
"Aku pulang ...," ucapku sembari melepas sepatuku. Pasa saat yang bersamaan, aku melompat ke belakang karena terkejut. Ibu bersandar di tembok tepat di depan pintu. Wajahnya terlihat sangat marah, seolah menjelaskan bahwa dia ingin menghabisi seseorang. Dan aku tahu, orang itu adalah aku.
Meski sebenarnya rasa takut menyelimutiku, tapi aku mencoba untuk tetap tenang. Mungkin saja, ibu tidak tahu kalau aku dikeluarkan dari sekolah. Dengan langkah kaki pelan, aku berjalan ke arah kamarku. Namun, tiba-tiba ibu berteriak.
"Dari mana saja kamu?!" tanya ibuku dengan suara tegas.
Aku menelan ludahku, lalu menengok ke belakang. "A ... ano, a-aku ketiduran di bus, Bu."
"...."
Tidak ada jawaban apapun darinya setelah aku mengucapkan jawaban itu. Tanpa mengatakan sepatah katapun, ibu langsung mendekatiku.
"Kamu dikeluarkan dari sekolah? Bagaimana bisa?!" tanya ibu marah.
"I-ibu mengetahuinya? Ba-bagaima–"
"KENAPA KAU BISA DIKELUARKAN DARI SEKOLAH, HA?!"
Seperti dugaanku, ibu benar-benar marah. Dia bahkan tak memberiku kesempatan berbicara.
"Ini semua karena ulah salah satu gadis di sekolahku. Dialah yang telah membuatku dikeluarkan dari sekolah. Apa ibu tau? Kepala sekolahku adalah paman gadis ini. Jadi, –" Di saat aku ingin menjelaskan semuanya, tanpa kuduga, tangan ibu melesat kencang di pipiku.
Plak!
Dia menamparku ... lagi. Tapi, kali ini dia tak hanya sampai di situ, Ibu menarik rambutku yang terurai dengan sangat kencang.
"Awwwhhh ibu ...."
"Kau ini, dasar anak tak tahu diri. Ibu sudah membiayaimu sampai seperti ini. Ibu juga sudah mulai ingin menerimamu sebagai anak ibu. Tapi, ini balasanmu? Awalnya ibu merasa kasihan padamu, tapi sekarang, ibu tak akan menahan semuanya. Kau sangat keterlaluan!" Seraya menguatkan jambakannya, ibu mengatakan hal itu. Dia merasa seolah dia mengetahui apapun.
Dan lagi, aku menangis lagi. Lemah, aku terlalu lemah untuk hidup. Jika aku harus mati sekarang, maka mungkin itu yang terbaik. Setidaknya, aku tak akan merasakan penderitaan lagi, iya kan?
Pandanganku mulai kabur, wajah ibu mulai tampak samar-samar. Ya, aku tahu, aku akan mati sebentar lagi. Badanku mulai terasa mati rasa, sakit, ya ini terasa sangat sakit. Tapi mau bagaimana lagi, toh tak ada yang bisa kulakukan. Tidak, aku tak boleh kecewa, jika aku harus mati, setidaknya aku harus mati dalam keadaan tersenyum.
"Hei, jangan diam saja kau!"
Ibu melayangkan satu tangannya lagi, hmm ... kurasa ini cukup untuk membunuhku. Sudahlah, aku sudah tak punya kekuatan lagi.
"Ibu, berhenti!!" Namun, secara tiba-tiba Miku datang dan memegang tangan ibu.
"Mi-Miku, apa yang kau lakukan di sini? Kau tak perlu ikut campur. Ini adalah urusan ibu dan Kak Ai!"
__ADS_1
"Ibu ... kenapa ibu menyiksa Kak Ai seperti ini? Lihatlah, Kak Ai, rambutnya acak-acakan. Ibu, apa Kak Ai adalah anak ibu? Kalau iya, kenapa ibu memukulinya seperti ini? Lalu, kenapa ibu tidak memukuliku? Aku kan anak ibu juga. Eem, kemarin aku tanya ke temanku. Aku tanya, 'Apa kakakmu bahagia?' kepadanya. Lalu dia menjawab, 'iya'. Ibu, aku mau Kak Ai juga senang seperti kakaknya temanku. Aku mau melihat Kak Ai tersenyum ...." Dia ... Miku, ... haha ... hatinya memang hangat. Aku tak tahu ternyata dia bisa berbicara sebaik ini. Sekelas usianya, Miku adalah anak yang sangat pintar. Aku beruntung memiliki adik sepertinya.
Tapi, di sisi lain, apapun yang dikatakan olehnya tak akan mampu membuat ibu memaafkanku. Ibu sudah membenciku dari dulu.
"Miku, sudahlah. Lebih baik kamu tidur sana dan kunci kamarmu. Kalau tidak, ibu malah akan semakin menyiksanya."
