AKU DICULIK CEO TAMPAN

AKU DICULIK CEO TAMPAN
Rencana Jahat


__ADS_3

Di ruang tengah, Jesica sedang duduk di atas sofa. Kedua matanya terus fokus melihat layar tiga laptop sekaligus.


Dia tengah memantau banyak rekaman titik CCTV. Dia berniat untuk mencari sebanyak banyak nya informasi tentang penyelidikan terbaru kasus mobil merah.


lelah dan frustasi terus menghantuinya. Jesica sangat takut jika dia dan Erick akan dalam bahaya. Terlebih, keberadaan Dira terus dalam penjagaan polisi selama 24 jam non stop.


Jesica berjalan menuju kamar Erick yang selalu tertutup. Satu minggu sejak Dira menghilang, disaat itu jiwa Erick pun ikut tenggelam seperti perahu karam.


Pintu itu diketuk dengan pelan berkali kali, namun belum ada respon dari Erick.


"Rick, kita perlu bicara. Ayolah, jangan murung kaya gini," ucap Jesica terus membujuk Erick sebisa mungkin.


"Mau kamu apa sih Rick, aku stres banget mikirin kamu, please kali ini kamu harus keluar," kata Jesica berulang kali.


Cekreekk...


Suara pintu terbuka, Erick menampakan wajah pucat dari celah pintu. Dia lebih mirip seperti Vampir.


"Masuk," jawab nya serak.


Jesica akhir nya bisa masuk ke dalam ruang kerja Erick. Di sana terlihat sangat jelas sudah terjadi kekacauan dengan sangat murka.


Botol bir berserakan dimana mana, pecahan gelas pecah bertebaran di lantai, semua buku hampir rusak dan robek.


Bahkan koleksi foto mahakarya yang selama ini dia kumpulkan, berserakan hampir memenuhi seluruh ruangan.


Jesica tidak banyak mengomentari situasi buruk ini. Dia harus bisa tenang dan tidak terbawa emosi.


Sebisa mungkin sebagai sahabat satu satu nya, ia harus kuat menghadapi kondisi terpuruk Erick.


Wanita itu berjalan menghampiri Erick, dipeluk tubuh pria itu dengan sangat erat. Dia ingin memastikan jika Erick tetap hidup.


"Dira.. wanita itu Jes," ucap Erick dengan uraian air mata yang sudah tak terbendung.


"It's okay, untuk saat ini kamu harus bersabar," jawab Jesica penuh perhatian tulus.


"Aku pria payah, aku pria lemah. Seharusnya aku tidak berdiam diri seperti ini. Aku harus menyelematkan Dira. Bodoh.. bodoh..." ucap Erick dengan histeris, dia terus memukuli kepala nya berulang kali.


Jesica tidak tinggal diam, dia langsung menahan tangan Erick sekuat mungkin. Dia terus menatap sahabat nya dengan sangat tajam.


"Rick, kamu ingat gak alasan kenapa aku mau bantu kamu di malam penculikan Dira?"

__ADS_1


Erick diam seribu bahasa.


"Saat itu kamu janji sama aku, jika suatu saat wanita itu sudah di temukan polisi kita sepakat untuk tidak ikut campur lagi. Kita setuju untuk mengakhiri kejahatan ini," jelas Jesica.


"Tapi Jes, aku gak bisa. Aku gak mau kehilangan Dira lagi. Apa jadinya hidup ku tanpa dia," ujar Erick dengan sangat keras kepala.


"Ayo Rick sadar! Apa kamu yakin wanita itu bakal mau menerima kamu lagi setelah dia bertemu dengan suami dan anak nya? Kamu kira wanita itu bodoh apa?" kata Jesica geram.


"Dia cinta sama aku," balas Erick mulai pelan.


"Yakin? Dia cinta sama kamu, YAKIN! Jangan kepedean kamu Rick, pernah gak selama ini dia bilang langsung aku mencintai mu atau sekedar bilang sayang? PERNAH GAK? bentak Jesica meledak ledak.


...Benar apa kata Jesica....


...Selama ini Dira tidak pernah sedikitpun mengungkap kan isi hati nya....


...Aku mencintai mu.......


...Tidak pernah keluar dari mulut Dira sendiri....


Erick ambruk di atas lantai, tubuh nya lemas dan tidak berdaya. Ternyata selama ini perasaan cinta itu tidak pernah benar ada untung pria seperti nya.


