AKU DICULIK CEO TAMPAN

AKU DICULIK CEO TAMPAN
Misi Dimulai


__ADS_3

Tepat pada pukul tiga sore. Mobil Hary sedang terparkir di depan bangunan sekolah Hanum. Dia tidak sendiri, disampingnya ada Erick.


Mereka berdua dengan sabar dan tanpa kata menunggu jam pulang sekolah Hanum. Kedua pria gila itu sedang sibuk dengan pikirannya masing masing.


Entah apa yang sedang Erick rencanakan, namun ide untuk menggunakan anak kecil dibawah umur sangat beresiko.


Suara bel mulai menggema sampai luar sekolah. Seketika satu persatu siswa dan siswi keluar dari pintu sekolah. Mereka pun disambut hangat oleh para satpam penjaga sekolah.


"Kita harus menunggu Hanum masuk sendiri kedalam mobil. Ini adalah kebiasaanya," ujar Hary dengan wajah siaga.


"Kita harus hati hati, jangan sampai wajahku terlihat oleh orang sekitar maupun CCTV," timbal Erick dengan serius.


"Santai lah pak bos, tugas saya adalah menjemput Hanum saja kan?" tanya Hary kembali.


"Jangan banyak argumen, cukup turuti saja perintahku," omel Erick dengan wajah acuh.


Tak lama setelah itu, sosok anak kecil cantik berjalan menghampiri mobil. Hanum lalu mengetuk pintu kaca mobil.


"Ayah, I'm coming," ucapnya dengan sangat lucu dan riang gembira.


Seketika mobil kaca turun, disana ada Hary sedang melambaikan tangan dengan senyuman lebar.


"Hai sayang, yuk kita pulang," ucap Hary begitu penuh perhatian pada anaknya.


Dengan gesit Hanum lalu masuk dari arah pintu mobil samping. Dia kemudian duduk di samping ayahnya yang sedang bersiap dengan kemudinya.


Kedua mata Hanum lalu tak sengaja menangkap sosok Erick dari belakang. Ekspresinya berubah dengan cepat. Dia sangat senang melihat pria itu.


"Paman Erick, ko ada disini?" teriak Hanum girang.


"Bolehkan paman ikut Hanum pulang?" tanya Erick dengan penuh kelembutan.


"Boleh banget dong paman, pasti bakalan seru banget," balas Hanum dengan sangat bebas.


Erick mengangguk sambil melemparkan senyum mengembang. Dia kemudian menyuruh Hary untuk segera meninggalkan tempat ini.


...Maaf Hanum sayang, sepertinya kita harus bermain sedikit saja dulu....


...Aku harus menjemput ibumu yang sudah sangat lama aku rindukan....


****


Motor kurir pengiriman paket kilat meluncur masuk ke dalam kantor polisi. Sang pengemudi motor menggunakan kostum serba hitam dan kepalanya ditutupi oleh helm.


Kurir paket itu kemudian turun dari motor dan berjalan sambil membawa sebuah amplop cokelat. Dia terus saja berjalan menyusuri setiap lorong bangunan kantor polisi.


Sampai akhirnya langkah itu terhenti di depan ruang riset kriminal umum. Tempat dimana Zaki dan Andi selalu bertugas.

__ADS_1


Di dalam ruangan ternyata sangat sepi. Hanya ada satu dua petugas polisi sedang fokus melihat layar laptop. Mereka tidak menyadari jika ada kurir di ruangan itu.


Sebuah paket lalu kurir kirimkan untuk Zaki. Paket berbentuk amplop cokelat itu disimpan langsung di atas meja kerja Zaki.


Setelah paket itu sudah mendarat pada tujuan. Kurir dengan langkah cepat segera meninggalkan ruangan Itu.


Dari arah ruang kapten, Zaki keluar dengan membawa banyak sekali dokumen ditangannya. Dia lalu melirik sebuah amplop cokelat asing di atas meja kerjanya.


Tanpa banyak bertanya, dia langsung membuka isi amplop cokelat itu. Diraihnya isi amplop oleh tangan kanan.


Kemudian dia mendapati sebuah FlashDisk kecil berwana hitam. Zaki merasa aneh, jika ada sebuah amplop misterius tiba tiba datang di kantornya.


Dengan gesit dia langsung mengecek isi dari flashdisk tersebut. Dimasukan flashdisk itu di port USB kanan laptop.


Setelah di cek, ternyata terdapat satu video di dalamnya. Dengan sangat penasaran, Zaki lalu mengklik video tersebut.


Di dalam video itu, Zaki mulai melihat ada satu orang dengan suara perempuan memakai penutup wajah berwarna hitam.


Dia sedang duduk di depan kamera. Zaki saat itu masih belum paham dengan isi video tersebut. Dia hanya berkata, " Kalian harus melihat video ini dengan sungguh sungguh," ucap wanita misterius itu.


Zaki tentu tidak mengetahui siapa wanita aneh ini. Seluruh wajahnya tertutup oleh penutup kain hitam. Zaki pun merasa jika ada yang tidak beres dengan video ini.


Perempuan misterius itu lalu berjalan disebuah ruangan gelap dan sunyi. Dia lalu menghampiri sebuah ranjang kecil. Di sana terlihat jika ada anak kecil perempuan sedang terlelap tidur.


