Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 81


__ADS_3

#Beberapa hari kemudian.


Suasana rumah Irwan masih penuh oleh penghuni rumah itu. Mereka belum seorang pun yang memulai aktivitas nya karena hari masih sangat pagi.


Semenjak pertemuan Irwan dan Tuan Gibran, Irwan berpura-pura bersikap baik di hadapan Sylvia. Yah mungkin saja dia sedang mengambil hati Sylvia agar keputusan nya tidak berubah kali yah.


Sejak saat itu juga, mereka selalu berusaha untuk makan malam bersama. Meluangkan waktu sejenak setelah makan malam telah berakhir. Entah itu tulus dari hati Irwan dan Putri. Hanya mereka dan Tuhan mereka lah yang tau.


Suasana di rumah Irwan masih sibuk dengan rutinitas masing-masing. Yah rutinitas untuk bersiap-siap menuju aktivitas mereka hari ini.


Tak berapa lama sebuah mobil mewah keluaran terbaru berhenti di depan halaman rumah mereka.


"Tok... tok.. tok.. "


Terdengar suara ketukan pintu.


Seorang pembantu yang bernama Bi Sila langsung buru meninggalkan aktivitas nya sejenak untuk membukakan pintu pada tamu yang datang. Bi Sila adalah pembantu pengganti Bi Inah. Di saat mereka pindah rumah, Bi Inah memutuskan untuk balik ke kampung karena harus mengurus orang tua nya yang sedang sakit.


"Selamat pagi bi. Apa benar ini rumah pak Irwan. "


Sapa tamu yang tak lain adalah Agriel asisten nya tuan Gibran itu.


"Pagi tuan, iya benar tuan. Silahkan tuan masuk dulu. Biar saya panggilkan tuan besar. "


Jawab Bi Sila.


Agriel pun masuk dan duduk di ruang tamu sejenak. Tak lama kemudian Bi Sila datang kembali bersama Irwan.


Melihat tamu yang datang, Irwan langsung menyalami dengan hormat Agriel. Meski dari segi umur, Irwan jauh lebih tua, namun ia harus mengalah demi sebuah kekuasaan.


"Selamat pagi tuan. Maaf kalau sudah menunggu lama. "


Sapa Irwan.


"Sudah jangan lama-lama. Jangan membuang waktu saya dengan percuma. Saya kesini mau menjemput putri bapak . "


Ujar Agriel langsung to the point.


"Baik tuan, bi tolong panggilkan Sylvia kemari yah. "


Ujar Irwan pada Bi Sila yang hendak pergi ke dapur.


"Baik tuan. "


Jawab Bi Sila. Dia pun langsung menaiki tangga dan tak berapa lama ia sudah turun kembali bersama Sylvia.

__ADS_1


"Nak.. tuan ini sudah datang menjemput kamu. "


"Kamu pergi yah jumpai calon suami kamu. "


Ujar Irwan dengan memasang wajah semanis madu nya itu.


"Baik ayah. "


Jawab Sylvia walau dengan terpaksa.


Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Agriel langsung pamit pulang serta membawa Sylvia ke kantor bos nya Gibran.Namun sebelum nya mereka singgah ke rumah Gibran . Menjemput tuan nya sekalian memperkenalkan Sylvi ke keluarga bos nya.


30 menit berlalu, kini mobil yang mereka naiki sudah memasuki rumah yang begitu besar dan mewah bagaikan istana. Rumah yang di kelilingi oleh pagar yang menjulang tinggi


Setelah Agriel memarkirkan mobil nya, Agriel turun di ikuti oleh Sylvia. Dengan perasaan takut dan was-was Sylvia mulai melangkah kan kaki nya memasuki istana itu.


Sementara di dalam rumah, Tuan Santanu dan Nyonya Pucky sedang duduk santai di ruang tamu bersama dengan Gibran.


"Mana nih Gibran calon mu, katanya sudah di jemput Agriel. Tapi kenapa sampai sekarang ngak nyampe-nyampe. "


Tanya Nyonya Pucky dengan nada tidak sabaran.


"Iya Gib... Papa sama mama kan udah nga sabaran lihat calon mantu. "


Timpal Pak Santanu sambil mengedipkan sebelah matanya.


Jawab Gibran.


"Tok.. tok... tok. "


Terdengar suara ketukan pintu.


"Ah mungkin itu mereka ma. "


Ujar Pak Santanu dengan semangat nya.


Agriel di susul oleh Sylvia masuk ke ruang tamu.Agriel memang sudah biasa datang ke rumah tuan nya itu. Jadi di saat ia datang, tanpa nunggu aba-aba dia langsung masuk ke ruang tamu.


"Pagi semua. "


Sapa Agriel dengan senyum manis nya.


"Pagi Agriel. "


Jawab Nyonya Pucky dan Tuan Santanu bersamaan.

__ADS_1


Sylvia langsung menyalim orang tua Gibran dengan sopan sambil memperkenalkan dirinya nya.


"Pagi om, pagi tante. Saya Sylvia. "


Ujar Sylvia dengan sopan nya.


"Eh anak cantik, Sini sini duduk di sini. "


Ujar Nyonya Pucky mempersilahkan tamu atau lebih cocok nya calon mantu nya.


"Gibran ini nih calon mantu mama? Kenapa baru sekarang sih di perkenalkan sama mama. Anak cantik begini juga. "


Ujar Nyonya Pucky memuji kecantikan Sylvia.


"Eh.. em... a.. ini ma.. "


Ucapan Gibran terbata-bata.


"Ah.. kamu Gibran.. ngomong saja sampai gugup gitu.Pilihan kamu Ok deh menurut papa. Bahkan sudah maju selangkah dari papa. "


"Dulu saat papa dapat i mama kamu, papa layak dapat nilai 9 tu. Kalau yang ini sih sudah cocok Bran nilai seratus. "


Timpal Tuan Santanu sambil melirik istrinya.


"Eh si papa... Ada ada saja. "


"Gini-gini yah pa.. Dulu papa kejar-kejar mama tuh. "


Jawab Nyonya Pucky tak mau kalah.


"Iya deh iya papa ngaku. Mama ngak mau kalah deh. "


Jawab Tuan Santanu mengalah.


"Nah gitu dong baru kesayangan mama Bran. "Bawa calon mantu mama. Kalau begini cerita nya kan mama sama papa ngak usah repot cariin jodoh buat anak mama. "


Ujar Nyonya Pucky lagi.


Gibran, Agriel dan Sylvia hanya bisa senyam-senyum melihat tingkah mama dan papa nya yang bagaikan ABG yang sedang jatuh cinta.


***Bersambung


***Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote dan rare yah readers


Dan jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak di karya author yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA. Dan tunggu feedback dari author.

__ADS_1


Terima kasih


I love you***


__ADS_2