
Kamu....
Kamu saudara tiri nya nona tukang kamu bukan???
"Kalau ngak salah tuan Gibran menyebut mu dengan tukang sapu pel yah🤣🤣🤣"
Ujar Agriel sambil menatap Nikita dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Maaf Tuan yang terhormat anda mempunyai hak dasar apa untuk menghina saya? "
"Tuan yang terhormat saja masih makan gaji dari tuan Gibran tapi bicara nya belagu amat"
"Apa yang Tuan sombongkan hingga berani memandang manusia lain dengan sebelah mata? "
"Bos sama asisten sama saja. Sama tukang hina tanpa instropeksi diri. "
"Nih bunga ini makan bawa pulang. Aku ngak butuh dan tak sudi dapet bunga bersamaan dengan orang kayak tuan. "
Ujar Nikita dengan lantang sambil menyerahkan buket yang mereka pegang secara bersamaan tadi. Nikita langsung meninggalkan ruangan itu dan berlari menuju taman.
Sementara Agriel hanya bisa terdiam membisu sambil memegangi buket bunga itu.
Dia merenungi semua ucapan Sylvia.
"Gadis itu sungguh berani, beda dengan yang lain. Gadis lain yang pernah saya jumpai selalu tunduk dan terdiam walau aku menghina nya. Namun gadis ini... "
"Dia sama sekali tidak takut dengan status ku yang menjadi tangan kanan Tuan Gibran pengusaha muda yang terkenal di kota ini. "
Guman Agriel dalam hati.
Agriel pun semakin penasaran dengan sosok Nikita. Itu sebab nya Agriel menyusul Nikita ke taman. Taman itu cukup jauh dari gedung hotel yang di jadikan tempat acara malam itu. Hingga suara musik dari gedung hotel itu tidak kedengaran begitu kuat ke taman. Sesampainya di taman Agriel semakin terbengong melihat Nikita yang berteriak dengan ucapan kebencian kepada dirinya.
"Agriel.... l... l.. l... "
"Aku benci kamu. Pria sok ganteng, sok kaya. "
"Hanya sebagai asisten saja, sudah belagu. "
"Ku sumpahi kamu akan menyesal dengan semua ucapan mu itu. Kamu akan minta maaf atas semua perkataan mu. Ingat itu. Pria sok ganteng. Pria Kulkas. Bos sama asisten sama saja. Sama-sama kulkas. "
Teriak Nikita.
Dari kejauhan Agriel tersenyum mendengar semua curahan hati Nikita. Dengan perlahan dia berjalan mendekati Nikita.
"Udah... udah lega hati nya? "
"Sumpah nya sudah siap? "
Ujar Agriel pelan namun terdengar oleh Nikita. Nikita pun begitu terkejut saat menyadari orang yang dia sumpahi tadi mendengar semua ucapan nya.
__ADS_1
"Belum "
"Kamu ngapain ke sini pria kulkas"
Tanya Nikita berani tanpa melirik lawan bicara nya.
"Yah terserah saya dong. Ini kan taman milik umum. Jadi saya berhak dong duduk di sini. "
"Ada yang marah?? "
Tanya Agriel tak mau kalah.
"Memang ngak ada yang marah. Yang ngelarang juga ngak ada. Tapi kenapa harus duduk di samping ku bambang??? "
Timpal Nikita.
"Bambang... nama ku bukan bambang yah. Agriel. A G R I E L"
Jawab Agriel sambil mengeja nama nya.
"Jelek banget nama ku bambang. Wajah tampan kayak Sha Rukh Han gini juga. "
Guman Agriel sambil mengibaskan rambut nya.
"Hah... Sha Rukh Han... "
"Nama itu terlalu tampan untuk pria kulkas seperti mu. Tau nama yang cocok buat mu? "
Tanya Nikita lagi.
Agriel hanya menganggukkan kepala .
"Sye ii Tan Khan"
"Ha.. ha.. ha"
Kali ini Nikita yang tertawa.
Agriel hanya bisa menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.
Tiba-Tiba...
Duar.. r... r
Suara petir terdengar begitu kuat. Kilat juga terlihat begitu jelas menyambar hingga ke tanah. Agriel dan Nikita menutup telinga nya masing-masing. Tanpa hitungan menit hujan deras pun turun.
Agriel dan Nikita pun segera berlari untuk menepi ke gedung hotel. Namun sulit bagi Nikita untuk berlari dengan cepat. Sebab rok nya yang cukup ketat di tambah dengan sepatu high heels nya.
Bukan nya berlari dengan cepat, Nikita malah terjatuh karena tumit high heels nya nyangkut di rumput yang di taman itu.
__ADS_1
"Aw... jerit Nikita. "
Agriel yang sudah berlari kembali menoleh ke belakang.Dia melihat Nikita yang sudah basah kuyup. Ada rasa kasihan di hati nya.
Agriel yang sudah hampir sampai ke gedung hotel kemudian membalikkan badan nya lagi ke arah Nikita. Dengan cepat Agriel langsung menggendong Nikita dan membiarkan sepatu nya yang nyangkut di rumput yang ada di taman itu.
Agriel menggendong Nikita hingga ke gedung hotel. Sementara Nikita hanya diam membisu melihat Agriel yang tiba-tiba care kepada nya.
Setelah mereka menepi , Nikita yang sudah basah kuyup oleh air hujan pun menggigil kedinginan. Dan kebaya yang dia kenakan pun basah hingga menjiplak baju dalaman Nikita.
Agriel pun lagi-lagi melepas kan Jas nya dan menyerahkan kepada Nikita.
"Nih pake biar ngak terlalu dingin. "
Ujar Agriel.
"Tidak usah. Aku ngak kedinginan kok. "
Jawab Nikita berbohong.
"Ngak kedinginan gimana?? Itu bibir sampai gemetaran juga. "
Timpal Agriel.
"Nah mau ngak? "
Tanya Agriel lagi.
"Saya bilang ngak usah yah ngak usah bambang. "
Guman Nikita.
"Yakin ngak mau. Ngak lihat tuh baju nya terjiplak semua. Jangan salah i aku loh klo ntar aku ngerjain kamu. Soal nya aku ini pria normal. "
Ujar Agriel tertawa .
Nikita pun melihat tubuh nya, ucapan Agriel ternyata benar. Kebaya yang Nikita kenakan basah hingga baju dalaman nya terjiplak. Karena Nikita takut akan ucapan Agriel, mau tak mau dia pun menerima jas Agriel.
"Takut juga kamu? "
Ujar Agriel penuh kemenangan.
Sementara Nikita hanya diam membisu sambil memandangi rintikan hujan yang turun ke tanah.
**"**Bersambung*
Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote sebanyak-banyak nya yah readers...
Agar author semakin semangat up nya🤣🤣***
__ADS_1