
Wanita itu akhir nya pulang, kembali kepada keluarga kecil nya. Dira terus saja menggenggam erat tangan Hanum, sampai tiba di depan pekarangan rumah mereka.
Dari dalam kaca mobil, Dira melihat rumah sederhana itu tidak berubah sama sekali. Ternyata selama ini Hary masih menjaga nya dengan sangat baik.
Mereka keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah. Sementara itu Hary tampak nya sedang berbicara dengan petugas polisi. Dia masih menegosiasikan masalah kasus ini.
Hary meminta untuk memberikan banyak waktu untuk Dira. Dia ingin isteri nya beristirahat dan tidak diganggu oleh pihak mana pun.
Petugas polisi menyetujui nya, namun mereka tetap akan mengintai seluruh kawasan dan lingkungan ini. Mereka akan mengawasi setiap gerak gerik mencurigakan.
Dira membuka gagang pintu dengan pelan. Matanya lalu bergerak memandangi seluruh bagian rumah. Masih saja, tidak ada yang berubah sedikit pun.
Bahkan wangi ruangan ini masih tidak diganti. Sebagian wallpaper masih bertahan walau sudah mulai terkelupas.
Dira masuk dengan langkah canggung, dia merasa sedang memasuki dunia asing. Bahkan dia lupa jika pelunasan rumah ini adalah hasil dari kerja keras nya.
"Bunda sama ayah malam ini tidur barengan ya di kamar Hanum," kata Hanum dengan riang.
"Tentu sayang, nanti bunda sekalian baca dongeng sebelum Hanum tidur," balas Dira dengan penuh kasih sayang.
Tiba tiba pintu depan terbuka, disana ada Laras sedang berdiri mematung dengan wajah sangat gelisah.
Kulit nya berkeringat dan nafasnya terus saja berhembus tidak beraturan. Laras seperti sedang di kejar kejar oleh kolonial Belanda.
"Bundaaa Laraasssss," teriak hanum dengan senang, dia dengan sendiri nya menghampiri Laras yang masih membeku seperti bongkahan es Antartika.
"Bunda Laras, akhirnya bunda udah pulang juga, Hanum senang banget," ucap Hanum dengan penuh kepolosan.
Laras melirik Hanum dengan gugup lalu ia menjawab dengan bibir bergetar.
"Iya sayang, akhirnya doa kita terkabul juga," jawab Laras dengan senyum.
Dira memandang Laras dengan santai, dia harus bersikap tidak gegabah atas perselingkuhan kotor ini.
Namun tidak bisa dihindari, jika perasaan hati nya sudah terlalu penuh luka dan itu sakit.
...Dasar wanita Ular....
...Bunda? Setelah suami, sekarang kamu ingin menggantikan posisi ku sebagai seorang ibu....
...Terimakasih Laras, sudah memberikanku bom nuklir....
...Sekarang aku sedang bersiap siap meluncurkan bom....
...Aku akan hancur berkeping keping seperti Hiroshima dan Nagasaki....
****
Didalam sebuah kamar anak perempuan, dengan cat serba pink dan boneka Barbie. Erick dan Dira sedang menghabiskan waktu bersama dengan anak nya.
Mereka bertiga berbaring bersama di atas kasur. Dira dengan suara lembut sedang membacakan sebuah dongeng klasik, Snow White.
"Ibu tiri yang jahat lalu meminta seorang pemburu bayaran untuk membawa sang putri ke hutan, namun dia tidak bisa membunuh putri sesuai perintah sang ibu ratu," kata Dira sambil membuka lembaran baru.
Namun tiba tiba Hanum menyela dongeng itu.
"Bunda ko putri Salju nya di usir dari Istana, padahal kan itu rumah dia," kata Hanum dengan wajah penasaran.
"Mmmm karena rumah itu sudah berubah. Tidak ada lagi kebersamaan dengan ayah dan ibu nya. Kebahagiaan itu sudah hilang, putri Salju sudah kehilangan semua itu.
Istana besar sekarang milik sangat ratu yang jahat dan tamak," balas Dira dengan senyum.
__ADS_1
Hary hanya bisa tertegun dengan semua perkataan Dira. Seakan akan dia sedang menceritakan bagaimana kondisi rumah nya sekarang.
"Hanum sayang, ayo tidur. Kasian bunda udah lelah banget, mau istirahat," saran Hary kepada anak nya.
