
"Ya sudah lah ,nanti saja kita hubungi mama lagi.Sekarang yang terpenting kita harus berdoa buat kesembuhan papa."
Ujar Sylvia berusaha menenangkan saudara tiri nya itu.
"Baiklah .Tapi saya ke toilet sebentar yah."
Timpal Nikita lagi dan mendapat anggukan kepala dari Sylvia.
Nikita langsung buru-buru ke toilet .Sesampainya dia di toilet ,dia bukan nya BAB atau pun BAK .Tapi dia kembali merongoh ponsel nya dan mencari nama kak Nisya.
Dia langsung menekan tombol hijau dan tak seberapa lama panggilan pun langsung terhubung.
"Hallo ..ada apa Nikita."
Ucap Nisya dari seberang dengan sedikit berteriak.Nikita mendengar suara musik yang begitu kuat.
"Kak..kakak lagi dimana kok Niki dengar bising sekali."
Ucap Nikita dengan sedikit berteriak agar kakak nya bisa mendengar suara nya.
"Kakak lagi di luar nongkrong sama teman kakak.Ada perlu apa?
Tanya Nisya langsung to the point.
"Kak..papa masuk rumah sakit."
Jawab Nikita sambil menahan tangis nya.
"Apa????"
__ADS_1
"Papa sakit apa?? dan di rumah sakit mana??"
Terdengar suara Nisya kini sangat khawatir saat mendengar ucapan Nikita.
"Papa lagi di rumah sakit xxx kak."
"Tadi Nikita sama Sylvia jumpai sudah tergeletak di lantai.Sepertinya papa jatuh dari tangga kak.Soalnya tempat papa tergeletak itu tepat di bawah tangga."
Nikita menjelaskan kepada kakak nya.
"Nikita ...jangan bilang yang kamu maksud itu adalah bapak tua itu."
Ucap Nisya saat mendengar penjelasan Nikita.Nisya dan juga Niko memang memberi gelar Bapak Tua kepada Indra bapak tirinya itu .
"Iya ..memang yang Nikita maksud itu papa Indra kak."
Tegas Nikita.
Jawab Nisya ketus.Suara yang awal nya terdengar sangat khawatir kini berubah menjadi suara yang begitu ketus.
"Kakak kenapa bicara gitu.Papa Indra itu juga papa kita kak.Apa kakak lupa dulu kita pernah hidup mewah di buat papa Indra.Apa kakak ngak ingat??
Nikita berusaha menyadarkan kakak nya agar mau mengakui Papa Indra sebagai papa nya.
"Yah kakak memang akui dia pernah buat kakak hidup mewah tapi itu ngak lama Nikita.Kamu harus tau itu.Kamu juga harus sadar apa tujuan kita masuk ke dalam kehidupan nya dulu.Tidak lain hanya untuk menghancurkan mereka."
"Jadi kalau dia mati bahkan itu akan lebih baik Nikita.Lebih cepat dia mati ,kita bahkan lebih cepat memiliki harta nya yang tersisa dan kita juga akan kembali kepada papa Irwan papa kandung kita."
Ucap Nisya dengan santai nya.
__ADS_1
"Kakak kenapa sejahat itu sih.."
"Kita hidup sederhana sekarang itu bukan salah papa Indra.Tapi dulu perusahaan papa itu terbakar dan uang papa harus diberi sebagai uang tebusan Sylvia."
Nikita masih berusaha bersikeras membela papa Indra.
"Ya sudah kamu urus saja sendiri bapak tua itu.Jangan kamu suruh aku mengurus nya.Menjenguk nya saja aku ogah."
"Nanti kamu boleh hubungi kakak disaat bapak tua itu sudah meninggal.Baru kakak akan ke sana .Paham???"
Ujar Nisya tegas dan memutuskan panggilan nya.
Nikita begitu terpukul mendengar ucapan kakak nya itu yang sama sekali tidak pernah mengakui papa Indra sebagai papa nya.Tak terasa air mata nya mengalir begitu deras nya.
Setelah beberapa saat ia menumpahkan air mata nya,Ia langsung menghapus air matanya.Dan memberikan sedikit polesan bedak untuk menutupi wajah nya yang sembab karena habis menangis.
Ia menyadari bahwa ia sudah cukup lama pergi meninggalkan Sylvia.Dia harus buru-buru .Setelah ia yakin wajah nya tidak terlihat sembab karena habis nangis ,ia pun langsung buru-buru meninggalkan kamar mandi dan menemui Sylvia yang masih terduduk khawatir mendengar kabar tentang papa nya.
***Bersambung
***Selalu dukung author dengan cara like,coment,vote dan rate yah readers
Dan jangan lupa klik tombol favorit agar di saat author update episode terbaru ,readers tidak akan ketinggalan.
1 lagi kunjungi karya author yang kedua yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA
Tinggalkan jejak dan tunggu feedback dari author
Terima kasih
__ADS_1
I love you***