Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 77


__ADS_3

Walau kini Sylvia sudah memiliki ayah sambung, Tapi Sylvi tidak pernah sekalipun merasakan kasih sayang seorang ayah dari ayah sambung nya. Sylvi juga tidak pernah merasakan hasil keringat ayah sambung nya itu. Sylvi hidup, makan dan biaya kebutuhan Sylvi itu semua dari hasil keringat Sylvi.Dari hasil salon Sylvi.


Memang hasil yang Sylvia dapat dari salon nya itu tidak lah besar. Tapi dari hasil yang tidak seberapa itu ia harus pintar membagi keuangan nya untuk karyawan nya, untuk kebutuhan nya, tabungan nya dan juga untuk mama tiri nya.


Meskipun demikian, Sylvia tidak pernah mengeluh , Semua itu ia lakukan dengan sepenuh hati.Karena ia selalu mengingat pesan terakhir papi nya untuk menjadi orang yang baik dan tidak pendendam terhadap orang yang telah menyakitinya.


Sementara Nikita semenjak lulus kuliah, ia lebih memilih untuk bekerja di luar kota. Niko juga bekerja di sebuah bengkel di kota itu. Beda hal nya dengan Nisya, Nisya lebih memilih untuk tinggal diam di rumah saja menunggu uang dari orang tua nya dan juga adik-adik nya.


Nisya dan Mama Putri hanya bisa foya-foya menghambur-hamburkan uang. Shopping setiap hari, ke salon dan kegiatan yang lain yang tujuan nya hanya untuk menghabiskan uang.


***Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan bahkan tahun berganti tahun.


Irwan yang rakus akan harta kekayaan dan kekuasaan selalu melakukan berbagai cara untuk mempertahankan kekayaan nya dan juga perusahaan nya. Ia tidak pernah memikirkan resiko yang bakal ia Terima. Selagi cara itu bisa mempertahankan harta kekayaan nya dan juga perusahaan nya ia akan lakukan .


Seperti yang akhir-akhir ini ia lakukan. Ia rela meminta bantuan kepada salah seorang pengusaha muda yang memiliki perusahaan terbesar di kota itu. Pengusaha muda itu bernama Gibran William. Ia memiliki paras tampan dan bahkan sangat tampan.


Siapapun kaum hawa yang melihat nya bakalan jatuh hati padanya. Tubuh nya yang tinggi, atletis, rambut lurus yang selalu di tata rapi. Kulit nya yang putih bersih dengan dada yang bidang.Di tambah dengan alis nya yang tidak terlalu tebal dan bola mata yang indah juga hidung mancung nya yang semakin menambah ketampanan nya. Dan tak lupa bibir nya yang sexy yang mampu membuat para kaum hawa klepek-klepek pada nya pada pandangan pertama.


Namun siapa sangka di balik tampan nya yang sempurna itu, Gibran memiliki sikap yang sangat dingin, cuek dan sangat kejam. Omongan Gibran juga terbilang sangat pedas hingga disaat seseorang membuat nya murka makan Gibran tak akan segan-segan memusnahkan nya saat itu juga.


Orang-orang yang bermasalah pada nya , keesokan hari nya tidak akan bisa lagi melihat matahari terbit. Karena Gibran akan mengirim orang -orang yang bermasalah padanya jauh lebih tengah-tengah hutan .


Apalagi di sisi Gibran selalu ada sosok pria yang tak kalah tampan nya dengan Gibran. Dia adalah Agriel. Agriel adalah asisten dari Gibran. Agriel selalu ada di sisi Gibran kapan pun itu. Akibat nya mereka sering di anggap kembar hanya karena setiap hari selalu beriringan.


Sikap keduanya pun hampir sama persis. Sebab yang menjadi tujuan utama Agriel adalah membuat tuan nya itu merasa nyaman di mana pun ia berada.Karena mereka sudah lama selalu bersama, dan Agriel sudah lama mengabdi pada Perusahaan Gibran, hingga arti setiap helaan nafas Gibran pun sudah di mengerti oleh Agriel.


