
"jangan menyentuhnya!
jangan membuatnya berdosa" ucap wiliam
Aska menatapnya tajam Fatimah yg tau nanti bakal jadi keributan diapun akhirnya
"udah udah udah yaudah kak wiliam
aku ngomong dulu dah sama Aska kali ada yg penting" ucap Fatimah wiliam menatapnya dan hanya diam Fatimah pun pergi
Aska membawa Fatimah ke ruang perpustakaan yg sekarang terlihat kosong karna lagi jam pelajaran
"ada apa? kau mau membicarakan apa?" ucap Fatimah
"jangan beri tahu rahasiaku kepada wiliam" ucap Aska Fatimah pun menatap Aska yg terlihat kesal dan serius
"tapi kau harus ceritakan semua kepadaku"
mendengar itu Aska menghembuskan nafas diapun berfikir
"jangan kasih tau tentangku ke wiliam atau aku akan membunuh keluargamu"
"keluargaku semuanya sudah mati"
"aku akan membunuh wiliam"
"coba saja kalau kau bisa
lagian aku akan memberi tahunya untuk waspada"
"aku akan membunuh laila"
"silakan bukankah kau mencintainya lagian dia hanya temanku aku tak ada urusan dengannya"
"hhhuuff" mendengar semua pengancamannya di tolak Aska kesal
"aku akan membunuhmu" ucap Aska
Fatimah diam lalu diapun tertawa
"silakan
kalau kau ingin membunuhku silakan aku sudah muak dengan dunia ini yg cuman bisa mengancam bukankah itu lebih baik agar aku tidak mengasih rahasiamu kepada wiliam" ucap Fatimah mendengar itu Aska terdiam dia tidak mau berbuat jahat sebenarnya dia tidak mau
"apa kau akan benar benar merahasiakannya jika aku menceritakannya kepadamu"
"hhuufff
ya aku akan merahasiakannya asal kau kasih tau rahasia di hatimu ya biar kau tidak terbebani juga dengan pikiranmu tentang masalah keluarga dulu" ucap Fatimah
"hhhuuff"
Aska menghela nafasnya panjang
diapun menceritakan semua kejadiannya dari A sampai Z
yg mau tau kelanjutannya baca bab selanjutnya ya nanti juga kalian bakal tau kok
okeh lanjut
plak
kepala Aska di geblak oleh Fatimah Aska menatapnya tajam Fatimah tidak peduli dia kesal mendengar cerita Aska
"ih sumpah pengen aku katain lu itu lu itu bego tau gk sih hadehh aturan lu ceritain aja yg sejujurnya kan selesai masalah" ucap Fatimah yg geregetan
"udah terlambat"
"lagian lu sih
maap ye tolol tau gk lagian aturan lu bilang dari kemaren kemaren kek kan selesai semuanya ini mah ahh pusing aku serah lah"
__ADS_1
"tapi jangan kasih tau ke wiliam tentang masalah ini"
"hemm
teruss lu rela gitu tersakiti padahal lu tinggal ngomong begini gini gini udah selesai ini mah di perpanjang pisan"
"gua mau wiliam ikut balas dendam karna dendamnya"
"hhuuuff aduh yasudah lah yasudah
hadehh aku gk ngerti sama otak nih orang" ucap Fatimah yg bingung dengan ada yg di pikiran Aska padahal menurutnya gampang saja tapi Aska malah membuatnya manjadi ribet
"wihh tapi hebat juga sih lu" ucap Fatimah mengacukan jempolnya Aska menatapnya dan tersenyum kecut
"heh ya tapi itu susah
aku menyesal"
"ya yang sabar ya lagian sih kamu nih yg ya ya agak tolollah udahlah dari pada kesel aku denger cerita kamu aku pergi dulu asslamaualaikum oh iya lupa lu kristen ya maaf" ucap Fatimah pergi
"gua gk punya agama" guman Aska
_________
"jadi gimana gimana aduh gila banget dah abang gua"
"tapi kok bisa ya dia hebat setau gua nih ya dia itu gk bisa berantem manah sama ya tembak kaya kurang ahli gitu" ucap memelia
"ya gua gk tau tapi ada temennya yg bantu
mungkin makanya itu hebat mungkin wiliam gk terlalu hebat cuman temennya aja yg hebat yg bantuin dia"
"tapi kenapa ayah kamu diam aja laila"
"hhuuff aku tidak tahu masalah yg terjadi udahlah yuk ke kantin udah selesai kan olahraganya" ucap laila
"ih lai udahlah cerita dulu gua penasaran"
merekapun akhirnya makan di kantin
merekaapun duduk laila makan dengan lahap tanpa memperdulikan siapa siapa
"heh coba aja gua masih di kerajaan pasti kita main mulu" ucap memelia
"mang lu kemana? kenapa gk di kerajaan" ucap laila
"aku di
di mana ya aduh pokoknya ada deh"
"ih mainnnya rahasia rahasian mulu nih ayo dong cerita aku akan tadi dah cerita"
"et dah iya iya jadi tuh aku ceritanya
di jodohin sama orang katanya sih buat nyelamatin karirnya kakak ai terus ya aku jadi korbannya"
"emang malang nasip kamu"
"nah makanya itu"
"nah terus terus"
"ya terus nih ya terpaksa aku harus tinggal sama dia"
"eh tapi kamu dah nikah sama dia"
"hah nikah heheh belum kayaknya"
"ih kok kayaknya sih"
"ya gk tau
__ADS_1
tapi tuh nih orangnyaa itu nyebelin banget udah dingin, cuek, gk peka gk perhatian pokoknya ya nyebelin lah"
"emang siapa dia?"
"itu loh laki laki yg waktu itu nganterin aku ke bis"
"oh dia
tapi menurut aku lumayan kok ganteng ya lumayan tampan gitu"
"ya emang sih menurut aku juga gitu ganteng sih ganteng tapi orangnya cuem sumpah gua balapan gk di bolehin sama dia udah tau kan hidup tanpa balapan ini tuh kayaknya hampah gitu gabut aja"
"ya baguslah mungkin dia perhatian gk mau lu kenapa napa"
"ah masa sih" ucap memelia
"wih apa nih gibah gibah" ucap Fatimah tiba tiba dateng
"wih parah" ucap laila
"eh Fatimah
duduk dulu duduk dulu
enggak gk gibah kok cuman ngomongin orang aja"
"sama bae" ucap laila
Fatimah pun akhirnya ikut makan bareng mereka memelia dan laila bersama Fatimah pun akrab akrab saja lagian ngapain kan banyak banyakkin musuh ribet ribet tin aja
dari arah kejauhan wiliam melihat mereka ygs edang asik ngobrol sambil makan dan ketawa ketiwi
brain yg melihat wiliam pun menghampirinya
"eh lu bisa bisanya ya ngelawan Aska" ucap brain wiliam melihat ke arah brain dia melihat dengan muka dinginnya
"heh cih
lu belum tau aja kalo dia bertindak kaya gimana"
"gua gk peduli"
"heh bisa bisanya lu ngomong gitu
sebenernya Fatimah itu siapa lu sih?"
"lu gk perlu tau hubungan gua sama Fatimah" ucap wiliam diapun menabrak pundak brain dan langsung pergi
"bener bener dua duanya sama sama ngeselin heh hhuuff membuat emosi saja" ucap brain diapun pergi dari sana
sementara wiliam dia berpapasan dengan veroo veroo menatapnya tajam tapi wiliam hanya diam
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung.....