AKU DICULIK CEO TAMPAN

AKU DICULIK CEO TAMPAN
Pertemuan yang tak diharapkan


__ADS_3

Pak guru Hary sedang memarkirkan motor trail nya di depan sebuah bangunan kosan. Dia membuka helm dan mengibas kan rambut nya dengan gaya cool.


Rambut nya yang sedikit berantakan dan klimis jauh mencerminkan dia berprofesi sebagai guru. Dia lebih cocok dilihat sebagai anggota gangster.


Dia turun dari atas motor, membuka kacamata hitam dan memberikan sebuah ekspresi yang aneh.


"Bener nih, tempat tinggal anak itu," ucap nya terheran.


Dia lalu berjalan lurus dan masuk ke dalam gerbang kecil yang tidak di kunci. Dia seraya melihat bangunan kosan dengan detail. Melihat keadaan dan kondisi yang masih sepi.


Semua pintu kosan tertutup, tidak ada tanda tanda kehidupan di kosan ini. Kemana semua pergi?


Pak guru Hary lalu mengeluarkan HP nya, dia lalu menelepon no Erick alias Reza. Namun telepon itu tidak di angkat.


Dia sedang mencari aku.


Berulang kali ia mencoba kembali melakukan panggilan telepon, tapi hasil nya selalu nihil. Dia baru teringat, jika saat itu aku menuliskan nomber wali yang bisa di hubungi.


Dia mencari nomor itu, akhirnya nomor atas nama Nadira dia temukan. Dia lalu menelepon nya.


"Ya halo," jawab Dira dengan suara serak.


"Apa ini dengan saudari Nadira," balas Hary.


"Oh, mau cari kosan ya. Udah naik keatas saja. Saya kebetulan masih di dalam," ucap Dira begitu saja dan langsung menutup panggilan.


Hary cukup bingung bingung dengan reaksi si penelepon, terdengar ceroboh dan bodoh. Namun dia tidak terlalu peduli, dia hanya ingin urusan nya cepat selesai.


Tanpa basa basi, Hary masuk dan mencari tangga ke atas. Dia melewati tangga itu dengan sebuah siulan.


Lalu mendapati sebuah pintu rumah di depanya. Namun ada hal mencurigakan di depan pintu masuk itu.


Disana ada sebuah kotak pizza ukuran besar di taruh di bawah pintu. Lima balon gas berwarna pink di talikan di gagang pintu.


Dia tanpa pikir apapun, malah berani mengambil kotak pizza dan melepas tali balon gas itu.


"Apaan ini?" ucap nya dalam hati.


Tiba tiba pintu itu terbuka, seketika Hary melihat ada sosok wanita yang membuatnya terpana. Hanya butuh satu detik saja, Hary menyukai Dira yang berwajah kusut itu.


"Gila, ini cewek cantik bener," batin Hary dengan hati yang berbunga bunga. Dia tak menyangka jika pagi yang merepotkan ini akan membuah kan hasil tak terduga.


Baru saja dia melihat ada wanita secantik bidadari, tubuh nya ramping dan kulit nya sangat mulus. Ini sih nama nya hoki besar.

__ADS_1


Hary kaku dan tak berdaya, dia bahkan tak sedikit pun menyadari jika kotak pizza dan balon balon itu masih di tangan nya.


"PIZZA!" ucap Dira sangat girang, ketika dia melihat ada pria asing di depan nya membawa kotak pizza favorit nya.


Ketika mendengar wanita itu berbicara lantang, Hary segera tersadar dari lamunan nya. Dia lalu tersenyum tipis dan menampakan wajah sok ganteng nya.


"Nadira?"


"Iya, oh kamu tadi yang telepon aku ya, mau cari kosan kan?"


"Mmmm.. bukan bukan. Aku wali kelas Reza di sekolah."


"Oh anak lantai bawah itu ya, emang kenapa sama anak itu?"


"Sudah enam hari dia tidak masuk sekolah, alasan nya sakit. Karena aku tahu dia yatim piatu, ya aku sebagai guru nya terus merasa khawatir," ucap Hary dengan nada bicara yang di dramatis.


"Sakit? Ko aku gak tahu ya," balas Dira dengan suara yang kaget.


"Jadi itu pizza sama balon buat Reza?" tanya Dira sambil menunjuk benda yang sedang melayang di udara.


"Oh, bukan," ucap Hary setengah bingung.


"Terus buat siapa?"


"Buat kamu," ucap nya dengan nada gombalan maut.


