Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 90


__ADS_3

Cukup lama mereka berteduh sambil menunggu hujan reda. Namun tak ada pembicaraan di antara mereka. Mereka hanya diam membisu dengan pemikiran nya masing-masing.


Setelah hujan cukup reda Agriel mengambil sepatu Nikita yang nyangkut di rumput itu.


"Nih sepatu mu. "


"Entar di pikir orang ini sepatu Cinderella pula. "


"Eh tau-tau nya bukan Cinderella tapi Centong Lara"


"Hah.. ha.. ha"


Agriel tertawa lebar.


Nikita kali ini terdiam dan tidak berani menjawab ucapan Agriel, sebab dia masih memikirkan ucapan Agriel tadi yang mengatakan pria normal.


Sementara di dalam gedung acara tetap berjalan dengan baik meskipun di luar hujan. Hingga acara berakhir tak ada kendala atau pun masalah.


Hingga jam menunjukkan pukul 10.00 malam di situ pula lah acara berakhir. Karena kondisi di luar hujan mau tak mau Keluarga pengantin tidak bisa pulang. Mereka akan menginap satu malam di hotel itu.


Pengantin baru di antar kan oleh para dayang-dayang ke dalam kamar nya. Sesampainya di kamar pengantin yang penuh dengan bunga Sylvia duduk di meja rias untuk membuka sanggul nya dan membersihkan make up di wajah nya. Sementara Gibran langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya.


Selang beberapa menit Gibran keluar dari kamar mandi dengan menggunakan lilitan handuk di pinggang nya. Spontan Sylvia kaget dan menjerit histeris melihat Gibran.


"Ah... "


Pekik Sylvia sambil menutup mata nya dengan telapak tangan nya.


"Gibran melompat kaget mendengar teriakan Sylvia. "


"Apa an sih tukang jamu. Teriak ngak jelas. "


Guman Gibran kesal.

__ADS_1


"Itu..... "


Jawab Sylvia sambil menunjuk ke arah Gibran namun dengan posisi mata tertutup.


"itu apa nya? "


Tanya Gibran kebingungan


"Kamu pake baju kenapa "


Ujar Sylvia sambil membalikkan badan nya.


"Oh itu maksud kamu. "


"Dasar tukang jamu. "


Gerutu Gibran.


Setelah selesai mandi, Sylvia keluar dari kamar mandi mengenakan kimono pink kesukaan nya yang telah di bawa nya sebelum nya.


Sylvia terduduk di depan meja rias, ingin rasa nya ia mengistirahatkan badan nya. Namun di kamar hotel itu ukuran sofa nya tidak cukup untuk nya tidur.


Namun rasa ngantuk nya semakin menjadi-jadi, mau tak mau dia bergerak menuju sofa dan membaringkan tubuh nya. Tidak butuh waktu lama Sylvia sudah terlelap dalam tidur nya.


Matahari pun memancarkan sinar nya dari ufuk timur. Masuk melalui celah-celah jendela. Hingga cahaya nya menyilaukan mata. Sylvia mengucek-ucek mata nya yang masih kantuk. Ingin rasa nya dia membaringkan tubuh nya kembali. Namun dia urungkan niat nya karena di hadapan nya sudah berdiri Gibran.


"Bagus ... s... s... s"


"Baru sehari kamu menikah dengan ku, tapi kamu sudah lupa dengan tanggung jawab mu yah. "


"Ngak masalah, jika kamu membantah ku dan lupa akan status diri mu di tempat ini. "


"Tapi kamu ngak boleh lupa kalau nanti keluarga mu akan hancur di depan mata mu. "

__ADS_1


"mau? "


Bentak Gibran.


"Maaf tuan, saya sungguh minta maaf. Saya tidak ada niat membantah tuan Hanya saja saya lupa. "


Ujar Sylvia dengan nada memohon.


"Ok aku maaf i kamu. Ini yang pertama dan terakhir kamu ku beri maaf. "


"Lain kali kamu berulah. Saya tidak akan segan-segan menghancurkan keluarga mu. "


Ujar Gibran lagi dengan tegas.


"Sekarang kamu mandi sana. Biar kejelekan wajah kamu itu berkurang. Saya tak sudi melihat wajah mu yang kamseupay itu. "


Usir Gibran.


Sylvia pun menuruti perkataan Gibran. Dia beranjak dari sofa tempat tidur nya malam ini. Malam pertama yang tidak pernah dia inginkan. Malam pertama kepahitan yang dia alami.


Dia berjalan menuju kamar mandi dengan berurai air mata.


"Tuhan mampu kah aku menjalani ini semua. Seumur hidup kah aku akan seperti ini. Baru sehari aku menjadi istri nya rasa nya hati ini begitu sakit tiap kali mendengar hinaan dari bibir nya.


" Serendah itu kah aku di hadapan nya"


Sylvia menangis i nasib nya di kamar mandi nya. Ingin rasa nya dia kabur dan lari dari kenyataan ini. Namun semua sudah terlanjur. Sylvia harus menjalani ini semua walau terasa berat.


**Bersambung.**


***Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote sebanyak-banyak yah readers...


Agar author semakin semangat up nya😊😊😊***

__ADS_1


__ADS_2