
...~Rey POV~...
...Melakukan hal curang untuk menyengsarakan seseorang adalah tindakan orang rendahan....
...\=•\=•\=...
Bu Mai menatap pria itu sambil tersenyum, seolah sedang memberi hormat kepadanya.
Namun, aku masih belum tahu, siapa pria itu.
Apa dia adalah guru baru?
Apa dia akan menggantikan Bu Mai?
Uhh ... jika memang hal itu terjadi. Maka, aku pasti akan malas belajar.
"Selamat pagi, semua!" sapa Bu Mai dengan suara lantang.
"Selamat pagi, Bu!" balas semua murid di kelas 1-F, kecuali Ai.
Tak seperti biasanya, hari ini dia hanya diam dengan wajah sendu.
Entah apa yang dipikirkannya saat ini.
Tapi, kurasa, sebuah hal buruk baru saja terjadi kepadanya.
Hah ... gadis itu telah banyak mendapatkan perlakuan buruk.
Tidak ada yang bisa kulalukan, aku hanya bisa memberikan waktu sendiri untuknya.
...\=•\=•\=...
(Btw kira-kira gini lah ya penampakan Ai sekarang, siapa tau bisa bantu kalian berimajinasi.)
[Character : Shouko Nismishya dari anime Koe no Katachi]
...\=•\=•\=...
"Baiklah. Hari ini, ibu ingin menyampaikan dua informasi dari sekolah. Perhatikan baik-baik, ya! ... Hei, Shinji dan Sayu! Jangan mengobrol saat ibu sedang menjelaskan!" tegas Bu Mai memperingatkan kedua murid yang duduk di posisi tengah. Semua orang langsung memusatkan perhatiannya pada mereka, lagi lagi, kecuali Ai. Gadis itu sedari tadi hanya menatap jendela luar.
Grhhh sebenarnya ada apa dengannya? Apa dia menabrak tembok?
Ah, sudahlah ... hari ini, sebaiknya aku tidak mengganggunya dulu.
__ADS_1
Oh iya, mereka adalah Shinji dan Sayu. Mereka berdua adalah sepasang kekasih.
Namun, aku merasa kalau hubungan mereka itu emm ... bisa dibilang sedikit unik.
Pada umumnya, jika sang kekasih ulang tahun, maka pasangannya akan memberi hadiah-hadiah lucu atau manis.
Seperti, boneka, coklat, dan lain-lain. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku untuk mereka, saat itu, aku pernah melihat Shinji tampak sedang memberikan biawak kepada Sayu.
Sempat kaget, tapi aku tak ingin mengatakan apapun.
Lagipula, kalau mereka digigit, bukan urusanku.
"Maaf, Bu." Dengan cepat, Shinji dan Sayu langsung kembali ke posisinya semula.
Ketika mereka telah kembali ke posisinya masing-masing, Bu Mai pun melanjutkan pembicaraannya yang tadi terpotong. "Baiklah, semua. Jadi, seperti yang ibu katakan tadi, ibu ingin menyampaikan dua kabar. Yang pertama adalah, tentang kegiatan berkemah. SMA TOKYO memutuskan untuk mengundur kegiatan ini. Belum ada kabar pasti tentang kapan tanggal kegiatan kemah ini. Tapi yang pasti, sekolah akan mengusahakan secepatnya," ujar wanita itu menjelaskan informasi pertama.
"Kemudian, informasi kedua adalah ... tentang pria yang ada di depan kalian ini. Yep! Sekolah kita mendapatkan kepala sekolah baru. Karena suatu alasan yang tidak dapat diberitahukan, kepala sekolah lama di sekolah ini memutuskan untuk turun dari jabatannya. Jangan pernah menanyakan alasan kenapa dia melakukan hal itu! Ibu sudah bilang, alasan ini tidak boleh diberitahu kepada siapapun, dan tak seorangpun boleh untuk mencari tahu tentang hal ini, ya?" ujar Bu Mai panjang lebar.
Haish ... kenapa kepala sekolah harus mengundurkan diri? Padahal, menurutku dia sangat baik.
"Dan, kepala sekolah baru kita adalah tuan ini. Kahara-san, silakan memperkenalkan diri kepada murid-murid ...." Bu Mai mempersilakan Pak Kahara untuk memperkenalkan diri.
Pria itu pun mengiyakannya dengan senang hati. "Semuanya, selamat pagi!" sapa orang tersebut sembari melambai-lambaikan tangannnya.
"Selamat pagi, Pak!" Seperti biasanya, jika guru menyapa maka murid akan menjawab. Tapi, tidak dengan Ai.
Deg!
Aku terkejut tatkala mengetahui nama orang itu.
Nama itu, nama itu terdengar seperti nama yang pernah kudengar.
