Ai To Shiawase

Ai To Shiawase
Ch. 24 : Ryuji Tashibara


__ADS_3

...Hari pertama klub dimulai, aku dan Rey memiliki teman baru!...


...\=•\=•\=...


Kak Hakuba tersenyum kepada Rin. "Baiklah, Rin. Silakan duduk di tempatmu lagi!" Kak Hakuba mempersilakan Rin untuk duduk di tempat semulanya lagi.


"Baik, kak!" Rin menyetujui permintaan senior perempuan baik hati tersebut dan berjalan kembali ke tempat duduknya tadi. Dia berjalan dengan kepala mendongak, seperti sedang menyombongkan diri atau apalah itu. Rin, ternyata kau orang yang unik, ya.


Rin telah mendaratkan bagian belakang tubuhnya di kursi. Pada saat yang bersamaan, aku mendengar suara seseorang memanggil. "Selanjutnya, kamu!" seru Kak Hakuba sambil menunjukku dengan jari telunjuknya.


"A-aku?" Aku bertanya dengan tangan menunjuk diriku sendiri.


Dia menganggukan kelapalanya. "Iya," jawab Kak Hakuba singkat.


Aku baru menyadari, bahwa ini memang sudah tiba giliranku. Tunggu, bagaimana ini?


"Ayo!" Kak Hakuba mengajakku maju ke depan.


"Hmm ... hhh ...." Tak ada pilihan lain, aku berjalan maju ke depan sesuai dengan instruksinya. Namun, saat melangkah mendekati Kak Hakuba, tiba-tiba di mataku muncul sebuah gambaran iblis. Seluruh orang di ruangan ini berubah menjadi iblis. Kenapa aku malah berpikiran seperti ini? Kak Hakuba adalah orang baik.


Aku berdiri di sampingnya dengan posisi badan tegak, meski agak sedikit gemetar.


"Baiklah, ayo perkenalkan dirimu!" pinta Kak Hakuba kepadaku.


Aku melirik senyuman ramahnya. "Ba-baik," ucapku menyetujui permintaan gadis itu.


"Aku adalah Mizhunashi Ai. Kalian bisa memanggilku Ai. Hobiku adalah menggambar ataupun melukis. Makanan kesukaanku ... hmm ... tidak ada. Aku suka semuanya," ujarku memperkenalkan diri dengan penjelasan singkat.


"Jika kalian penasaran dengan sedikit kisah hidupku, maka sebaiknya kalian penasaran saja, ya. Aku tidak mau membagikan masalah ini kepada orang lain," lanjutku. Semua orang terdiam sambil menatapku. Aku melihat mereka semua. 'Ada apa dengannya?' Ya, kurang lebih begitulah isi pikiran mereka saat ini.


Kak Hakuba tersenyum terpaksa. "Ai, nama yang bagus sekali. Pasti kamu adalah orang yang sangat dicintai oleh semua orang, benar?" tanyanya.

__ADS_1


"Hm? A-ah ... i-iya, Kak. Orang-orang memang selalu menyayangiku," ucapku dengan senyuman terpaksa. Sebaiknya, aku memang tidak perlu membagikan cerita kelamku ini.


Kak Hakuba tersenyum. "Baiklah, apa masih ada sesuatu yang ingin kau bagikan kepada kami semua?" tanyanya lembut.


Aku menggelengkan kepala, seraya berkata, "Tidak, Kak!"


"Ya sudah kalau begitu. Silakan kembali ke tempatmu lagi!" Kak Hakuba menyuruhku untuk duduk lagi.


"Baik!" Dengan senang hati, aku bergegas kembali ke tempat dudukku lagi.


Dia kemudian mengalihkan pandangannya kepada seorang siswi yang duduk di sebelahku. "Selanjutnya, kamu!" Dia menyuruh murid selanjutnya untuk memperkenalkan diri.


Tak terasa, waktu telah semakin sore, kurasa semua siswa-siswi di sini sudah memperkenalkan dirinya masing-masing.


"Yup! Terima kasih, karena, semua sudah mau memperkenalkan dirinya. Kalian sudah mau membagikan cerita-cerita kalian yang sangat hebat. Sekarang, kakak sudah mulai mengenal kalian. Ya, meski sedikit lupa tadi. Tapi, kakak yakin, seiring berjalannya waktu nanti, kita pasti bisa saling mengenal," ucap Kak Hakuba dengan senyum ramah manis khasnya. "Kita akhiri dahulu, klub melukis kali ini, ya? Mungkin, pertemuan berikutnya, kita masih melakukan perkenalan. Kalian masih belum mengenal guru kalian bukan? Ah, iya, bahkan kalian belum mengenal si kakak pemarah ini hihi ...," ujar senior perempuan baik hati itu sembari sedikit menggoda Kak Haru lagi.


"Tck, kenapa kau selalu mengejekku, hm? Ah sudahlah, terserah!" ucap Kak Haru dengan wajah tak enak dipandang mata.


