
Bruk...k...k
Tubuh Indra terpental begitu kuat ke lantai .Kepala nya juga kena benturan yang sangat keras hingga kejadian itu membuat nya tak sadar kan diri.
Kondisi di rumah pada saat itu sedang sepi,hingga tak seorang pun yang bisa memberinya bantuan.Pada saat itu jam masih menunjukkan pukul 10 pagi.SYlvia dan Nikita mungkin belum pulang dari kampus.
Nisya dan Niko pun mungkin sudah pergi sejak tadi.Setelah beberapa jam kemudian Sylvia dan Nikita pun pulang dengan menggunakan taksi.Setelah sampai di halaman rumah ,mereka langsung melepas alas kaki mereka dan langsung masuk ke rumah.
Saat Sylvi masuk ke rumah betapa terkejut nya ia saat saat pandangan nya terhenti ke lantai tepat di bawah tangga.Ia melihat sebuah sosok yang tidak asing bagi nya terpental kaku di sana.
Pa..pi...i...i
Teriak Sylvi sambil berlari ke arah sosok yang tidak lain adalah papi nya itu.
Nikita yang menyaksikan hal itu juga berlari ke arah papa Indra.
Pa...pa..a.
Pa..pi..i
Teriak mereka berdua sambil menggoyang-goyang kan tubuh Indra.
"Tolong....g...g...g...g"
Nikita berlari ke luar rumah sambil minta pertolongan kepada tetangga-tetangga nya.Tidak berapa lama para tetangga nya pun langsung berdatangan.
"Ada apa Nikita."
Tanya salah seorang warga saat melihat wajah Nikita penuh dengan kekhawatiran
"Pak..tolong papa saya pak,papa saya pingsan.Tolong bantu kami untuk bawakan ke rumah sakit."
Ujar Nikita terburu-buru.
__ADS_1
Para warga pun langsung mengikuti langkah kaki Nikita masuk ke dalam rumah .Mereka menemukan Sylvi yang menagis sejadi-jadinya si dekat Indra.Para warga pun langsung membagi tugas,ada yang mencari taksi dan ada yang membopong tubuh Indra.
Sesungguh nya pada saat di bopong tubuh Indra sudah kaku.Namun para warga ingin memastikan nya.
Setelah taksi datang dan masuk ke pekarangan rumah itu ,para warga langsung membopong tubuh kaku Indra ke dalam taksi.Setelah mereka masuk ke dalam taksi tak lupa Nikita dan Sylvia mengucapkan terima kasih atas bantuan para warga itu.
Taksi pun mulai berjalan menuju rumah sakit.Selama perjalanan Sylvia dan Nikita tak berhenti menangis.
"Pi...bertahan yah pi.."
"Papi pasti akan selamat."
Ujar Sylvia yang duduk sambil memangku kepala Indra.
"Pak..boleh agak cepat sedikit ngak.??"
Ujar Nikita lagi.
Ujar Sopir takai itu tanpa melihat penumpang nya.Ia fokus menyetir agar cepat sampai ke rumah sakit.
Setelah beberapa menit kemudian,taksi yang mereka naik i pun sampai di rumah sakit yang dulunya adalah milik Indra.Setelah taksi berhenti ,Nikita pun langsung membayar uang taksi dan buru-buru keluar untuk memanggil dokter.
"Dokter...suster..."
"Tolong papa saya"
Teriak Nikita .
Para dokter dan suster pun langsung bergegas datang ke taksi yang membawa Nikita dan mulai membawa Papa Indra ke UGD.
Nikita dan Sylvia mengikuti para suster yang membawa papa nya.Setelah berada di depan ruang UGD.Salah seorang suster berhenti.
"Maaf mbak,silahkan tunggu di luar."
__ADS_1
"Agar kami melakukan pemeriksaan terhadap pasien."
Ucap Salah seorang suster itu.
"Tolong sus..lakukan yang terbaik buat papi kami."
Ujar Sylvia sambil memohon mengatupkan kedua tangan nya di depan dada nya.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin mbak."
Ucap Suster itu sambil masuk ke ruang UGD dan menutup pintu nya kembali.
Nikita pun langsung mengambil ponsel nya dari dalam tas.Ia pun mencari kontak nama mama dan mulai memanggil nya.Namun panggilan nya yang pernah terhubung.
"Kamu hubungi mama yah Nik...?"
Tanya Sylvia.
"Ia Syl..tapi mama ngak angkat telpon aku"
Jawab Nikita dengan wajah sedih.
***Bersambung
***Selalu dukung author dengan cara like,coment,vote dan rate yah readers
Dan jangan lupa klik tombol favorit agar di saat author update episode terbaru para readers tidak akan ketinggalan
1 lagi kunjungi karya author yang kedua yang Berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA .Tinggalkan jejak dan tunggu feed back dari author.
Terima kasih.
I love you***
__ADS_1