"Ok ayah."
Hanum akhirnya berusaha untuk memejamkan mata. Dia lalu menyelimuti diri nya dengan selimut tebal.
Dira dan Hary lalu mengecup kening anak perempuan itu dengan sangat hangat. Mereka tetap berusaha bersikap kompak sebagai orang tua.
Setelah Hanum tertidur pulas, mereka berdua lalu keluar dari kamar itu. Ditutup pintu itu dengan sangat rapat.
Kini hanya ada mereka berdua, tidak ada lagi alasan untuk menahan segala emosi. Tidak ada lagi ruang pembatas diantara mereka berdua.
Dira menatap suami nya dengan penuh kebencian dan penyesalan. Namun ada satu relung hati yang tidak bisa berubah, posisi Hary masih ada.
Dia tidak bisa akan hilang sepenuh nya. Dia masih ada dalam sanubari.
"Kita harus bicara Hary," ajak Dira dengan wajah murung.
Dira lalu berjalan mendahului Hary, langkah nya lurus menuju ruang tengah. Dia ingin sekali jauh dari kamar anak nya.
Dira sangat takut, jika kemarahan nya akan membuat sebuah suara yang membahayakan mental anak kecil.
Hary menyusul dengan tergesa gesa, kemudian dia menarik paksa wanita itu dengan kasar.
"Dira, kamu kemana saja selama hampir dua tahun ini?" tanya Hary langsung.
Dira membalikan badan nya, kemudian ia melepas paksa tangan Hary. Dira menghembuskan nafas dengan sangat panjang.
"Yakin cuman itu yang kamu pingin tahu?" sentak Dira.
Hary menganggukkan kepala, dia sudah tidak tahan dengan semua pikiran yang rumit ini. Dia harus mengetahui kejadian sebenarnya.
Dan sekarang apa? Bunda? Kamu biarkan wanita lain ingin mengganti posisi ku. Selama ini kamu bahagia Hary, tanpa aku kamu lebih baik baik saja.
Lihat saja rumah isi rumah, semua masih rapih dan terawat. Itu bukan karena kamu setia menunggu ku kembali. No.. kamu biarkan wanita lain masuk kerumah kita.
Hebat kamu Hary, sempurna sekali rencana mu," jelas Dira dengan segala curahan hati nya yang sudah sangat berat.
Hary tercengang dengan semua penjelasan Dira. Dia bahkan sudah berani berbicara dengan nada kasar seperti itu.
Tentu, Hary tidak terima jika Dira dengan sangat mudah menjatuhkan harga diri seorang suami. Dia merasa, Dira sudah mulai kurang ajar.
Dia harus membalas Dira dengan lebih kurang ajar.
"Dan kamu juga baik baik saja tanpa aku. Kamu butuh cermin, lihat lah dirimu sekarang. Kamu lebih cantik dan bersinar. Ini yang kamu sebut penculikan?
Bahkan kamu menolak memberitahu pada polisi siapa penculik itu?
Kamu sedang mempermainkan kami semua Dira. Atau dari awal kamu memang sudah menipu kami dengan mobil merah itu.
Siapa pria itu Dira? Apa hubungan diantara kalian sebenar nya?" Tanya Hary dengan amarah yang meledak.
"Aku menipu kalian? selama 2 tahun hanya alasan ini saja yang kamu pikirkan?" bentak Dira semakin tajam. Dia lalu melototi Hary.
"Jelas ini bukan penculikan. Ini hanya drama dalam sebuah hubungan gelap. Kamu memang wanita jal*ng Dira!"
Tiba tiba Dira mendorong paksa tubuh Hary ke alas dinding. Wanita itu mencekik leher Hary dengan berani. Dia mendekati wajah Hary yang sudah berubah menjadi merah.
"Kalau aku wanita jal*ng, lalu aku harus sebut kamu pria seperti apa?" tantang Dira semakin kuat mencekik leher Hary.
__ADS_1
"Kamu berubah Dira! Kamu liar dan semakin menggoda, bagaimana rasa nya menjual tubuh itu pada pria yang sangat kau rahasiakan," balas Hary tidak takut. Dia malah tertawa tepat di wajah Dira.
Hary lalu melepaskan cengkraman Dira. Dengan sangat kasar dia lalu mendorong wanita itu ke lantai.
Bruuk!
