilnya


"wiliam" panggil Fatimah


wiliam menengok ke arah Fatimah dan berbalik


"antarkan aku pulang ke rumahku" ucap Fatimah


"tidak itu berbahaya"

__ADS_1


"apa kau takut aku kenapa napa


bukankah kau sudah tidak memperdulikanku" ucap Fatimah yg malah ingin mmebuat wiliam kesal


wiliam terdiam dengan omongan Fatimah


setelah terdiam sejenak diapun menjawab


"Fatimah bisakah kau menurut kepadaku sekali ini saja"


"tidak wiliam aku gk pengen di sini lagi aku tersiksa aku pengen pulang"


"hhuuff...


Fatimah kau tidak akan tersiksa sekarang kalau kau tetap di daindong penculik itu pasti akan menculikmu lagi"


"tidak wiliam


kalau memang penculik itu akan membunuhku ya gk papa ini takdirku"


"Fatimah aku mohon tolong patuhi perintahku kali ini saja"


"wiliamm" Fatimah menekan kata wiliam


"aku mau pulang" Fatimah merengek dan nangis wiliam melihat ke arah Fatimah yg menangis


"hhuuff...


yasudah akan ku kirim kau daindong" dengan berat hati wiliam bilang seperti itu


wiliam memang terlihat tidak pedulu tapi di balik semua itu dia sangat mencemaskan keadaan Fatimah


wiliampun menaiki motornya


Fatimah pun naik wiliam menjalankan motornya menuju ke daindong


di malam hari yg gelap itu mereka melewati malam yg sangat panjang tanpa tidur wiliam menuju ke arah daindong


karna memang perjalanan mereka dari tempat penculikkan Fatimah jauh dari hutan yg menuju daindong


Fatimah yg tau dan peka sepeka pekanya akan wiliam diapun bilang


dan wiliam juga tau pasti Fatimah kelelahan diapun akhirnya berhenti di dekat hutan yg akan menuju ke daindong


di sana kebetulan ada semacam villa gitu


merekapun akhirnya turun wiliam melepaskan hlemnya dan menaruhnya di motor


"untuk sekarang kita tinggal di sini saja semalam" ucap wiliam agak dingin Fatimah diam saja


wiliampun jalan Fatimah mengikutinya dari belakang


diapun menyewanya untuk semalam


di dalam wiliam dan Fatimah bersih bersih ya walaupun pakai pakaian yg tadi karna memang mereka tidak punya baju lagi


walaupun begitu Fatimah tetap memakai jilbabnya


sekarang mereka sedang berada di dalam villa dan hanya diam saja wiliam menyalakan televisinya


"wiliam" panggil Fatimah lembut memulai pembicaraan


wiliam menoleh ke arahnya


"jangan menyesal ketika kamu sudah mengetahui segalanya" ucap Fatimah


"heh aku tidak akan menyesal" ucap wiliam yg sangat meyakini dirinya


"memang kenapa kau selalu berkata seperti itu apa yg Aska katakan kepadamu apa dia mengancammu"


"tidak


emm kalian adik kakak kan" tanya Fatimah wiliam mengangguk


"sikap kalian berbeda"


"ya karna kami mempunyai kehidupan yg berbeda"


kkriieukk kkriieukk tiba tiba saja perut Fatimah berbunyi jelas saja karna daris tadi veroo lupa mengasih makan dirinya


Fatimah pun malu kalau harus meminta makanan dari veroo yaa jadi begitu

__ADS_1


wiliam mendengar suara itu Fatimah yg tidak bisa menahan tawa


akhirnya tersenyum


"hehehe"


"lapar?" tanya wiliam Fatimah mengangguk


"bentar" wiliampun pergi keluar Fatimah menunggu sambil menonton tv


"ada ada aja nih perut" guman Fatimah


beberapa menit kemudian wiliam balik


ke kamarnya dia membawa ramyon cup


lalu wiliampun menyeduhnya


setelah menyeduhnya wiliam meletakkannya


di meja makan kecil yg ada di sana


"waahh keliatannya enak makan okeh selamat makan" ucap Fatimah bersiap siap dengan sumpitnya


tak lupa dia berdoa sesuai agamanya


wiliam melihat Fatimah yg berdoa Fatimah tersenyum dan memakan ramyon itu


wiliampun ikut memakannya


merekapun makan bersama tak ada pembicaraan hanya fokus makan


setelah selesai makan mereka duduk di sofa sambil menonton tv


"buka saja jilbabmu kalau kau mau" ucap wiliam yg melihat Fatimah masih memakai hijabnya


"enggak gk papa"


"oh ya kamu sendiri buka aja topengnya lagian aku udah ngeliat semuanya kok ada luka kan gk papa"


"bukan hanya luka yg ada di sini"


"berarti ada yg lain dong apaan selain luka"


"kau akan tau nanti"


"emang kenapa kau memakai topeng"


"kau akan tau nanti" ucap wiliam berkata itu lagi


"au ah gelap


waktu kecil aju udah nanya emang kenapa sih kamu pake topeng setengah setengah begitu eh kamu jawab nanti kamu akan tau sekarang aku nanya kamu jawab begitu ihh" ucap Fatimah yg kesal


selalu saja wiliam bilang seperti itu nantilah nantilah kapan boong


"iya jadi..."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2