Ai To Shiawase

Ai To Shiawase
Ch. 44 : Kenapa, Ryuji?


__ADS_3

...Ekspresi yang aneh dan tingkah laku yang berubah. Apa yang terjadi kepadanya?...


...\=•\=•\=...


Aku dan Rey memutuskan untuk pergi ke kantin. Saat kami baru saja keluar dari kelas, seperti biasa, Ryuji dan Rin sudah menunggu di depan kelas. Sepertinya, mereka sudah menunggu lama.


"Hei, kenapa kalian lama sekali? Aku kira, kalian tidak pergi ke kantin tadi." Rin mengubah posisinya yang awalnya bersandar di tembok, menjadi kembali berdiri.


"Iya, aku nyaris kembali ke kelas," sahut Ryuji.


Wajah mereka berdua terlihat sangat kesal, ya tidak begitu kesal, sih. Hanya saja, mereka terlihat seperti sedang kecewa.


Melihat hal itu, aku pun berinisiatif untuk memberi penjelasan. "Aa-ah ... maaf. Aku sedang merasa tidak enak hari ini, jadi aku sempat berpikir-pikir dulu untuk pergi kantin. Maaf membuat kalian menunggu ...."


"Aigoo ... kenapa kau tak mengatakan kepadaku, kalau kau sedang sakit? Jika aku tahu itu, maka pasti aku akan membantumu, Ai!" Setelah mendengar penjelasanku, raut wajah Rin langsung berubah seketika. Ekspresi wajahnya seperti menunjukan rasa lega.


"Terima kasih atas perhatiannya, Rin." Aku tersenyum ramah kepada Rin.


Meskipun ... senyuman ini belum sepenuhnya jujur.


"Eemm ... lihat, sudah jam berapa ini! Waktu istirahat kita akan segera berakhir. Ayo cepat!" dalih Rey setelah melihat jam tangannya.


"Baiklah. Ayo! Eh omong-omong, Rey ... hari ini aku tidak membawa uang, loh. Jadi, aku ditraktir olehmu saja, ya?" ujar Rin santai.


"Ee-ehh? Maksudmu aku harus menraktirmu begitu? Tidak tidak ... aku menolak. Sudah berapa kali aku membelikanmu makanan, Rin! Dan selalu saja, alasanmu itu 'lupa membawa uang'. Apa kau tahu? Aku adalah orang yang merasa dirugikan di sini. Jadi, maaf, hari ini aku tak bisa membantumu, Rin!" tolak laki-laki itu.


"Elaahhh ... pelit kali kau ni Rey. Ya sudah kalau begitu. Tidak jadi. Eem ... tapi apa kau ingin tahu tentang suatu hal?"


Rey menghela napas berat dengan wajah yang tidak enak dipandang. "Heihh .... tipudaya apalagi ini. Rin, sudah kubilang, hari ini aku tidak bisa membayari makananmu. Titik, tak perlu berdebat, karena aku tidak suka itu!"


Rin berlari mendekati Rey. "Hei, ayolah! Dengarkan dulu!" tegas Rin kesal.


"Baiklah baiklah. Aku akan mendengarkan ucapanmu. Tapi, aku tak bisa menjamin kalau aku akan mempedulikannya," ucapnya dengan suara malas.


"Hmm ... tidak sampai kau tahu apa yang ingin kubicarakan kepadamu. Psstt ... ini tentang cara mendapatkan hati seorang gadis dambaan." Rin berbisik pelan di dekat wajah Rey. Pipi mereka saling berdekatan.


Aissh ... kenapa aku kesal saat melihat mereka?


Jangan bilang kalau aku cemburu?


Hei tidak tidak ... aku tidak mungkin cemburu kepada sahabatku sendiri. Aku percaya bahwa mereka hanya sahabat, ya, sahabat seperti biasa. Ti-tidak ada bedanya. Ya, seperti itu kurasa. Lagipula, Rey dan Rin adalah dua orang yang memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang.


Rey, dia adalah tipe laki-laki cool dan manis. Saat bersamanya, aku selalu merasakan kehangatan tiada tara. Dia selalu ada di sisiku saat aku bingung harus melakukan apa. Melihatnya tersenyum adalah salah satu dari beberapa kebahagiaan yang kualami selama ini.


Sementara Rin, dia adalah tipe sahabat yang agak sedikit bar-bar. Dia adalah gadis yang sangat ramah, ramah dalam artian yang berbeda maksudnya. Sama seperti Rey, dia selalu ada di saat aku merasa sedih atau kehilangan semangat. Meskipun saran yang diberikan olehnya kadang tidak masuk akal, akan tetapi aku tetap menyukainya. Menyukainya sebagai seorang teman dan sahabat.


Jadi, maksudku adalah ... Rey dan Rin hanya sahabat dekat, tidak lebih.


Eem ... aku juga tidak begitu yakin, sih.


"He? Apa maksudmu? Jangan aneh-aneh kamu, ya?!" Kening Rey mengkerut, menandakan amarahnya akan segera meledak. Tapi, jika Rey benar-benar memarahi Rin, maka sebuah hal buruk akan terjadi. Hii ... membayangkan para siswa yang telah masuk rumah sakit gara-gara Rin saja telah membuatku gemetar.

__ADS_1


"Hei tenanglah dulu! Kau ini, sama sekali tidak mempedulikanku, hmp!" Rin menggembungkan pipi bagian kanannya.


"Memang," jawab Rey singkat, seolah tak merasa bersalah.