"Grrrrr ...." Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Kak Hakuba benar-benar membuatnya terdiam.


"Pft ... hahaha ... hei, jangan marah begitu, hihi ... aku hanya bercanda tadi haha ...." Gadis itu mengibas-ngibaskan tangannya di udara.


"Hm ...," singkat Kak Haru. Dia menunjukan sifat dinginnya sekali lagi.


"Pfttt ... ah, ngomong-ngomong, ini sudah mulai sore. Aku akan terlambat untuk les nanti ...," lirih Kak Hakuba. "Baiklah, kita sudahi dulu kegiatan hari ini, terima kasih atas partisipasi kalian, hati-hati saat di jalan pulang, ya! Sampai bertemu lagi!" Kak Hakuba melambai-lambaikan tangannya dan lalu berjalan keluar. Tak lama setelah gadis itu keluar, Kak Haru pun mengikutinya keluar.


"Ah, akhirnya selesai juga! HAAAHHH ...," ucap Rin sambil meregangkan otot-ototnya. Aku tersenyum saat melihat Rin. Ternyata, klub melukis ini tidak seburuk yang kubayangkan. Aku bisa mengenal banyak orang-orang baru di sini. Kak Hakuba, Akira, dan tentunya, Rin.


"Eh iya, Ai. Ayo pulang bersama!" Sambil memasukan alat-alat melukisnya, dia mengajakku untuk pulang bersama.


Aku menengok. "Eh ... ta-tapi ... hmm ... baik ...." Aku tidak boleh meragukan Rin lagi. Dia adalah orang baik, aku tak ingin membuatnya menjauhiku.

__ADS_1


Rin menyunggingkan bibirnya, sehingga membentuk sebuah senyuman. Dia menganggukan kepala.


Aku dan Rin berjalan keluar dari ruangan klub. Sinar jingga matahari sore pun tampak melebar di lapangan tengah. Kegiatan klub tadi sangat menyengkan, hingga tak terasa, hari sudah sore begini. Baru beberapa langkah aku keluar, aku melihat Rey sedang berjalan dengan seseorang.


Dia terlihat sedang bercanda dengan laki-laki itu. Sepertinya, itu adalah teman baru Rey.


"Ahaha ... eee ... Eh, HALO, AI!" Rey menyapaku dengan tangan melambai. Dia berlari menghampiriku. "Sore, Ai ... bagaimana kabarmu?" tanya Rey. Pada saat yang bersamaan, atensi Rey teralihkan kepada Rin yang sedang berdiri di sampingku. "Eeee ... kalau boleh tahu, siapa dia?" tanya Rey sekali lagi.


"Sore, Rey. Ah, iya, dia adalah Rin, Nakamura Rin. Dia ini teman baruku. Kami berdua bertemu di klub melukis," jelasku mengenalkan Rin kepada Rey.


"Ah begitu. Baiklah, salam kenal, Rin! Aku adalah Rey Tachibana, kamu bisa memanggilku Rey." Rey menjulurkan tangannya.


Rin meraih tangan Rey. "Salam kenal, Rey!" ujar Rin.


Mereka berdua melepas jabatan tangan tersebut. "Ngomong-ngomong soal teman baru ... Hei, Ryuji! Kemarilah!" panggil Rey seraya menunjuk laki-laki yang bercanda bersamanya tadi. Sesaat setelah dipanggil oleh Rey, dia langsung menghampiri tempat kami berdiri.


"Ada apa, sob?" tanya laki-laki itu. Sebentar, dia memanggil Rey 'sob'? Eeh ... sepertinya dia memiliki hubungan yang sangat akrab dengan Rey. Padahal, ini baru pertama kalinya mereka bertemu, bukan?


"Eee ... perkenalkan, dia adalah Ryuji Tashibara, teman baru yang kutemui di klub musik. Dan Ryuji, mereka berdua adalah temanku. Dia adalah Mizhunashi Ai dan yang di sebelahnya adalah Rin Nakamura." Kali ini, Rey memperkenalkan aku dan Rin kepada teman barunya itu.


"Salam kenal!" Dia menjabat tanganku dan Rin.


"Salam kenal juga, Ryuji!" balas kami berdua.


"Eem ... Rey, kenapa kau tidak mengatakan bahwa kau memiliki dua gadis cantik seperti ini. Kenapa kau mengambil semuanya, ha ...?" bisik Ryuji lirih. Namun, aku dapat mendengarnya.


"Ha? Apa maksudmu?" tanya Rey malas.


"Aigo ... sudahlah, ini sudah sore. Aku harus segera pulang, sebelum ibuku menyeramahiku nanti," ucap Ryuji.


Rey menganggukan kepalanya dua kali. "Ya, ayo segera pulang!" ajak Rey. Akhirnya, kami berempat berjalan keluar dari sekolah bersama. Ya, begitulah, hari pertama klub melukisku. Kalau boleh jujur, ini adalah hari terbaik yang pernah kurasakan selama ini.

__ADS_1


__ADS_2