
Kalian ingin tahu apa yang selama ini Erick sembunyikan?
Hal apa yang sangat Erick jaga dan lindungi?
Sampai dia menerapkan sebuah aturan ketat?
Yang dia jaga hanyalah ribuan kertas foto bernilai dan berharga, hasil jepretan itu baginya adalah sebuah seni dan maha karya.
Didalam kamar sempit, kita bisa lihat ada banyak sekali foto foto kecil menempel di semua sudut dinding, ada yang menggantung dengan tali bahkan ada yang menempel di langit atap.
Lalu objek apakah yang Erick selama ini ambil dengan kamera kesayangan nya?
Siapa lagi kalau bukan, Dira. Wanita yang kini telah menjadi tawanan hidupnya.
Ribuan foto ini, hanya berisikan wajah, bagian bagian tubuh, berbagai ekspresi mata , kegiatan sehari hari, kegiatan penting bahkan hal intim sekalipun, ketika Dira hanya sedang memakai bra dan ****** ***** saja.
Dira perlahan berusaha untuk bangkit, dia mulai memberanikan diri melihat semua foto foto itu. Ada rasa malu, jijik, marah dan terhina.
Begini kah Erick sesungguhnya?
Apa kah cinta bisa seperti ini?
Satu persatu, Dira terus fokus melihat berbagai momen yang telah berhasil Erick potret. Bahkan Erick bisa sampai memotret dirinya sedang tidur dengan Hary!
Tuhan, Dia pria berhati iblis.
Hati nya berkecamuk, begitu sangat sakit dan pedih. Kenapa harus sekarang Erick? Disaat Dira mulai mencintai pria itu dengan tulus.
Dira terus menguatkan pandangan nya, dia tidak lelah memandangi mereka semua satu persatu.
Namun ada satu foto yang membuat ia sangat terkejut. Foto itu adalah dirinya ketika masih sangat muda, belum menikah dengan Hary.
Didalam foto itu dia sedang duduk sendiri sambil makan Pizza di restoran favoritnya.
"Ko bisa dia punya foto ini? sejak kapan dia mulai melakukan ini semua?" ucap Dira dalam hati.
Dia tidak puas, dia masih sangat penasaran. Terus saja dia memantau foto yang menurutnya janggal.
Dan akhirnya dia menemukan satu foto yang lebih mengejutkan jantung nya.
Foto itu menunjukan jika Hary muda sedang memeluk Laras yang masih menggunakan jas almamater kuliah.
"Hary sejak kapan kamu sudah mengenal Laras?"
****
Erick berjalan menuju ruang tengah, sambil mencopot dasi dia lalu mengibaskan kerah kemeja berulang kali.
__ADS_1
Dia sangat lelah dengan segala hiruk pikuk pekerjaan kapitalis ini.
Tiba tiba matanya terkejut, melihat ada Natalie sedang duduk santai di atas sofa. Dia ketawa terbahak bahak melihat layar TV.
"Kamu ngapain disini? tanya Erick dengan wajah diam namun mencekam.
"Hai kakak, aku lagi nonton TV," jawab Natalie tegang, dia tahu kalau Erick bakal marah besar kali ini.
"Kenapa bisa masuk?" tanya Erick lagi dengan nada suara yang makin meninggi.
"Aku kan udah biasa main kesini ka, lagian kan pasword pintu nya aja belum di ganti," jawab Natalie dengan wajah malu.
Oh tidak, baru saja Erick tersadar dan melewati hal penting. Dia tidak melihat Dira disini. Erick mulai panik dan hati nya tidak tenang.
"Dimana wanita itu?" tanya Erick berjalan mendekati Natalie.
"Eehh itu anu, barusan dia keluar dan pinjam kunci mobil ku," jawab Dira ketakutan setengah mati.
"APA!" Bentak Erick sambil mengerutkan kening nya.
Natalie kebingungan sekaligus merasa takut, apakah kali ini Erick akan kembali melampiaskan amarah nya yang sadis.
Tidak, jangan sampai, pikir Natalie.
Erick berdiri, matanya merem dengan urat urat yang menonjol di sekitar kepala. Dia sedang berpikir sangat keras, apa yang membuat Dira harus pergi keluar dari penthouse ini.
Apa yang salah lagi?
"Oh tidak, kamar itu!" Erick baru saja menyadari kesalahannya, dia tau sekarang.
