
...~Miku (Author) POV~...
...Jangan pernah percaya kepada orang lain. Karena mereka semua sama saja, sama-sama menyembunyikan keburukan di dalam topeng kebaikan. –Haru Nakajima....
...\=•\=•\=...
Seperti yang dikatakan oleh Ryuji, Ai pun mengikuti kemauan temannya itu. Ia dan Ryuji berjalan bersama menuju suatu tempat. Gadis itu tidak tahu Ryuji akan mengajaknya kemana, tapi dia percaya bahwa Ryu akan mengajaknya ke suatu tempat yang sepi. Dia berjalan mengikuti Ryuji yang ada di depannya, meskipun di hati Ai ada sebuah rasa takut akan kejadian buruk. Ya, kejadian buruk jika seorang laki-laki dan gadis berdua di tempat sepi. Tapi kembali lagi, Ai percaya bahwa Ryuji tak akan melakukan hal buruk kepadanya.
"Ryuji, apa tempatnya masih jauh? Apa tempatnya terletak di luar sekolah?" tanya Ai penasaran.
Ryuji menoleh ke belakang. "Tidak kok, Ai. Tidak jauh lagi. Kita hanya akan pergi ke halaman belakang sekolah. Itu adalah tempat dimana aku merasa tenang. Anginnya terasa menyejukkan. Jadi, kupikir, mungkin disana adalah tempat yang tepat untuk mencurahkan semuanya." jelas Ryuji.
Ai pun mengangguk, menandakan bahwa dia telah mengerti. Ryuji kembali meluruskan pandangannya. Suasana pun menjadi hening lagi.
Tapi, ternyata, mereka tidak sendiri. Melihat sahabatnya berjalan berduaan tentu saja membuat Rin dan Rey bertindak. Yaaa ... mereka mengikuti Ryuji dan Ai dari belakang. Para sahabat Ai ini sedang bersembunyi di belakang pohon sembari sesekali menengok ke arah Ai dan Ryuji. Mereka curiga dengan kata-kata Ryuji saat di kantin tadi. Rey dan Rin curiga dengan kata-kata Ryuji yang mengatakan bahwa dia tidak bisa mengatakan masalah ini kepada sembarang orang.
"Psst ... Rin, apa menurutmu Ryuji benar-benar curhat kepada Ai? Maksudku, dia mengatakan bahwa dia tidak mengatakan masalah ini kepada sembarang orang karena masalah ini pribadi. Tapi kenapa dia malah memperbolehkan Ai mendengarkan masalahnya. Apa Ai istimewa di matanya, begitu?" Rey bertanya-tanya kepada Rin.
"Ya, aku juga curiga dengannya. Tck, inilah alasan kenapa aku selalu ingin memukulnya saat melihat dia. Huftt ... tapi tak ada yang bisa kita lakukan saat ini. Kita harus mengikuti mereka saja. Jangan sampai kehilangan jejak!" ujar Rin.
Rey menganggukan kepalanya dua kali.
Kembali kepada Ai dan Ryuji. Mereka berdua masih berjalan bersama dengan posisi Ryuji di depan dan Ai mengikutinya di belakang. Gadis bermarga Mizhunashi ini sengaja melakukan hal tersebut, karena dia tidak mau orang lain menyangka bahwa dia dan Ryuji adalah pasangan. Ia mengganggap Ryuji hanya sebatas sahabat, tidak lebih.
"Ai, kenapa kau berjalan di belakangku? Apa mungkin aku ini jelek? Atau mungkin karena ada sesuatu yang menyeramkan?" Ryuji berhenti berjalan dan bertanya kepada Ai.
"Engg ... nggak ada apa-apa kok, Ryuji. Bu-bukan, aku hanya ingin melihat-lihat dulu. Jadi, a-aku berjalan di belakang." Ai menjawab pertanyaan laki-laki yang ada di depannya itu dengan jawaban asal. Pokoknya, dia menjawab sesuai dengan hal yang terlintas di pikirannya sekarang.
"Ah, begitu. Ya, aku ini memang tampan. Semua gadis pasti akan terpesona jika melihatku. Bahkan, Rey saja kalah dariku haha!"
Dari kejauhan, Rey dan Rin menatap mereka dengan tatapan sinis sekaligus kesal. Terutama Rey.
"Hmmm ... sejauh ini tidak ada yang aneh, 'kan, Rey? Mungkin, dia hanya ingin mengajak Ai jalan-jalan. Tapi, itu dari sudut pandangku. Kalau sudut pandangmu pasti lain. Ya, aku tak heran, sih ...," ucap Rin berbisik seraya melihat Rey yang berada di sampingnya.
"Cih, beraninya dia membicarakan hal seperti itu di belakangku. Jika aku bertemu dengannya lagi, maka aku pasti akan memukulnya." Dia sangat marah, bahkan gigi-giginya sampai bergesekan.
"Upssi ... sepertinya kamu telah terbawa suasana. Rey, tenanglah! Dia hanya bercanda! Kita akan ikuti mereka dulu. Jangan sampai kehilangan jejak!" Lagi dan lagi, gadis kelahiran Indonesia ini menenangkan Rey agar tidak terbawa emosi.
"Ergghh ... hahh ...." Pada akhirnya, Rey terpaksa memendam kembali amarahnya yang nyaris saja meledak itu. Dia ingin agar semua berjalan sesuai rencananya.