Eh tunggu, apa tadi dia mengucap 'Miyamoto'? Apa namanya bermarga 'Miyamoto'?
Tunggu sebentar, seingatku, Reina juga bermarga Miyamoto.
Jadi ... mungkinkah dia memiliki hubungan keluarga dengan Reina? Tidak, ini buruk.
Grghh ... sebuah ketidakadilan pasti akan terjadi, pasti.
"Bapak akan menjamin, sekolah kita akan lebih maju, lebih kuat, dan lebih sehat!" sambungnya sambil menunjukan senyum ramah. "Eemm ... bapak rasa, perkenalan bapak hari ini sudah cukup. Apa ada yang ingin ditanyakan kepada bapak?" lanjut pria itu.
Baiklah, ini adalah kesempatanku.
Aku akan bertanya tentang marganya.
__ADS_1
Apa dia benar-benar memiliki hubungan keluarga dengan Reina?
"Pak!" Aku mengangkat tangan kananku ke atas.
"Hm? Ah, iya, Nak. Apa ad yang ingin kau tanyakan?"
Aku menganggukan kepala dua kali, mengiyakan pertanyaannya.
"Eem ... ya sudah. Apa yang ingin kau tanyakan? Eh sebelum itu, kau bisa memperkenalkan diri terlebih dahulu," lanjutnya.
"Saya adalah Tachibana Rey. Saya memiliki satu pertanyaan. Namun, sebelum itu saya ingin meminta maaf, karena mungkin, pertanyaan ini lebih menjurus ke pertanyaan sensitif. Tapi, saya sangat membutuhkan jawaban bapak. Pak, saat saya mendengar nama bapak yang memiliki marga 'Miyamoto', saya langsung teringat kepada seseorang. Kalau tidak salah, namanya Reina Miyamoto. Dia memiliki marga yang sama dengan bapak. Jadi, saya ingin bertanya, apa dia adalah kerabat bapak? Ya, itu adalah pertanyaan saya, sekali lagi saya minta maaf jika menanyakan hal yang tidak sepatutnya ditanyakan," ucapku kemudian menyandarkan bahuku di kursi.
Astaga, aku merasa bahwa aku sangat keren hari ini.
"Hahaha ... pertanyaan yang bagus, Nak. Baiklah baiklah, bapak akan menjawab. Memang benar apa yang diucapkan oleh Rey, bapak memiliki hubungan keluarga dengan Reina. Bapak adalah saudaranya, atau lebih tepatnya paman. Tapi, jangan salah sangka dulu, bapak tidak akan pernah memperlakukan Reina dengan istimewa. Pokoknya, bapak akan berlaku adil untuk semua siswa. Tolong ingat ini, ya?" jelas orang itu.
"Baiklah, terimakasih atas perkenalannya, Pak. Semuanya, sekian dulu perkenalan untuk hari ini. Setelah ini, akan ada kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. Ingat, jangan berisik, ya? Sayonara, Minna!" Bu Mai dan Pak Kahara berjalan keluar.
"Sayonara, Mai-sensei!"
Grrhhh ... ternyata Reina telah bertindak. Sial, aku tidak menyadari hal itu.
Sekarang, dia sudah memiliki jaringan di sekolah ini, tak tanggung-tanggung, dia memiliki jaringan dengan kepala sekolah.
Belum lagi jaringan kelompok 'Black Blood' mereka yang sudah pasti memiliki banyak suruhan*.
Mungkinkah, orang yang menabrak Ai saat itu adalah suruhan Reina?
Jika memang benar, itu sangat berbahaya. Reina, dia sudah mulai bergerak.
Aku masih ingat bagaimana dengan entengnya mereka mengatakan bahwa mereka akan menyingkirkan Ai pada saat itu.
Kini, dengan hadirnya Pak Kahara dalam lingkungan sekolah kami, rencana Reina semakin kuat.
Ternyata dia sudah merencanakan ini matang-matang, perlahan-lahan, dia akan mulai mendekati dan merusak hidup Ai.
Ini, ini grrhh ... aku terlambat menyadari.
Sekarang, aku hanya bisa melindungi dan selalu melindunginya. Karena mereka bisa bergerak dimanapun dan kapanpun. Ai, dia dalam bahaya!
...\=\=\=\=...
Oi oi, hari ini kita ngadain pertanyaan lagi nih. Jawab ya.
Q. Kira-kira, apa yang membuat Ai sedih? Lalu, siapa yang membuat keningnya tergores?
__ADS_1
Jawab yaaaaa, nanti mungkin jawabannya bakal ada di chapter selanjutnya (Kalo gak Miku panjangin), chapternya pake POV Ai. Kapan-kapan, Miku bakal nyoba pake POV author hihi....
Arigatou Gozaimashita, Minna-san!