
Dan masih teringat jelas saat Gibran tadi mengingatkan misi nya itu .
"Mungkin ini lah yang terbaik pada kami. Walau hati ini terasa perih, aku ngak boleh egois. Kelihatan nya Sylvia juga gadis yang baik. "
Ujar Nandini.
***Flash back end
Setelah Sylvia selesai mandi, dia bercermin di cermin. Ia menatapi wajah nya yang terlihat sangat sembab.
Disaat malam sudah tiba Gibran terbangun dari tidur nya. Dia melihat sekeliling nya, namun sosok Sylvia tak dia temukan.
"Sylvia... a... a... a"
Teriak Gibran dengan kuat .
Gak berapa lama terdengar langkah kaki Sylvia berlari menuju kamar.
"Ia tuan ada apa? "
Tanya Sylvia dengan nada menunduk.
"Kamu ini sudah semakin berani yah membantah aku? "
"Apa kamu lupa siapa kamu? "
Tanya Gibran kejam.
"Maaf tuan saya tidak lupa, saya ini gadis penebus utang. Tapi tolong maafkan saya tuan.Tuan tolong jangan hancurkan keluarga saya. Biar saya saja yang di hukum tuan. "
"Saya mohon tuan. Saya rela di hukum apapun tuan asalkan tuan mau memaafkan kesalahan saya"
Pinta Sylvia dengan nada memohon.
Entah kenapa Gibran seakan luluh melihat pengorbanan Sylvia kepada keluarga nya itu.
Namun ia tidak boleh secepat itu percaya.
"Kamu berdiri angkat kaki sebelah dan pegang telinga. Dan sebutkan apa saja kesalahan mu yang telah kamu perbuat hari ini. "
Ujar Gibran.
__ADS_1
Sylvia pun menurut. Dia berdiri dari tempat dia bersimpuh dan mengangkat kaki sebelah sambil memegang telinga nya. "
"Maafkan saya tuan saya tidak ada di samping tuan saat tuan terbangun dari tidur tuan"
"Dan maafkan saya tuan saya telah membuat tuan marah"
Ucap Sylvia masih dengan posisi yang di perintahkan oleh Gibran.
"Lanjut"
Tanya Gibran sambil memalingkan muka nya. Karena ia tidak sanggup melihat tingkah Sylvia yang berdiri sama layak bagai murid SD yang sedang di hukum guru.
Sylvia terdiam sambil memikirkan kesalahan apa lagi yang dia perbuat. Namun ia tak menemukan jawaban nya.
"Hanya itu saja tuan kesalahan yang perbuat hari ini"
Ujar Sylvia dengan hati-hati.
"Apa?? "
"Hanya itu saja. "
"Apa kamu lupa syarat yang harus kamu lakukan saat menjadi istri ku? "
Bentak Gibran.
"Tidak tuan tidak saya tidak lupa semua syarat nya. Namun kesalahan saya hari ini hanya itu saja. "
Ucap Sylvia sambil berdiri gemetaran.
"Coba ulang sekali lagi, kamu bilang kesalahan mu hanya itu saja? "
Tanya Gibran dengan nada membentak.
"i... iya tuan. "
Jawab Sylvia dengan nada yang semakin ketakukan.
"Lalu kamu lupa tentang syarat bahwa kamu tidak boleh bertemu dengan pria lain? "
"Apa kamu lupa atau pura-pura lupa "
__ADS_1
Tanya Gibran.
'Mati aku dari mana dia tau aku tadi mengobrol sama pria itu. Sementara dia kan tadi bersenang-senang dengan mantan terindah nya itu. "
"Aku harus jawab apa"
Guman Sylvia dalam hati.
"Ayo jawab, kamu jangan tiba-tiba bisu. "
Bentak Gibran dengan wajah yang sudah merah padam.
"Maafkan saya tuan tapi tadi kita hanya ngobrol sebentar dan dia memberikan sapu tangan saat melihat aku sedang menangis. "
Ujar Sylvi dengan jujur. Karena Sylvia yakin kalau tadi pasti ada mata mata nya hingga dia tau kalau aku tadi bertemu dan mengobrol dengan pria lain. Kalau Sylvia semakin berbohong maka hukuman yang dia Terima akan semakin berat.
"Pak... pak.. pak"
Gibran bertepuk tangan sambil mengelilingi Sylvia yng masih berdiri dengan satu kaki.
"Hebat kamu yah. Berani-berani nya kamu melakukan semua kesalahan ini. Hebat... "
"Lanjutkan"
Ujar Gibran dengan nada sangat marah.
"Saya mulai dari mana yah buat menghancurkan keluarga kamu. Aku sudah muak dengan semua kata maaf mu. "
Timpal Gibran dengan nada mengancam.
"Tuan tolong jangan lakukan itu. Saya mohon tuan. Berikan aku kata maaf untuk yang terakhir kali nya. Saya janji tuan tidak akan mengulangi nya lagi. Saya reka di hukum apapun tuan. Hukum aku tuan jangan hukum keluarga ku. "
Ujar Sylvia sambil bersujud di hadapan Gibran.
***Bersambung
Selalu ***Dukung author dengan cara like, coment, vote sebanyak-banyak nya yah readers
agar author semakin semangat up nya..
Terima kasih***.
__ADS_1