
Pria asing itu membawa Dira menuju ke apartemen dengan mobil miliknya. Hanya membutuhkan waktu 15 menit saja, mereka sudah sampai di lobi depan.
Pria asing selalu tersenyum ramah, dia pun bersikap sopan. Itu lah sebabnya Dira sangat yakin jika pria ini bisa menolong nya.
Dira lalu mengikutinya sampai masuk kedalam lift, dia melihat pria asing menekan tombol 10.
Mereka keluar dari lift secara bersamaan dan berjalan lurus tak jauh menuju pintu apartemen milik nya.
Sebelum pria asing membuka pintu, Dira sempat bertanya.
"Apa aku aman di dalam sana?" tanya Dira masih merasa takut jika Erick tengah mengintai nya.
"Tempat ini sangat aman dan aku akan membuat mu senyaman mungkin malam ini," jawab pria asing dengan senyuman aneh nya.
Dira membalas senyuman itu dan akhir nya mereka masuk bersama.
Disisi lain, Erick sedang lari menuju mobil di area Basement.
Dia dengan cepat langsung menancap gas dan mobil meluncur keluar.
Sambil menyetir Erick lalu membuat sebuah panggilan telepon untuk Jesica.
"Halo," jawab Jesica dengan suara lesu nya.
"Dira kabur," balas Erick dengan suara nya yang tegang.
"APA, KO BISA!" teriak Jesica.
"Ini gawat, aku gak bisa lacak lokasi nya karena dia kebetulan gak pakai gelang itu."
"Kamu gila Erick, sungguh gila! Kamu kenapa bisa seceroboh ini."
"Sudah gak ada waktu, aku sudah mengirim gambar. Tolong kamu secepatnya cari tau siapa orang ini. Seperti nya Dira sedang berada dengan orang itu."
Erick langsung menutup telepon nya, dia menyetir dengan wajah marah dan gelisah.
Dia terus saja melihat layar HP berulang kali, berharap Jesica segera menelepon nya.
Butuh waktu 3 menit saja, Jesica kembali dengan panggilan nya. Erick langsung menerima dengan cepat.
"Ya Halo," ucap Erick tambah panik.
"Aku sudah berhasil melacak nya dalam sistem data base, Nama nya Kevin Savander, Usia 25 tahun, pekerjaan saat ini sebagai trader Forex dan," suara itu terputus.
"Dan apa?!" bentak Erick.
"Dia adalah mantan petarung MMA, satu bulan lalu baru keluar penjara karena kasus pelecehan wanita dan anak dibawah umur."
Erick geram mendengar nya, tanganya langsung memukul keras stir mobil. Matanya langsung merah dan berair.
"Aku sudah kirim alamat dan nomor kamar nya, tapi Rick kali ini kamu harus lebih hati hati, kamu sedang menghadapi orang yang berbahaya," jelas Jesica khawatir dengan keadaan yang telah terjadi.
__ADS_1
Erick menutup panggilan dan langsung menancap gas dengan kecepatan maksimum.
*****
Dira duduk dengan santai dan manis di atas sofa, dia sedang melihat lihat sekitaran apartemen milik pria asing itu.
Pria asing berjalan keluar dari dapur dan membawa segelas es lemon tea. Dia duduk disampingnya dan memberikan gelas itu.
"Makasih ya," balas Dira dengan senyuman.
Dira lalu segera menghabiskan isi gelas itu tanpa sisa.
"Kamu sudah telepon polisi?" tanya Dira penasaran.
"Polisi?" jawab pria asing itu dengan senyum aneh dan wajah bingung.
"Iya polisi, kamu tahukan siapa aku?"
"Iya aku tahu, kamu kan wanita cantik dan seksi yang aku lihat di supermarket," ucapnya sambil tertawa sinis.
Dira lalu berdiri dan tak sengaja menjatuhkan gelas, tangan dan kaki nya lemas dan gemetar. Wajahnya mulai menunjukan ketakutan.
"Kamu tahukan namaku?" tanya Dira dengan sangat cemas.
"Mmm biar ku tebak ya, nama kamu Melia kan? ahhh kaya nya bukan deh, Stevani? ya ya aku ingat sekarang, kamu Stevani yang pernah aku booking di hotel kemarin?" tanya pria asing dengan senyum jahat dan licik nya.
Dira sangat terkejut, dia benar benar dalam bahaya. Pria ini bukan lah seorang yang dia harapkan.
"Kamu salah orang, sebaiknya aku pulang saja," ucap Dira dengan cepat.
