AKU DICULIK CEO TAMPAN

AKU DICULIK CEO TAMPAN
Sebuah Penawaran


__ADS_3

Suara gaduh dan berisik terdengar dari dalam kantor CEO. Meskipun begitu Jesica melarang siapapun untuk masuk kedalam.


Jesica pun tidak ingin ikut campur dengan perkelahian Erick dan Hary. Dia hanya berharap jika rencana Erick akan berjalan sesuai rencana.


Semoga kali ini Erick tidak salah mengambil keputusan. Karena ini adalah kesempatan terakhir bagi Erick. Kesempatan untuk mengambil kembali wanita yang sangat berharga itu.


Didalam ruangan, terlihat seluruh properti kantor hancur dan berserakan. Mereka sedang terlibat sebuah baku hantam yang kuat. Hary dengan segala amarah, melampiaskan kekuatan untuk menjatuhkan Erick.


Tubuh Erick sudah babak belur, tapi dia sangat menikmati pertarungan ini. Dia sudah lama menanti momen dengan Hary. Justru inilah titik kenikmatan Erick, menyaksikan Hary jatuh sejauh dasar bumi.


"Aku harus memberitahu polisi, kalau penjahat itu adalah kamu brengsek," ucap Hary sambil terus menghembuskan nafas.


Dia sudah terkulai lemas di bawah lantai. Seluruh wajahnya lebam dan darah mengalir deras dari atas kepala.


Dengan tergesa-gesa, Hary mencari HP di saku belakang celana jeans. Dia lalu melihat layar HP dengan gemetar, mencari nama detektif Zaki di kontak HP.


"Silahkan, telepon saja polisi. Aku sudah siap," ucap Erick dengan senyum sinis.


Hary pun mulai melakukan panggilan dengan nomor Zaki. Namun panggilan itu belum tersambung, tidak ada balasan dari detektif itu.


Kedua mata Hary begitu cemas dan takut. Dia sangat tertekan dengan kehadiran penjahat yang sangat licik. Hary tidak menyangka jika Erick selama ini hanya memanfaatkan keluarganya.


Sambungan telepon itu masih belum ada jawaban, Hary semakin cemas. Dia sangat takut jika Erick akan melakukan hal jahat pada dirinya.


"Pikirkan baik baik, apa yang akan terjadi jika aku tertangkap polisi. Siapa yang akan rugi diantara kita?" ucap Erick dari jauh. Dia masih tergeletak lemas dan bersandar pada dinding.


Hary mulai terpancing dengan perkataan Erick. Otak nya mulai bekerja, sifat kalkulator dalam diri nya seperti menghitung laba dan rugi dalam suatu perdagangan.


Dia merasa ada hal yang lebih berbahaya dari sekedar penangkapan penculik. Hary tahu akan ada ancaman serius untuk kekayaanya di masa depan.


Telepon itu tersambung, Zaki sedang berbicara dengan Hary.


"Halo pak, ada yang bisa saya bantu," ucap Zaki dari arah telepon.


Hary belum bisa menjawab, mulutnya tiba tiba terkunci rapat. Dia melihat sosok Erick kembali, bajingan itu masih tersenyum menantang dirinya.


Erick terus mempermainkan harga diri Hary. Dia mencoba mengolok-olok Hary dengan menyuruh untuk segera menjawab polisi itu.


"Halo pak? ada masalah kah?" tanya Zaki kembali.


"Halo?" ucap Zaki mulai panik.


Hary masih menutup rapat mulutnya, padahal tinggal satu langkah saja dia bisa memasukan Erick kedalam penjara.


Hanya sayang, Hary lebih mementingkan hal yang lebih berharga. Pria itu tahu, jika Erick sedang memberinya sebuah negosiasi.

__ADS_1


"Maaf pak Zaki, saya ingin tanya saja untuk perkembangan kasus isteri saya," jawab Hary mencoba terdengar santai dan normal.


"Oh untuk itu masih dalan tahap perkembangan dan peluasan wilayah investigasi pak Hary, mohon maaf karena kami belum bisa menyelesaikannya dengan baik," ucap Zaki dengan sangat sopan.


"Oh tidak apa apa, sebelum nya saya berterimakasih atas kerja keras kalian. Sampai jumpa," ujar Hary langsung memutuskan panggilan telepon.


Erick tersenyum lebar, dia bangkit dari posisi dan berjalan menuju Hary. Kemudian dia mendekati wajah Hary dengan ekspresi menyeramkan.


"Bagus pak, itu keputusan yang sangat bijak," bisik Erick tajam.


Pada akhirnya Hary hanya bisa menelan ludah sendiri. Dia sudah tahu jika harga dirinya akan kalah jauh dari kekuatan Erick.


****


Didalam perjalan pulang, Hary menyetir mobil dengan isi kepala yang tidak fokus. Sepulang dari kantor Erick, dia malah mendapatkan sebuah harta kartun tak terduga nilainya.


