Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 25#Persiapan ke Rumah Mewah Part 1


__ADS_3

"Baik Tuan,Perintah tuan akan kami lakukan dengan baik."


Jawab para pembantu itu secara bersamaan.


"Baiklah kalau ada hal penting langsung segera di laporkan ".


Ucap indra lagi.


"Siap Tuan."


Setelah selesai para pembantu itu langsung bubar menuju ke belakang untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.


Sementara Indra dan Sylvi masih sibuk nonton Tv yang sesekali canda tawa itu keluar dari bibir mereka.


Jam Sudah menunjukkan pukul 09.00 malam.Sylvi juga sudah terlihat sesekali menguap.


"Sayang ...kamu sudah ngantuk"?


Ucap Indra dengan lembut kepada Sylvi.


"Ia pi..Sylvi udah ngantuk".


"Tidur yuk pi..papi juga kan harus istirahat banyak ,biar kuat cari uang nya he...he...he...".


Jawab Sylvi sambil tertawa.


"Ya Sudah kita istirahat yah sayang".


Jawab Indra lagi sambil bangkit dari tempat duduk nya dan di ikuti oleh Sylvi.Mereka langsung menaiki anak tangga menuju kamar mereka masing-masing.


"Selamat malam sayang,selamat istirahat".


Ucap Indra sambil mencium kening Sylvi setelah mereka berada di depan kamar nya masing-masing.


"Selamat malam juga papi,selamat istirahat".


Balas Sylvi dengan tak lupa memberi sebuah kecupan di pipi papi nya.


Mereka pun langsung masuk menuju kamar nya dan langsung merebahkan diri.Sylvi yang sedari tadi sudah menguap tanpa menunggu waktu lama sudah terlelap dalam mimpi indah nya.


Beda hal nya dengan Indra.Indra masih terduduk diam di tempat tidur nya.Dia memandangi tempat tidur nya.Dan membayangi Istri nya sedang tertidur di sana.Lagi-lagi muka nya kembali murung jika pikiran nya mengingat tentang kenangan nya bersama almarhum istrinya.


Tapi dengan cepat ia menghilangkan pikiran negatif yang membuat wajah nya murung.Dia langsung merebahkan diri dan memejamkan mata agar segera terlelap.


Hal itu berhasil membuat nya benar-benar terlelap ke alam mimpi.


##


Matahari pagi sudah mulai muncul dari ufuk timur.Itu tanda nya bahwa setiap aktivitas sudah harus di mulai.Putri terbangun sambil memicingkan matanya karena silau akibat terpaan sinar matahari yang masuk lewat celah jendela nya.

__ADS_1


Dengan sekuat tenaga ia melawan rasa kantuk nya dan bangkit dari tempat tidur .Dia langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka sebelum melakukan aktivitas nya di dapur.


Setelah selesai ia mulai sibuk dengan rutinitas pagi nya.Mulai dari memasak ,mencuci piring dan pakaian serta membersihkan rumah sudah menjadi tanggung jawab nya.


Disaat sibuk dengan kegiatan nya tiba-tiba Nisya sudah berada di dapur sambil mengucek-ucek matanya.


"Ma...mama cepat banget bangun nya?"


Ucap Nisya sambil sesekali menguap.


"Ia Nak..biar nanti papa sama kamu dan adik mu tidak terlambat ke sekolah".


Jawab Putri sambil mencuci piring.


"Oh iya ma...kapan kita pindah dari rumah butut ini?"


"Nisya udah ngak betah lagi di sini,udah pengap ,sempit ,panas lagi".


Ucap Nisya kepada mama nya.


"Oh iya mama lupa beritahu nya..semalam Om Indra bilang sama mama kalau beberapa hari lagi kita akan di jemput dari sini .Jadi sebelum pernikahan mama kita sudah berada di rumah mewah itu".


Jawab Putri dengan senyum licik nya.


"Hah...serius ma...Nisya ngak sedang mimpi kan?


"


"Mama..apaan sih ,ko Nisya dicubit?"


Ucap Nisya sambil mengelus-elus tangan yang baru di cubit mama nya.


"Gimana rasa nya nak,sakit"??