Sejak awal dia terus memanipulasi Dira agar dia terlihat seperti pria yang tulus. Datang sebagai pahlawan dan menyelamatkan hidup nya dari Hary.


"Jes, ini akan menjadi yang terakhir. Aku janji jika rencana ini gagal, aku akan menghilang dari hidup Dira. Bahkan aku bersedia untuk pindah kewarganegaraan," ucap Erick dengan serius.


"Oh God.. rencana apa lagi sih Rick. Please jangan lagi...." balas Jesica dengan wajah pasrah dan kesal.


"Kita harus kembali menculik Dira, bagaimana pun cara nya," jelas Erick dengan serius.


"Gila kamu Rick.. stop! STOP!!!" bentak Jesica sambil memukul batang kayu kursi sampai patah.


****


Laras sedang menikmati makan malam nya di atas roof top. Ini adalah tempat kencan + selingkuh favorit nya dengan Hary.


Dia terus memotong irisan daging steak dengan gusar. Kedua mata nya memancarkan sebuah kemarahan.


Sedangkan Hary, hanya menatap wanita itu dengan aneh. Dia merasa jika Laras akan segera mengeluarkan sebuah ultimatum.


BRAAAAK...

__ADS_1


Suara meja terdengar jelas, Laras memukul meja itu dengan keras.


"Ceraikan isteri mu sekarang juga!" ucap Laras tanpa basa basi.


"Apa kamu gila?" balas Hary dengan acuh.


"Aku hampir mati karena terus memikirkan isteri mu. Dia sudah kaya kuntilanak, bangkit dari alam kubur," celoteh Laras dengan sangat jengkel.


"Berhenti lah mengeluh, aku lebih menderita dari pada kamu. Setiap hari aku terus berhadapan dengan wanita angkuh dan cerewet. Semenjak dia diculik, pribadi nya berubah menjadi pembangkang," keluh Hary.


"Tapi pernikahan kita tinggal dua bulan lagi sayang, masa kamu mau mundur gitu aja," rengek Laras dengan manja.


"Kalau aku ceraikan dia sekarang, situasi akan menjadi lebih rumit. Apalagi sekarang semua gerak gerik kita akan selalu di awasi polisi," jelas Hary dengan serius.


Hary lalu menggenggam erat kedua tangan Laras. Dia mencoba meyakinkan jika semua ini akan baik baik saja.


Pria itu meminta Laras untuk lebih bersabar dan tidak gegabah. Apalagi dia sedang menghadapi ancaman keuangan yang serius.


Hary sangat menghawatirkan masalah polis asuransi yang telah ia pergunakan. Dia takut jika pihak asuransi jiwa akan menarik seluruh uang dari rekening nya.


Dia bahkan tidak tahu bagaimana cara nya menghadapi kehidupan jika seluruh harta nya habis.


Dia tidak ingin jatuh miskin lagi. Dia sangat menikmati hidup ketika isteri nya dinyatakan meninggal.


Tapi mendadak dia muncul kembali seperti hantu gentayangan. Kehadiran nya membuat semua jadi berantakan.


Isteri baru, harta melimpah dan kejayaan. Dira rampas dalam sekejap.


"Kalau kamu masih tidak berani menceraikan isteri mu sebelum tanggal pernikahan, aku akan bertindak sendiri," jelas Laras dengan sebuah ekspresi mengerikan.


"Maksud mu?" tanya Hary penasaran.


"Kamu tahu semua masalah kita hanya akan selesai dalam satu situasi. Wanita itu harus mati. Jika dia mati tentu banyak keuntungan.


Pertama, polis asuransi mu tidak akan di batalkan. Kedua, kita pasti akan menikah secara resmi.


Terakhir, kita tidak perlu merasa khawatir lagi jika dia akan muncul mendadak seperti ini. Karena dia benar benar harus menghilang dari dunia ini," ucap Laras serius dengan niat jahat nya.


"Gila ya kamu Laras.. benar benar pikiran mu sudah jauh lebih bejat," balas Hary tidak setuju.


"Ya sudah, kalau masih diam kaya gini terus. Selamat datang di dunia kemiskinan dan isteri tua cerewet mu yang sangat dibanggakan," ujar Laras sambil tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


__ADS_2