"Hee ... kau ... heeehh ... hufttt ... aku ingin memberitahu kepadamu cara-cara agar para gadis tertarik kepadamu. Jadi, kau mau mendengarkannya tidak?"


"Hahh ... ya sudah. Terserah kamu!"


"Nah, begitu dong daritadi. Jadi begini Rey ... cara menarik perhatian gadis dambaan itu ada tiga ; yang pertama, kau harus selalu ada di saat dia merasa sedih, yang kedua, kamu harus selalu siap dan tanggap saat dia sedang berada di sebuah kondisi mengejutkan, yang ketiga, jangan lupakan orang-orang terdekatnya. Kadang, para gadis akan menganggapmu baik jika kamu juga berbuat baik kepada orang yang ada di sekitarnya. Seperti orang tua, saudara, atau sahabat," bisik Rin dengan suara cukup lirih.


"Hmm ... tips yang bagus. Tapi aku ragu dengan tips yang terakhir." Rey kembali memasang wajah tidak yakin.


"Elaahh ... aku ini juga gadis kau tahu. Jadi, aku tahu apa yang membuat gadis tertarik kepadamu, para kaum laki-laki. Ehem ... tips ini pasti berlaku kepada Ai. Karena dia ini gadis yang polos dan lugu. Jadi, ini saranku, sih. Ikuti saja tips tadi. Aku yakin, Ai pasti akan tertarik kepadamu!" bisik Rin lagi.


"Benarkah?"


"Ya ya ya ... percayalah kepadaku. Aku ini Rin, Nakamura Rin. Sudah lulus tahap verifikasi gadis pengajar. Banyak laki-laki yang sudah terbantu dengan jasaku. Yang lebih bagusnya lagi, aku melakukan ini tanpa dipungut biaya. Hanya beri aku ramen semangkuk, itu saja sudah lebih dari cukup kok."


"Aishhh ... entah kenapa kalimatmu ini terdengar mencurigakan. Oke oke, aku akan percaya kepadamu untuk saat ini. Tapi, jika caramu ini gagal, maka tak akan ada lagi acara menraktir, oke?!" ucap Rey berbisik.


"Hah ... iya deh iya," balas Rin.


Mereka berdua ini ... meskipun berbisik, tetapi suaranya masih terdengar jelas di telingaku.


Bagaimana tidak?


Aku berdiri di dekat mereka, jika diukur, kira-kira satu meter. Apalagi, suara mereka juga terdengar sedikit keras. Hah ... Rin dan Rey sedang membicarakanku, tapi kurasa, Rin melakukan itu bukan untuk membantu Rey, melainkan ingin ditraktir ramen sekali lagi.


Aku beruntung memiliki sahabat sepertinya.


Oh ya, aku baru ingat, aku dan Rey tidak masuk klub melukis kemarin. Dan kakiku malah terluka karenya.


Awhh ...


Rasa sakit itu muncul lagi. Kakiku masih belum sembuh sepenuhnya, tapi rasa sakitnya mulai berangsur-angsur menghilang.


"Rin, Rey ... jam istirahat sebentar lagi selesai. Ryuji juga sudah menunggu dari tadi. Ayo cepat ke kantin!" ajakku sambil menunjukan senyuman ramahku seperti biasa.


"Kau benar, Ai. Kalau begitu, ayo!" Rin berjalan lebih dulu, meninggalkan Rey di belakangnya. Aku tertawa kecil saat melihat tingkah laku Rin.


Pada saat yang bersamaan, aku melirik Ryuji. Ia terlihat berbeda dari biasanya. Raut wajahnya memancarkan ekspresi semacam khawatir atau sejenisnya.


Apa yang terjadi kepadanya?


...\=•\=•\=...


Konnichiwa, Minna-san!


Miku minta maaf soalnya kemarin gak bisa up. Padahal ini udah ditulis dari kemarin.


Alesannya agak sedikit kocak sih. Kemarin, Miku sekeluarga lagi ngecat rumah awokawok. Padahal lebaran masih lama, tapi kata ayahnya Miku gak papa. Siap siap dari jauh gitu eaak...

__ADS_1



(Source : Pintarast/Pinteres)


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, ya?!


...\=•\=•\=...


Eh btw Miku mau promosi nih



PERHATIAN! PERHATIAN! PENGUMUMAN PENTING!🔥


*Event Lomba Cerpen oleh Scary Black Roses* telah tiba!🥳


🌹TEMA : TOLERANSI DAN CINTA KASIH (bisa pilih salah satu saja)


🖤 GENRE : BEBAS


🎁 HADIAH


Juara 1 : Tongkat cahaya


Juara 2 : Kue dan tanaman cinta


Juara 3 : Mantap dan 5 bintang


(Semua hadiah dibagikan di audio room. Hadiah bisa saja bertambah)


📌 CATAT YA! (TANGGAL DIPERPANJANG)


Pendaftaran : 23 - 26 April


Perlombaan : 27 April - 3 Mei


Penilaian : 4 - 5 Mei


Pengumuman : 6 Mei


📌 Jika kamu ingin menjadi peserta, daftarkan nama kamu ke nomor WA 081996668610 (Bella Belvis)


⚠️ SEMUA INFORMASI TAMBAHAN AKAN DIBERIKAN DI DALAM GRUP WA LOMBA ⚠️


Best regards,


Scary Black Roses🌹🖤


...\=•\=•\=...


Ikut ya man teman, bagi yang berkenan.

__ADS_1


__ADS_2