Dia terus meminang kejadian setah perkelahian dengan bos Erick. Pada akhirnya Erick membuat sebuah penawaran gila dan fantastis.


Kedua matanya terus melirik kertas check kosong, sebuah kertas yang tidak biasa. Dimana Erick membiarkan pria itu dengan bebas menuliskan nominal uang yang dia inginkan.


Hary hanya bisa tertawa dalam kebingungan. Dia merasa jika tragedi dalam pernikahannya membuat dia akan menjadi super kaya.


Kalian pasti ingin tahukan apa penawaran gila antara Hary dan Erick?


Psikopat mesum itu ingin bekerja sama melawan polisi. Erick menganggap polisi lah halangan terbesar dalam mencapai tujuan masing masing.


Jika Erick tertangkap polisi, tentu Dira akan tetap menjadi isteri sah Hary. Walaupun Dira akan menggugat cerai, dipastikan Hary tidak akan mendapatkan apa apa.


Erick pun mengancam, jika dia masuk penjara sekalipun dia tak segan untuk menarik semua dana asuransi secara habis. Bahkan Hary akan diselidiki oleh tim investigasi asuransi untuk mempertanyakan surat kematian Dira.


Dan paling parah, Erick akan mengekspos berita hubungan perselingkuhan Hary dan Laras. Dia akan mempermalukan mereka seumur hidup.


Erick terus menegaskan dan meyakinkan jika dia masuk penjara, maka Hary adalah orang yang paling dirugikan. Dia akan kehilangan harta dan rencana pernikahan dengan Laras.


Flashback On


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Hary penasaran.


"Simpel saja, kita harus bekerja sama untuk menghilangkan jejak Dira dari pengawasan polisi," ucap Erick dengan santai, tangan nya sambil mengambil botol wine dan meminumnya langsung dari mulut botol.


"Caranya?" tanya Hary kembali.


"Kita harus menipu polisi. Kita harus membuat asumsi jika Dira telah diculik kembali. Tentu kita membuat sandiwara," balas Erick dengan tawa.


"Kalau rencana kita gagal?"

__ADS_1


"Aku pastikan rencana ini tidak akan gagal, aku harus mengubur kasus mobil merah selamanya," gumam Erick serius.


"Tapi sayang nya aku masih tidak percaya jika penculik itu adalah kamu. Aku perlu bukti kuat, aku harus memastikan dengan mata dan kepala ku sendiri," kata Hary mengancam.


"Ok baiklah, lakukan sesuka mu saja Hary. Pikirkan kembali saja tawaran ini. Bawa dan isi check itu kembali saat kamu yakin jika kita akan bekerja sama," ucap Erick santai.


****


Sesampai nya di rumah, Hary langsung menuju ruang makan. Dia ingin sekali melihat istri yang telah mengkhianatinya.


Di sana dia melihat Dira dengan penampilan berbeda. Kali ini rambut nya tertata lebih rapih, wajah di hiasi make up dan memakai baju yang sedikit ketat.


"Hei, sudah pulang. Yuk kita ngopi dulu," ucap Dira dengan lembut.


Tidak seperti biasanya, Hary disambut dengan perhatian dan kehangatan. Apakah Dira telah kembali seperti dahulu?


...Ada apa Dira, kenapa kamu berulah disaat aku tahu rahasia mu....


Hary berjalan canggung menghampiri istrinya, dia menatap wajah cantik Dira. Wanita itu malah tersenyum dengan manis.


Kamu sangat cantik, pantas saja pria kaya itu sangat tergila gila pada mu.


Apakah Erick benar menculik isteri ku sendiri?


Hary mengurungkan niatnya untuk menindak dan menginterogasi Dira. Dengan sentuhan lembut Hary menyentuh tangan istrinya.


Ada perasaan sedih, kecewa dan sakit karena terhempas begitu keras. Hary harus membuktikan penyataan Erick. Dia harus menilai dengan kesadaran penuh jika ada hubungan gelap diantara mereka.


"Sayang, besok kita pergi jalan jalan ya," ajak Hary dengan senyum mengembang.


"Kamu mau ajak aku kemana?" tanya Dira sangat penasaran.


"Pokoknya ke suatu tempat. Aku pingin banget bikin pikiran kamu lebih santai saja. Mumet juga kan di rumah terus," jelas Hary dengan penuh keyakinan.


"Ok, baiklah.." jawab Dira dengan santai.


Hary kemudian memeluk Dira, mendekap kan tubuh wanita itu dengan erat. Dia merasa jika wanita ini sedang berpura pura bersikap baik padanya.


Hary hanya berpikir, jika hati istrinya memang sudah jauh entah kemana.


...Dira bersiaplah, besok aku akan mempertemukan mu dengan pria yang kau rindukan....


Aku hanya ingin melihat, sejauh mana kamu mempunyai ikatan dengan penculik busuk itu.


Jika dugaan ku benar, maka selesai lah hubungan kita sebagai pasangan yang pernah mencintai.

__ADS_1


__ADS_2