***Meski Irwan tau pengusaha muda itu memiliki sikap yang sangat buruk tapi ia


harus memberanikan diri untuk bertemu dengan Gibran. Karena hanya dengan cara ini lah ia bisa menyelamatkan perusahaan nya.


Setelah Irwan mengumpulkan seluruh keberanian nya, ia pun perlahan melangkah kan kaki menuju gedung pencakar langit milik Gibran.


Setelah menunggu cukup lama, salah seorang receptionist pun mengantarkan Irwan ke ruangan Gibran.


"Apa maksud dan tujuan kamu hingga kamu berani menginjakkan kaki mu di tempat ini. "??

__ADS_1


Tanya Gibran to the point pada tamu nya yang tak lain adalah Irwan. Gibran berbicara dari kursi kerajaan nya dan tak melirik sedikit pun ke arah Irwan. Irwan pun tak di beri kesempatan untuk duduk.


" Maaf tuan saya yang hina ini datang ke hadapan tuan dan mengganggu aktivitas tuan.... "


Belum juga Irwan selesai berbicara, Agriel sudah memotong pembicaraan Irwan sebab ia melihat pandangan tuan nya itu sudah menunjukkan ketidaksukaan.


"Hey bapak tua.. kalau mau bicara langsung to the point.Jangan berbelit-belit. Jangan buang waktu kamu dengan percuma untuk manusia seperti mu. "


Bentak Agriel.


"Saya minta tolong tuan, tolong bantu keuangan perusahaan saya. Saya tidak ingin perusahaan saya bangkrut. Saya mohon tuan".


Ucap Irwan sambil bersujud di hadapan Gibran.


" Apa alasan saya harus membantu mu? "


Tanya Gibran dengan nada ketus nya.


"Apa pun yang tuan mau akan saya beri. Apa pun yang tuan perintahkan akan saya saya lakukan tuan. "


"Semua yang saya mau bisa saya beli. Semua yang saya ingin kan bisa saya lakukan. Lalu atas dasar apa aku harus membantu mu? "


Tanya Gibran lagi sambil mengangkat kaki nya ke meja.


"Tolong lah tuan, sekali ini saja. Apa pun yang tuan perintah kan akan saya lakukan."


Ujar Irwan semakin memohon.


"Hal istimewa apa yang kamu punya yang bisa membuat aku berpikir ulang untuk membantu mu? "


Tanya Gibran lagi


"Saya hanya punya keluarga tuan. Seorang istri dan 4 orang anak, 3 perempuan dan 1 Laki-laki. Tapi salah satu di antara 3 perempuan itu adalah anak tiri saya. "


Jawab Irwan.

__ADS_1


"Anak tiri???? "


Tanya Gibran.


"Betul tuan. "


Gibran berpikir sejenak. Dan akhirnya ia pun kembali tersenyum sinis.


"Baiklah temui aku besok dan bawa ke hadapan ku anak perempuan mu semua. "


Jawab Gibran.


Setelah selesai Agriel pun langsung menyuruh Irwan untuk meninggalkan ruangan itu. Selepas kepergian Irwan, Agriel mendekati Gibran.


"Tuan apa tuan ngak salah menyuruh bapak tua tadi membawa anak perempuan nya. "


"Untuk apa tuan anak perempuan bapak tua tadi. "


Tanya Agriel...


"Sudah kamu tenang saja. Jangan banyak bacot. Lakukan saja pekerjaan mu. Atau kamu mau aku hempaskan kamu jauh dari sini. "


Bentak Gibran.


"Baik.. tuan. Tapi tolong jangan hempaskan kan saya. Saya belum nikah tuan. "


Jawab Agriel .


Mereka pun akhirnya melanjutkan pekerjaan nya masing-masing.


***Bersambung.


*Selalu ***dukung author dengan cara like, coment, vote dah rate. Dan jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak di karya ku yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA


Terima kasih.

__ADS_1


I love you***


__ADS_2