"Kalian tahu siapa kan anak kecil ini?" tanya wanita misterius itu di depan kamera yang sedang ia pegang.


"Kalian tahukan jika anak ini sedang bersamaku? berarti dia sedang berada dalam bahaya. Yang kalian lakukan untuk membebaskan anak ini cukup bawakan uang tebusan 5 miliyar. Bawakan padaku tiga hari lagi.


Tempat dan waktu akan segera saya kasih tahu jika waktu telah mendekati. Oh iya, uang 5 miliyar itu harus diantarkan oleh ibunya sendiri.


Jika kalian berani melanggar kesepakatan ini, maka tak segan akan ku bunuh anak berharga yang sangat dicintai oleh kedua orang tuanya," jelas wanita misterius itu dengan semangat yang berapi api.


Isi video dengan durasi lima menit itu akhirnya berakhir dengan singkat. Zaki adalah orang pertama yang mengetahui kasus genting ini.


Kedua pupil matanya melebar dengan takut. Seluruh tulangnya gemetar. Bahkan dia masih diam tak berkutik dengan kejutan yang berhasil membuat jantung nya copot.


Dia berdiri dengan tubuh gemetar hebat. Dia berjalan dengan lunglai menuju ruang kontrol CCTV gedung ini.


Sesampainya di sana, dia menyuruh petugas pengamanan CCTV untuk mengecek rekaman pengawas di dalam kantornya.


Dia memutar waktu 30 menit yang lalu. Akhirnya dia melihat dengan jelas jika ada kurir yang mengantar paket itu diam diam. Zaki pun terus memantau pergerakan kurir itu sampai keluar gedung.


Dia pun melihat kurir menaiki sebuah motor. Dia dengan seksama melihat plat nomor motor yang telah di kendarai si pengantar amplop itu.


****


Dira dengan asik sedang memasak cemilan untuk Hanum. Sebagai seorang ibu yang telah lama berpisah dengan anaknya, Dira berasa sangat bersalah. Dia sudah ingin fokus memperbaiki hubungannya dengan Hanum.

__ADS_1


Setelah adonan siap ditata diatas loyang, kue pie apel itu segera masuk kedalam oven. Dira dengan wajah sumringah dan tidak sabar ingin segera menunggu anaknya pulang sekolah.


Dari pintu utama, Hary masuk kedalam rumah. Dia dengan wajah lelah dan cemas mulai masuk ke dapur. Mencari sosok sang istri.


"Sayang udah pulang?" tanya Dira mulai lembut, dia mulai mencoba mencairkan suasana.


Hary membalas pertanyaan itu sambil tersenyum. Dia lalu mencium kening Dira dengan kecupan hangat.


"Lagi apa sih? tumben banget dapur berantakan," tanya Hary sambil memeluk Dira dari belakang.


"Bikin kue buat Hanum dong, eh ko bunda belum lihat Hanum sih. Apa udah masuk kamar ya?" tanya Dira sambil membalikan badannya.


"Lah aku kira Hanum dijemput sama kamu loh, tadi aku datang ke sekolah tapi Hanum udah pergi kata pak satpamnya," jawab Hary pura pura terkejut.


"Loh dijemput apanya? Aku dari tadi di dapur bikin kue, Hanum dimana ayah!" teriak Dira dengan histeris.


Dengan wajah kebingungan, Hary lalu menggelengkan kepalanya. Dia dengan berani menunjukan sikap seolah olah dia tidak tahu apa apa.


Tiba tiba nada dering telepon terdengar. Dira segera meraih HP dan melihat panggilan telepon masuk.


Dira semakin panik tak kala mengetahui jika polisi sedang ingin berbicara dengannya.


"Halo pak Zaki," jawab Dira dengan begitu takut.


"Mohon maaf, tapi kamu harus segera tahu dengan berita buruk ini," balas Zaki dengan nada yang berat.


"Apa itu?" jawab Dira semakin bergetar hebat.


"Kami baru saja menerima sebuah video dari orang asing tak dikenal. Di dalam video itu Hanum sedang diculik oleh seorang wanita misterius dan dia meminta uang tebusan lima miliar. Sebaiknya anda segera datang ke kantor polisi," jelas Zaki.


Tuut.. Tuut... tuut..


Panggilan telepon itu segera di putuskan. Dira dengan sangat jelas menampakan wajah penuh patah semangat,frustasi dan shock berat.


"Ada apa sayang?" tanya Hary pura pura penasaran.


Bruukk..


Dira akhirnya pingsan dan tubuhnya ambruk di atas lantai. Dira sudah tidak kuat lagi menahan begitu banyak beban dan masalah hidup yang tidak pernah berhenti.


Melihat Istrinya pingsan begitu saja, membuat Hary mulai cemas. Dia lalu memboyong tubuh istrinya masuk kedalam kamar.


Setelah Dira di baringkan di atas kasur. Dia lalu segera menelepon Erick.


"Misi awal kita telah berhasil, Dira sudah tahu jika Hanum telah diculik. Ini saatnya kita harus bersiap siap dengan rencana berikutnya," ucap Hary di ujung percakapan telepon.


"Baiklah, kita harus segera bersiap dalam tiga hari. Ini adalah kesempatan terkahir kita," balas Erick.

__ADS_1


__ADS_2