Dengan langkah cepat dan terburu buru, dia langsung menuju ruang bawah tanah. Erick melihat jika pintu kamar itu sudah terbuka.
Erick masuk ke kamar rahasia yang selama ini dia miliki. Ternyata dugaannya benar, Dira sudah mengetahui ini semua.
"Kemana dia pergi?"
Tak sengaja Erick melihat ada satu foto yang jatuh di bawah lantai, dia memungut foto itu dan langsung melihat nya.
Foto yang terjatuh itu adalah potret Hary yang masih bekerja sebagai guru SMA, dia sedang memeluk salah satu mahasiswi universitas yang sedang melakukan magang di sekolah.
"Gawat," ucap Erick pelan.
Dia lalu keluar cepat dari kamar itu dan langsung bergegas menuju Basement khusus. Dia menancap gas mobil dan segera ingin menyusul Dira.
****
Didalam mobil Ford, pinjaman Natalie. Dira sedang duduk termenung di depan jok kemudi.
__ADS_1
Matanya menyiratkan kesedihan mendalam dan raut wajah penuh dengan penyesalan.
Dia terus mengawasi kawasan ruko di depannya, dia kini sedang menjadi seorang pengintai layaknya FBI.
Ruko itu adalah milik Laras, digunakan khusus untuk penjualan alat alat musik dan Les piano.
Dira terus memantau keadaan dari dalam mobil, ia ingin menunggu seseorang. Dia ingin menantikan apa yang selama ini dia cemaskan.
Sudah satu jam ia dengan sabar duduk di dalam mobil, akhirnya selama ini dia tunggu datang juga.
Laras keluar dari dalam ruko dan dia sedang mengunci pintu itu. Ini adalah jam tutup operasional.
Dira menatap Laras dengan penuh selidik, dia adalah orang yang paling ia hormati, datang kehidupannya adalah sebuah berkah. Namun apakah sesederhana itu tujuan Laras?
Dari arah kiri, melaju mobil SUV yang tiba tiba berhenti depan ruko Laras. Dari mobil itu keluar Hary dengan pakaian rapih dan menawan.
Mereka saling berciuman dan berpelukan, lalu mereka masuk kedalam mobil bersama sama.
Dira pun mengikuti kemana mobil SUV itu pergi, dia terus mengekor nya dan jangan sampai kehilangan jejak.
Mobil SUV itu lalu berhenti di sebuah ruko tempat kursus Matematika. Dari arah pintu yang terbuka, Hanum keluar dengan wajah ceria seperti biasanya, dia pun segera lari menuju mobil SUV itu.
Di sana dia melihat Laras lagi, dia mengendong anak nya dengan wajah yang terlihat sangat bahagia. Tak hanya Laras, Hanum pun menerima pelukan orang asing itu dengan sangat terbuka.
Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka bisa sebahagia itu?
Dira tak menyerah, dia masih ingin mengikuti kemana mereka pergi. Setelah berputar putar sekitar 20 menit, mobil SUV itu berhenti di sebuah restauran Jepang Favorit mereka dulu.
Kenapa Hary bisa membawa Laras ke tempat dimana mereka dulu bisa menghabiskan waktu bersama?
Haruskah Hary Menganti kenangan itu dengan wanita lain? Wanita yang selama ini dia anggap bukan siapa siapa?
Mengapa mereka dengan sangat indah bisa melakukan perselingkuhan dimana Dira masih belum bisa ditemukan?
"KENAPA? APA SALAHKU?" batin Dira dengan merintih.
Ini sudah berkahir Hary, Dira sudah tahu semuanya.
Dalih dalih mencoba melabrak mereka atau menunjukan bahwa ia masih hidup, Dira hanya bisa duduk di dalam mobil.
Seperti pecundang sejati, ia bahkan tidak berani keluar dari mobil.
Bahkan ia tidak tahu harus bagaimana menghadapi dunia luar yang mendadak membuatnya takut.
Dira sangat takut melangkah, dia sangat benci dengan tatapan manusia asing di luar sana.
Dia tersadar, hanya Erick yang selalu ia butuhkan. Tapi sama saja, Erick adalah pria yang menakutkan. Lalu kemana dia harus memilih untuk melanjutkan hidup?
__ADS_1
Kembali kepada keluarga nya yang sudah retak atau tetap bersama Erick dalam pengasingan.
Kedua pilihan itu sama sama buruk!