"Umm ...." Miku masih menatap ibu dengan tatapan marahnya. Akan tetapi, tak berselang lama, dia pun mengangguk. "He'em. Tapi ibu janji tak akan melukai Kak Ai lagi!"
"Iya."
Tepat setelah ibu mengatakan jawaban itu, Miku kembali ke kamarnya. Ia lalu mengunci kamarnya, seperti apa yang ibu perintahkan.
"Hah ...." Ibu menghela napas. "Ai, ada yang ingin ibu katakan kepadamu. Sebenarnya ini adalah rahasia yang sudah ibu jaga sampai detik ini. Tapi mengetahui bahwa kau seperti ini, ibu tak bisa menjaga rahasianya lebih lama. Kau bukan anak kandung ayahmu!" lanjutnya menjelaskan. Tunggu, apa maksudnya?
"Maksud ibu?"
"Ya, kau bukan anak kandung ayahmu. Sejujurnya, kau adalah anak dari perselingkuhan ibu dengan seorang pria. Maka dari itu, ibu sangat membencimu."
Deg!
Jelas, saja aku terkejut. Seperti sedang tersetrum. Aku ... adalah anak hasil perselingkuhan ibu? Eekhh, kenapa harus begitu. Kenapa aku harus lahir begini?
"Perselingkuhan?"
"Ini, alamatnya. Ibu sudah menulisnya di awal."
Aku tertunduk lesu, rasa sakit di badanku masih sedikit terasa. Namun, kali ini aku tidak menangis melainkan tersenyum. Aku bahagia tatkala mengetahui bahwa ternyata aku masih memiliki ayah. Tak peduli seperti apa dia, tapi dia tetap ayahku. Aku bahagia sekali.
"Baik." Aku mendongak untuk mengambil alamat Pak Tatsuo ini, tidak maksudku ayah. Setelah itu, aku berjalan keluar rumah dan menuju jalan besar. Sedangkan ibu menatapku dari kejauhan. Di waktu senja itu, aku berjalan sendirian. Bertanya kepada orang lain tentang alamat rumah ini. Walaupun aku masih mengenakan baju sekolah dan tidak membawa barang apapun untuk persiapan.
Aku tak peduli, aku tak peduli tentang hal itu. Yang ada di pikiranku saat ini hanya untuk menemuinya. Menemui ayahku, ayahku yang sebenarnya. Ini semua kulakukan, untuk mendapatkan kebahagiaanku.
Ai to Shiawase natta.
\=•\=•\=
Elaaahhh akhirnya setelah sekian lama. S1 AtS selesaii minna. Haihh, masih banyak kekurangan dalam novel ini. Tapi, Miku bakal berusaha untuk berkembang di S2 nanti.
Untuk semuanya yang udah mau baca, makasih bangett. Kalo bukan karena kalian, mungkin Miku nggak mau nulis ni novel sampe tamat lol. Bener² terimakasih dehhh.
Ah iya, inget, AI TO SHIAWASE BELUM SEPENUHNYA TAMAT. Masih ada kelanjutan kisahnya Ai, Rin, Rey, Ryuji, And Reina. Dan kita bakal kehadiran banyak tokoh tokoh baru, seperti ; Tatsuo Yumeno, Hikari Tachibana, Akio Takeuchi. Pastinya bakal nambah warna di kisahnya Ai.
__ADS_1
Nantikan pokoknya! Miku bakal kembali bersama Ai to Shiawase S2. Untuk akhir² ini. Miku bakal sibuk sekolah, udah naik kelas 9 jadi harus extra belajarnya. Tp tenang aja, tetep nulis kok. Ya udah segitu aja, pokoknya Arigatou Gozaimashita.
Miku
°°°
Ending song :
Zuutto shitakatta koto wa tsuini~
Kimi to wa dekinai mama~
Tou tou okarimashita~
Hizuke ga kawaru koro ni te wo~
Tsunaide konbini e aruku wa~
Watashi no tonari ni chigau hito ga iru yo~
'Aishiteru' to iware te mo~
Kimi janai kara~
Watashi wa jouzu ni warau koto ga dekinai~
Ichi do mo sono kotoba wo kuchi ni~
Shi nakatta kimi wo kimi wo~
Watashi wa wasurerarezu ni iru yo~
Song : Kimi dattara - Happy Birthday
(Disarankan mendengar lagu ini sambil membaca, untuk pengalaman yang lebih baik. Www gak harus sih, tapi lagunya emang de best. Aku sukaaaa)
__ADS_1
"Yang datang pasti akan pergi, tapi tak menutup kemungkinan bahwa yang pergi akan kembali. Mohon maaf kalau ada kesalahan dan kekurangan, sampai jumpa di series Ai to Shiawase selanjutnya. Sayonara daaaa!!"