****


Jujur aku sangat terkejut, melihat mereka tadi menggedor pintu dengan sangat kencang. Bahkan mereka kira aku bisa mati konyol sendirian di dalam.


Mereka terus menginterogasi keadaan ku yang mendadak menjadi pusat perhatian. Apa yang sakit? Gimana kata dokter? Makan nya udah makan belum?


Mereka sangat cerewet dan aku tidak menyukai itu.


Demi menyudahi drama yang tidak penting ini, aku jelaskan pada mereka bahwa aku sudah sembuh total. Malaria tidak akan mempan mencabut nyawa ku begitu saja.


Namun dari semua itu, ada hal yang terus membuat ku sangat jengkel.


Kenapa ada kotak pizza dan balon balon gas di kamar ku. Terus kenapa guru sialan itu dengan konyol malah mengakusisi kepemilikan benda itu.


"Ni, makan pizza," ucap Dira sambil menyodori satu potong pizza di hadapan ku. Aku tidak menerima nya, aku tidak berselera, malas saja melihat guru itu.


"Gimana, enak gak pizza nya?" tanya Hary dengan wajah penuh perhatian

__ADS_1


"Ini bukan enak lagi sih, udah kaya obat, bikin aku happy lagi hehe," balas Dira sambil tersenyum.


Apaan ini guru somplak? Kenapa dia begitu mudah melakukan sebuah ke bohongan. Jelas jelas itu semua pemberian ku.


Harus nya aku yang dapat pujian itu, aneh nya kenapa Dira percaya begitu saja dengan ucapan pria aneh ini.


"Kamu tahu aja kalau aku gak suka paprika," kata Dira sambil mengunyah penuh potongan pizza dalam mulut nya.


"Hahahahahahaha, begitu kah? Aahhh ini tanda kalau kita jodoh," balas Hary dengan wajah penuh kepalsuan dan manipulatif.


"Jodoh?" balas Dira kaget, dia pun tidak menampik pernyataan bodoh itu.


Mereka saling melemparkan senyuman, aku tahu saat itu juga Dira bisa bangkit kembali. Dia bisa tersenyum dengan bebas, aku senang.


Tapi saat itu aku tidak tahu, jika pertemuan yang konyol ini adalah awal mula mereka menjalin sebuah hubungan khusus.


Harus nya saat itu, aku bicara jujur jika pizza dan balon itu adalah pemberianku.


Harus nya saat itu aku berani mengatakan jika aku benci melihat dia sedih terus.


Betapa menyesal nya saat itu, seharusnya pertemuan itu tidak terjadi.


Aku baru sadar, jika itu adalah pertemuan yang tidak di harapkan.


****


Saat itu aku masih belum curiga apapun tentang pertemuan Hary dan Dira. Saat itu hanya menganggap sebuah kebetulan yang biasa.


Bahkan saat itu aku tidak tahu jika Hary adalah seorang pria buaya yang berbahaya. Aku menyesal, membiarkan dia masuk kedalam kehidupan kami.


Aku baru sadar, jika dia menyimpan rahasia lain di balik kepolosan nya sebagai guru. Itu terjadi ketika sekolah kami kedatangan mahasiswa magang dari salah satu universitas pendidikan.


Saat kami berdiri melaksanakan upacara hari senin, kepala sekolah mengenalkan 10 mahasiswa kuliah yang akan melaksanakan magang di sekolah.


Mereka berbaris berjajar, terdapat 5 pria dan 5 wanita memakai jas almamater biru. Aku tahu diantara mereka semua, satu mahasiswi cantik menjadi lebih menonjol di antara semuanya.


Nama mahasiswi itu Laras, biasanya kami memanggil nya bu Laras.


Dia mengambil jurusan pendidikan kesenian musik, anak kuliah tipe yang selalu populer dimana mana.


Mahasiswi cantik itu dijadikan bahan rebutan diantara kalangan siswa SMA pria. Dia selalu saja dijadikan primadona, bahkan mendadak mereka semua ikut kelas tambahan piano.


Rata rata mereka tidak mengerti apa itu musik, apalagi sampai masuk ruang musik adalah hal langka. Namun setelah kehadiran mahasiswa itu, mereka berbondong bondong menjadi siswa yang pandai musik.

__ADS_1


Hanya saja aku pria yang tidak menyukai mahasiswi populer itu, selera ku tetap pada wanita dewasa yang sangat hot.


Semua mendadak menjadi penuh misteri, aku bahkan dengan tolol nya tidak sadar jika semua mempunyai sebuah paralel.


__ADS_2