Wanita itu tersungkur lemas, seketika dia merasakan jika seluruh otot nya hancur. Pertahanan yang selama ini dia bangun roboh dengan mudah.
Dira menangis, air mata nya berjatuhan dengan deras. Sesak didalam dada membuat nafas nya hampir berhenti. Dia mengepalkan tangan nya dengan kuat.
Hary terkejut melihat isteri nya menangis dan terkulai seperti mayat hidup. Dia lalu jongkok menghampiri Dira.
"Sayang, maafkan aku. Aku tidak sengaja, aku mohon." Hary memohon dengan cemas, dia mulai kehilangan akal nya. Dia merasakan penyesalan secara tiba tiba.
Hary berusaha untuk merangkul Dira, namun wanita itu menepis nya dengan sangat kasar.
"Jangan sentuh aku!"
Dira kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan Hary seorang diri. Wanita itu berjalan dengan terhuyung huyung.
"Kamu jangan salah paham Dira. Laras dia wanita yang terlalu baik sama Hanum, selama ini dia sangat membantu ku dalam mengurus Hanum. Wajar saja jika Hanum sangat dekat dengan dia," jelas Hary dari belakang.
Dira berhenti sejenak, wajah nya senyum dengan sinis.
"Omong kosong, aku muak Hary, cukup!," balas Dira sambil lurus berjalan menuju kamar anak nya.
Dia memutuskan untuk beristirahat dengan anak nya. Dia ingin menjauh dari pria gila seperti Hary.
Hary tidak puas, karena tidak seperti apa yang ia harapkan selama ini. Dengan cepat Hary menyusul wanita itu, dia lalu menarik bahu nya dengan cekatan.
Tubuh Dira terbalik secara paksa dan dikunci oleh Hary dengan kuat. Dia ingin membuat Dira tidak bisa bergerak sedikit pun.
Mendadak Hary mencium bibir isteri nya, dia terus ******* bibir itu dengan buas. Dira tidak mau kalah begitu saja, dia memberontak serangan brutal itu.
"Lepaskan," ucap Dira dengan rintihan kesedihan.
Hary secara refleks melepaskan ciuman itu. Dia pun terlihat begitu kaget dengan adegan brutal yang baru saja diperbuat oleh nya.
Dira menampar pipi Hary dengan kencang, dia mendaratkan semua rasa kecewa dengan satu hentakan.
"Ingat, sekarang kita hanya suami isteri di atas kertas bermaterai saja. Jangan harap kita bisa seperti dahulu lagi," ancam Dira.
Hary menerima tamparan itu dengan bingung dan kacau. Namun disisi lain, dia sangat merindukan tubuh isteri nya sendiri.
"Tapi bagiku tidak ada yang harus berubah," balas Hary sambil menyodorkan ciuman ke arah Dira.
Hary kembali memaksa isteri nya untuk terus bercumbu. Bahkan dekapan nya semakin erat dan kuat. Semakin Dira melawan, makan semakin Hary tidak ingin melepas tubuh itu.
Lalu di giring tubuh wanita itu masuk kedalam kamar di pojok. Kamar mereka sendiri. Hary lalu mengunci pintu kamar itu dan dia mendorong Dira ke atas kasur.
Dira sudah tidak bisa melawan lagi, pria itu sudah seperti binatang. Dia tidak bisa berbuat apa apa lagi, kekuatan Hary jauh lebih besar dibanding wanita lemah seperti dirinya.
Hary naik ke atas kasur, dia lalu membuka baju nya sampai telanjang. Kemudian dia merebahkan isteri nya dengan penuh kepuasan dan keegoisan.
Semua tubuh isterinya mulai di jilat seperti anak anjing yang baru mengenal tulang. Dia hanya sedang memikirkan kepuasan dirinya sendiri.
Disisi lain, wanita itu hanya bisa menangis dan menahan segala sakit. Hary masih menjadi suami sah, tidak ada yang salah dengan sebuah hubungan badan.
Namun bagi Dira, jelas ini adalah tindakan pelecehan seksual.
Dira menutup kedua mata nya sangat rapat. Dia berusaha untuk membayangkan Erick. Tidak ada jalan lain, dia mencoba untuk merasakan jika Erick lah yang menyentuh tubuh itu.
__ADS_1
...Erick, tolong aku....
...*Aku dip*rkosa oleh suami ku sendiri*....