Dira lalu berjalan terburu buru dan dia harus segera keluar dari tempat berbahaya ini.
Belum saja ia mencapai pintu, pria asing itu langsung menarik tubuh Dira dengan kasar dan memukul kepala nya dengan tongkat baseball.
BUUUK!
Seketika tubuh wanita itu langsung jatuh terkapar di lantai. Dira tidak sadarkan diri.
Pria asing itu tertawa sinis, dia lalu segera menyeret tubuh Dira dengan kedua tanganya. Dia seret sampai tubuh nya naik ke atas kasur.
"Wanita memang selalu merepotkan," ucap pria asing itu sambil membuka kancing kemeja nya.
Dengan mata mesum nya, pria asing itu lalu naik keatas kasur. Dia begitu sangat bergairah, melihat betapa indah lekukan tubuh wanita yang sedang pingsan itu.
Badannya langsung naik keatas tubuh Dira, bibir nya bersiap untuk mencium seluruh wajah wanita itu.
Namun tiba tiba kaki Dira bergerak ke atas. Dira melayangkan sebuah pukulan kaki ke arah ******** pria itu dengan sangat keras.
Pria asing itu menjerit kesakitan, dia langsung menutupi area *********** dengan tangan.
Ternyata Dira sudah bangun, dia langsung berusaha keras keluar dari atas kasur.
__ADS_1
Dengan langkah kaki gemetar, lemah dan kepala sangat pusing. Dira berjalan terhuyung huyung menuju pintu.
Namun saat berhasil sampai pintu dan mencoba membukanya, pintu itu tidak bisa terbuka. Karena sudah menggunakan sistem sandi.
Pria asing lalu berjalan menghampiri Dira yang mematung di depan pintu. Dia lalu dengan kasar menjambak rambut dan menjatuhkan nya ke lantai.
Bruuukk!
"Hei wanita ******, percuma saja, kamu gak akan bisa keluar dari sini. Tidak ada yang akan menolong mu," ucap pria asing itu dengan tatapan sadis.
Dira dengan posisi merunduk hanya bisa menangis merintih kesakitan. Dia hanya bisa memohon dan berlutut ke si penjahat itu.
"Tolong jangan sakiti aku," ucap Dira dengan lirih.
Mendengarnya malah membuat pria itu semakin berani, dia lalu menyeret tubuh wanita itu dengan cara menjambak rambutnya sangat kasar.
Pria itu lalu mengambil sebuah ikat pinggang berbahan kulit dan mengikatnya di leher Dira. Dia mencekik leher Dira dengan sangat kencang.
Wajah Dira seketika membiru, mulut nya menganga, matanya masih mengeluarkan air mata. Dira sudah di ujung kematian.
Tiba tiba ada suara gebrakan dari arah pintu. Pria asing terkejut melihat pintu itu berhasil di dobrak oleh seorang pria kekar.
Dia melihat Erick langsung berlari menuju arah nya dan memukul wajahnya dengan sebuah tinjuan dahsyat.
Sampai pria asing terpental menabrakkan dinding.
Erick dengan cepat menyelamatkan Dira terlebih dahulu, dia melepaskan ikatan pinggang yang melilit leher nya.
Seketika Dira mulai bisa bernafas, wajah nya sudah kembali normal dan kedua matanya perlahan membuka.
Dira melihat Erick menangis untuk pertama kalinya, wajah nya yang tampan dipenuhi rasa bersalah.
"Erick, maafkan aku," ucap Dira dengan lemah.
Erick lalu memeluk Dira sangat erat, dia terus menangis di dalam pelukan wanita itu.
"Maaf, aku datang terlambat," ucap Erick dengan perasaan hancur lebur.
Dira kembali pingsan, Erick panik di buatnya. Namun nahas, dari belakang Erick dipukul oleh pria asing menggunakan botol bir.
Namun Kemarahan Erick membuat nya sangat kuat, dia lalu menatap balik pria asing dengan sangat bengis.
"Ku bunuh kau," teriak Erick yang langsung memukul balik leher dan kepala nya.
Terjadi sebuah pertengkaran sangat hebat, mereka saling menjatuhkan satu sama lain.
Saling mendorong, menangkis dan mendaratkan jotos yang kuat.
Kedua nya babak belur, wajah mereka penuh dengan cipratan darah. Semua terlihat seimbang.
Lalu siapakah yang menang dalam pertarungan sengit ini?
__ADS_1
Mengingat pria asing adalah mantan petarung MMA, dia tidak mudah untuk di kalahkan.