Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 80


__ADS_3

Irwan pun akhirnya pulang dengan perasaan bahagia. Karena perusahaan nya tidak jadi bangkrut dan dia juga tidak harus mengorbankan kedua putri kandung nya.


Sementara Sylvia semenjak keluar dari gedung perusahaan Gibran, Sylvia lebih banyak diam dan murung. Dia tak ingin mengucapkan sepatah kata pun. Yang ingin dia lakukan sekarang hanya ingin menangis dan berteriak sekencang-kencang nya.


Mobil yang mereka kendarai pun mulai memecah jalanan kota. Kemacetan pun mulai terlihat di setiap persimpangan jalan. Hingga waktu 30 menit tidak cukup buat mereka untuk menaklukkan kemacetan yang luar biasa itu.


Hampir sejam mereka bergelud di tengah tengah jalanan . Akhirnya mereka kini tiba di pekarangan rumah mereka. Irwan langsung memarkirkan mobil nya dan turun dari mobil di ikuti oleh Nisya dan adik-adik nya.


Irwan pun langsung duduk di ruang tamu yang langsung di sambut hangat oleh Putri. Sementara Sylvia langsung bergegas menuju kamar nya di ikuti Nikita.


Sylvia menghempaskan tubuh nya dengan keras ke kasur. Tak terasa air mata nya kini mulai menetes. Nikita perlahan mendekat ke arah Sylvia dan kemudian memeluk nya.


"Sylvia.... maaf in papa yah. "


Ucap Nikita lirih.


"Ngak seharusnya papa ngelakuin ini semua demi perusahaan nya. "


"Ngak apa -apa Nik, Sylvia senang bisa membalas budi mama Putri dan Ayah Irwan."


"Kamu jangan terus-terus an merasa bersalah sama aku. "


"Ini kan sudah kewajiban kita sebagai anak. "


Jawab Sylvia dengan senyum yang di paksakan.


***Flashback di rumah mewah.


"Gibran.. kapan kamu bawa menantu mama sama papa ke sini. "

__ADS_1


"Apa kamu masih mau menunggu si perempuan j****g itu? "


Tanya Nyonya Pucky yang merupakan ibunda dari Gibran.


"Iya mama kamu betul nak.Papa sama mama ini sudah tua. Sudah saat nya mama dan papa nimang cucu. "


"Lagi pula buat apa kamu tunggu wanita itu lagi. Dia terlalu rendah untuk menjadi milik ku. Dia itu sudah tak punya harga diri lagi. "


Timpal Tuan Santanu yang merupakan Ayahanda dari Gibran.


"Sudah dong pa, ma. Jangan desak Gibran terus. Gibran memang belum bisa move on dari Nandini. Tapi kan Gibran sedang berusaha. Gibran sedang mencari yang cocok buat Gibran. "


Jawab Gibran membela dirinya.


"Mama dan papa ngak mau tau.Pokok nya dalam bulan ini kamu harus menikah. Kalau dalam waktu cepat ini kamu ngak bawa calon mantu mama ke rumah ini. Kamu akan mama papa jodoh i ke anak teman nya mama. "


Ucap Nyonya Pucky dengan tegas.


Tanya Tuan Santanu lagi.


"Ia.. ia pak nanti Gibran akan bawa i calon mantu mama sama papa. "


"Tapi Gibran ngak mau di jodoh i. Kayak Gibran ngak laku saja pake acara jodoh-jodoh an. Wajah tampan persis oppa Korea gini juga pasti banyak yang suka "


Ujar Gibran memuji dirinya.


"Nah gitu dong baru anak kesayangan mama papa. "


Timpal Nyonya Pucky sambil mengelus kepala putra nya .

__ADS_1


Gibran memang masih muda. Umur nya juga masih sekitar 26 tahun. Namun Ibunda nya Nyonya Pucky dan Ayahanda nya Tuan Santanu sudah sangat ngebet untuk cepat-cepat punya cucu. Mereka ingin sekali di hari tua mereka ini, sisa waktu mereka habiskan dengan cucu mereka.


Dengan wajah tampan nya Gibran memang tak sulit bagi nya untuk mendekati cewek. Namun siapa sangka Gibran yang berwajah tampan itu memiliki masa lalu yang kelam dengan seseorang gadis yang pernah menjadi kekasih hati nya. Yah gadis itu adalah Nandini.


Nandini dan Gibran pernah menjalin hubungan kurang lebih 4 tahun. Sebelum mereka memutuskan tali kasih, mereka pernah berencana untuk melanjutkan hubungan nya ke jenjang pernikahan.


Segala sesuatu keperluan yang di butuhkan untuk acara pernikahan sudah selesai. Hotel berbintang lima yang telah di sewa dan dekor bagaikan istana pun sudah siap menerima kehadiran sepasang kekasih yang saling mencintai .


Gibran sudah berhias di kamar hotel itu. Dia sudah tak sabar ingin menyematkan cincin ke jari manis kekasih hati nya Nandini.


Namun pada hari itu juga, kejadian yang tak di sangka-sangka pun terjadi. Keluarga dari mempelai wanita mengabarkan bahwa Putri nya Nandini sudah kabur dari rumah setelah selesai di rias.


Bagaikan peluru yang menancap di jantung Gibran. Ia sangat marah, sangat emosi dan sangat malu.Kenapa tidak malu, sebab di hari pernikahan nya , seseorang yang sangat dia cinta i berhianat begitu saja. Dan meninggalkan luka yang begitu dalam yang tak mampu terobati oleh siapa pun.


Gibran dan keluarga nya pun sangat malu atas kejadian itu. Para tamu undangan yang sudah hadir di tempat itu mulai berbisik-bisik miring tentang batal nya pernikahan Gibran dan Nandini.


Itu lah awal dari semua sikap kejam nya Gibran. Semenjak saat itu dia selalu membenci gadis-gadis di luaran sana.Gibran menganggap semua gadis itu sama saja.Yang hanya bisa datang membawa cinta dan pergi meninggalkan luka.


2 tahun lebih semenjak gagal nya pernikahan Gibran, Gibran belum pernah berpacaran lagi. Bagi nya sia-sia pacaran jikalau ujung-ujung nya di tinggal pas lagi sayang-sayang nya.Dan semenjak kejadian 2 tahun silam, Kabar Nandini tidak pernah terdengar lagi di telinga Gibran.


Gibran juga sudah sangat membenci wanita itu. Jangan kan melihat wajah nya, mendengar nama nya saja Gibran pun sudah tak sudi lagi.


******Bersambung


Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote dan rate yah teman-teman nya.


Dan jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak di karya author yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA. Dan tunggu feed back dari author.


Terima kasih

__ADS_1


I love you***


__ADS_2