Jawab Putri sambil tersenyum.


"Yah jelas sakit lah ma..nama nya di cubit yah sakit .Kalau bukan sakit itu bukan di cubit nama nya tapi di belai."


Jawab Nisya lagi sambil memonyongkan bibirnya.


"Kalau sakit berarti perkataan mama tadi bukan mimpi anak manis."


Ucap Putri setengah menggoda Nisya yang masih meringis kesakitan.Wajah Nisya langsung berubah 360ยฐ saat mendengar alasan mama nya mencubit nya.


"Yehhh horeeee berarti ma kita akan jadi orang kaya donk,bahkan orang kaya nomor 1 di kota ini."


Ucap Nisya sambil melompat-lompat kegirangan.Putri hanya tersenyum melihat tingkah anak nya.


"Ma ..nanti beli in Nisya mobil yah,Nisya mau pamer sama temen-temen Nisya. "

__ADS_1


Ucap Nisya lagi sambil membujuk mama nya.


"Ia...ia ...itu pasti sayang.Karena tujuan kita masuk ke keluarga itu adalah?"


"Untuk menguasai harta kekayaan mereka".


Ucap mereka bersamaan sambil tertawa bahagia.


"Udah...udah sana bangun i adik kamu.Lekas mandi,biar mama siapin sarapan."


Suruh Putri kepada anaknya.


"Baik mama ku sayang."


Goda Nisya sambil menciumkan pipi mama nya.Putri hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anak nya yang sudah beranjak dewasa.


Putri langsung menyiapkan sarapan sederhana di meja makan yang terbuat dari kayu biasa .Sementara Nisya dan adik-adik nya langsung bergantian mandi .Maklum di kontrakan mereka hanya ada 1 kamar mandi .Itu pun letak nya di luar kamar.Jadi agar mereka tidak terlambat ke sekolah maupun ke kantor ,mereka harus bangun lebih pagi harus bergantian masuk ke kamar mandi.


Setelah Irwan dan anak-anak nya berpakaian rapi.Mereka langsung bergegas menuju meja makan dan mulai menyantap makanan yang telah di sediakan walaupun hanya sebatas masakan sederhana.


Setelah Selesai makan Nisya dan adik-adiknya pamit untuk berangkat ke sekolah.Mereka berangkat dengan bus sekolah .Kebetulan bus sekolah tersebut sudah menunggu di depan rumah nya.


"Nisya pamit yah ma,pa."


Ucap Nisya sambil menyalim mama papa nya.


"Niko juga pamit yah ma,pa."


Ucap Niko juga sambil menyalim mama papa nya.


Begitu juga dengan Nikita dia pamit sambil menyalim mama papa nya.Nisya,Niko,dan Nikita berangkat bersamaan ke sekolah nya karena sekolah mereka berada dalam satu gedung yang tersedia dengan pendidikan SD,SMP dan juga SMA.


Sementara Irwan masih duduk di meja makan karena masih terlalu pagi dia berangkat ke kantor.Jadi dia masih ada waktu kurang lebih dari 30 menit.Waktu yang 30 menit inilah yang di gunakan Putri untuk membahas masalah pernikahan nya dengan Indra.


"Pa...Indra bilang mama dan anak-anak beberapa hari lagi akan di jemput kesini."


"Jadi sebelum acara ,kita sudah berada di rumah nya."


Ucap Putri.


Sesungguhnya hati Irwan sakit saat orang yang dia cintai akan hidup bersama musuh nya untuk yang kedua kalinya.Tapi di lain sisi dia berpikir kalau tidak dengan seperti ini,tidak akan ada cara lain untuk membalas dendam nya kepada Indra.Itulah sebabnya sakit hatinya dia pendam demi sebuah balas dendam.


"Ya sudah ma..papa hanya ingatkan tujuan mama masuk ke rumah itu bukan untuk mencintai Indra tapi untuk balas dendam."


Tegas Indra kepada Istrinya.


"Ia pa..mama ngerti .Papa percaya sama mama,mama ngak akan pernah mencintai orang yang telah menjatuhkan kita hingga kita sampai pada titik terendah seperti ini"


Jawab Putri dengan mantap.

__ADS_1


__ADS_2