__ADS_1
"Eem ...." Ai bingung harus menanggapi Ryuji bagaimana. Karena, di satu sisi dia tidak mau sahabatnya marah. Tapi di sisi lain, Ai juga mempedulikan fakta bahwa ucapan Ryuji tidak tepat. Karena menurut Ai, Rey lebih tampan daripada Ryuji. "I-iya ... emm ... ayo cepat kita ke halaman belakang, Ryuji! Aku ingin cepat-cepat pulang soalnya." Dengan cepat Ai langsung mengubah topik pembicaraan. Gadis dengan rambut agak panjang ini tidak mau terjebak dalam situasi yang menyulitkan.
"Oh, kau buru-buru, ya? Baiklah baiklah. Ayo!" Ryuji tersenyum kemudian kembali berjalan. Sama halnya dengan sang sahabat, Ai pun mulai berjalan di belakangnya.
Sedangkan di balik pohon, Rey dan Rin masih mengamati mereka berdua dengan saksama.
"Cepat jalan, Rey! Mereka sudah mulai bergerak!" Rin memukul-mukul bahu Rey pelan, mengajak orang yang ada di sampingnya teraebut untuk ikut berjalan.
"Hehh ... kau menginjak kakiku tau!" Rey menatap Rin sembari menunjuk kakinya.
"Ha?" Saat Rin melirik ke bawah, barulah dia menyadari bahwa kakinya memang menginjak kaki Rey. "Elaah, ya maaf, aku nggak lihat tadi." Gadis yang dikenal dengan sebutan 'Gadis jutek' ini mengangkat kakinya yang menginjak kaki Rey.
"Ayo cepat!" Rin berjalan lebih dulu.
Namun, ketika mereka hendak berpindah tempat, tiba-tiba sebuah kejadian tak terduga datang menimpa mereka. Sepasang tangan manusia menarik tubuh mereka ke arah belakang hingga nyaris terjungkal.
"Aarhhh!" jerit Rin terkejut. Saat dia telah membuka matanya, barulah Rin sadar bahwa sekarang ini, tangannya sedang dipegang oleh seorang pria dewasa bertubuh kekar. Bukan hanya Rin saja yang ditangkap, akan tetapi Rey juga.
Kedua pria itu menangkap Rey dan Rin. Pria bertubuh kekar dan besar, mengenakan setelan jas lengkap. Kemudian kacamata hitam yang menutupi mata mereka. Dilihat dari ciri-cirinya, Rin pun berpikir bahwa mereka ada bodyguard.
"Hei, siapa kalian?!" tanya Rey sembari berusaha melepaskan diri.
Ugh!
"Aaa-aakh ...." Alhasil, dia pun menjadi tidak sadarkan diri.
"REY! Heerghhh ... lepaskan aku!" Rin berupaya memberontak sekuat tenaga. "Grhhh ...."
Bug!
"Aakhh ...."
Namun, pada akhirnya, dia malah bernasib sama. Rin terjatuh tak sadarkan diri karena menerima sebuah pukulan di bagian leher.
Setelah membuat Rey dan Rin tak sadarkan diri, salah satu pria itu mengambil ponselnya kemudian menghubungi seseorang.
"Nona, kami telah melakukan tugas kami. Kedua orang tadi telah kami buat tidak sadarkan diri," ujar pria itu.
"Bagus, tak sia-sia aku menyewa kalian. Okee, kalian bawa mereka ke dalam mobil, jangan lupa ikat!" balas seseorang di sisi seberang yang adalah orang di sambungan telepon.
__ADS_1
"Baiklah, Nona. Lalu, apa yang harus kita lakukan setelah itu? Apa kami berdua harus membuangnya?"
"Hm? Tidak perlu. Sudah, itu saja."
"Baik, Nona!"
Setelah pembicaraan berakhir, sang pria yang memegang ponsel langsung menengok ke arah rekannya. "Nona mengatakan bahwa kita harus membawa dua anak ini ke dalam mobil saja. Dan jangan lupa diikat!" ucapnya memberitahu apa yang dia dengar.
"Oke, apa yang kita tunggu? Ayo cepat!"
Kedua pria tadi menganggukan kepala kemudian membawa Rin dan Rey ke dalam sebuah mobil mewah.
Sementara itu, Ai mengernyitkan keningnya. "Ryuji, apa kau mendengar suara teriakan seseorang tadi?" Ai bertanya kepada Ryuji.
"Suara teriakan? Suara teriakan apa, Ai? Aku tidak mendengar apapun tadi ...."
"Eem ... ya, mungkin hanya perasaanku saja haha!" ucap Ai sambil tertawa kecil.
Ryuji juga tertawa kecil. Namun, ekspresi wajahnya langsung berubah saat melihat kedua pria tampak sedang membawa Rey dan Rin. Tapi, bukan ekspresi bingung atau panik, dia malah menunjukan reaksi yang berbeda. Ya, dia langsung menampakan senyuman yang sulit diartikan.
"Berhasil ...," lirihnya.
\=•\=•\=
Di tempat lain, seorang gadis berseragam sekolah lengkap, memasukan kembali ponselnya ke dalam tas. Ia lalu tersenyum.
"Hihi, kali ini kau tak akan bisa lolos, Mizhunashi Ai." Gadis itu tersenyum miring.
...\=•\=•\=...
(Ceritanya, ini gambar Miku)
Jangan lupa tinggalkan jejak, ya! Emm ... Miku cuma mau ngasih tau nih, kalo ramadhan udah selesai, mungkin Aishiteru bakal jarang up. Paling tiga hari sekali. Soalnya, Miku harus belajar buat PAS + nyelesaiin seluruh tugas yang belum Miku kerjain.
Haihh ... padahal Aishiteru udah mau tamat sebentar lagi. Tapi, ya, sekolah juga masih yang pertama ya kan.
Source : (Pinter-est)
__ADS_1