Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 101


__ADS_3

Tak berapa lama Nyonya Pucky dan Tuan Santanu pun tiba di rumah sakit. Mereka begitu terkejut melihat pakaian Gibran yang kini telah robek.


"Bagaimana kondisi Sylvia nak..? "


"Kenapa pakaian mu seperti ini? "


Tanya Nyonya Pucky dengan nada penasaran.


"Ma... maafin Gibran. Gibran yang salah ma. Gibran egois. "


Ucap Gibran lirih sambil memeluk mama nya layak nya seperti seorang anak kecil yang sedang butuh kasih sayang dari seorang ibu


"Sebenarnya apa yang terjadi nak. Kenapa semua nya seperti ini. Ayo coba cerita sama mama papa. "


Ucap Nyonya Pucky sambil membelai kepala anak nya.


Gibran pun kemudian menceritakan kejadian sesungguh nya pada mama nya. Menceritakan semua keegoisan yang ia perbuat selama bulan madu bersama Sylvia .


Nyonya Pucky dan Tuan Santanu pun tak dapat memendam amarah nya. Melihat kelakuan anak nya yang kini telah melukai orang lain yang tidak lain adalah istri nya.


"Kamu sudah keterlaluan Gibran. "


"Mama ngak nyangka anak mama yang selama ini mama bangga bangga kan ternyata diam diam memiliki sikap yang tidak terpuji seperti ini. "


"Mama dan papa tidak pernah mengajarkan kamu seperti ini Gibran "


"Kamu belajar dari mana? "


Ucap Nyonya Pucky sambil melepas pelukan nya.


"Kurang apa lagi Sylvia di hadapan mu Gibran. Kurang baik apa lagi? "


Dia sampai rela terluka demi menyelamatkan nyawa mu. Terbuat dari apa hati mu?? "

__ADS_1


Bentak Tuan Santanu tak kalah emosi nya mendengar penuturan Gibran.


Gibran pun langsung bersujud di antara kedua kaki orang tua nya.


"Maafin Gibran ma, pa. Gibran sudah salah, Gibran egois. "


"Gibran hanya masih trauma saja ma atas kejadian 2 tahun lalu. Gibran ngak mau harga diri Gibran, mama dan papa akan terinjak-injak lagi. Itu sebab nya Gibran lakukan ini semua. Gibran hanya ingin tau sebesar apa rasa sayang Sylvia buat Gibran. "


"Itu saja ma, pa. "


Tutur Gibran dengan posisi masih bersujud.


"Lalu dengan keadaan seperti ini kamu sudah percaya pada Sylvia. Atau masih kurang? "


Bentak Tuan Santanu.


"Cukup pa.. cukup. Cukup kali ini saja Sylvia terluka. Gibran kini sudah lebih dari kata percaya. "


"Gibran tidak ingin lagi melihat Sylvia terluka. Gibran janji ini yang terakhir Sylvia terluka karena Gibran. Gibran Janji Pa, ma. "


Setelah beberapa lama Sylvia berada di ruang UGD. Salah seorang dokter dan beberapa suster yang menangani Sylvia pun keluar.


Melihat pintu UGD terbuka, Gibran langsung beranjak dari sujud nya dan menghampiri Dokter.


"Dok bagaimana keadaan istri saya dok. "


"Dia baik-baik saja kan dok"


Tanya Gibran dengan nada penasaran.


"Pak, bu Keadaan pasien saat ini cukup buruk akibat benturan yang sangat keras itu mengenai kepala ibu Sylvia. Dan kabar buruk ini juga kan saya sampai kan. "


Ujar Dokter sambil menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Kabar buruk apa dok? "


"Istri saya kenapa dok. "


Tanya Gibran.


Istri anda mengalami kebutaan untuk sementara waktu.


"Ngak ini ngak mungkin. Ini ngak mungkin... Dokter pasti salah Memeriksa. Coba Dokter periksa lagi"


"Ini pasti ngak mungkin dok. "


Ujar Gibran dengan nada tidak percaya.


"Maaf Pak. kami sudah lakukan pemeriksaan berulang-ulang. Dan benar istri bapak mengalami kebutaan untuk sementara waktu.


Gibran pun langsung berlari menuju rung UGD. Dia berteriak sekencang-kencang nya melihat tubuh Sylvia yang kini terbaring lemah di atas ranjang.


" Syil... kamu yang kuat yah sayang. Aku janji akan memulihkan penglihatan mu lagi. Berapa pun biaya nya akan aku berikan asal kamu bisa kayak dulu lagi.


"Bisa menatap ku kembali. "


"Kamu yang kuat yah sayang. Walau saat ini kamu tidak bisa melihat. Biar aku yang akan menjadi mata untuk mu. "


Ucap Gibran sambil mengecup kening istri nya. Ini kali pertama dia mengecup kening Sylvia.


"Dok lakukan yang terbaik untuk istri saya bisa melihat kembali. Berapa biaya nya tidak menjadi masalah asal istri saya bisa melihat kembali. Semua akan saya lakukan walaupun itu nyawa ku jadi taruhan nya. "


"Tolong dok"


Pinta Gibran kepada Dokter.


"Pak bu. Untuk bagian saraf dan mata kami menganjurkan bapak dan ibu membawa pasien ke RS xxx yang ada di Ibu kota. "

__ADS_1


"Namun kami untuk luka luar kami akan lakukan yang terbaik untuk Sylvia. "


Ucap Dokter itu lagi.


__ADS_2