Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 63


__ADS_3

Sesampainya Nikita di depan ruang UGD ,Sylvia menatap Nikita dengan sedikit bingung.


"Nik kamu habis nangis yah??"


Tanya Sylvia saat melihat wajah Nikita sembab.


"Ngak kok Syl "


Nikita pura-pura bohong.


"Kamu jangan bohong Nikita.Wajah kamu terlihat begitu sembab.Gimana kamu bilamg kalau kamu ngak habis nangis."


Sylvia berdiri dan menatap lekat wajah Nikita.


Nikita tak mampu berbohong lagi.Karena biar bagaimana pun dia menutupi nya,Sylvia pasti akan mengetahui.


Nikita pun hanya tertunduk.Lagi-lagi air mata nya tak bisa di ajak kompromi.Air mata kembali mengalir begitu deras nya saat mengingat perkataan kakak nya tadi.


"Kamu kenapa Nikita,cerita sama aku."


"Apa hal yang buat kamu sampai menangis seperti ini."


"Jangan kau tutup-tutup i kesedihan mu."


"Aku akan selalu ada untuk mu."


"Apa pun masalah nya kita hadapi sama-sama."


Sylvia berusaha menenangkan saudara tiri nya itu dan menghapus air matanya.


"Syl...apa kami masih pantas di sebut keluarga mu."


Ujar Nikita sambil menundukkan kepala.Ia tak sanggup menegakkan kepala nya.

__ADS_1


"Kenapa kamu bicara seperti itu Nikita."


Tanya Sylvia kebingungan."


"Syl...di saat papa Indra sakit,mama tidak ada di sini.Mama seolah-olah tidak peduli lagi sama papa."


"Tadi di toilet juga Nikita hubungi Kak Nisya ,tapi kak Nisya juga tak mau peduli sama papa Indra."


"Sekedar menjenguk pun kak Nisya ogah.Malah Kak Nisya bilang ,Nikita hanya boleh hubungi dia kalau papa Indra sudah meninggal."


Ujar Nikita sambil menangis sejadi-jadinya.Sylvia yang mendengar penuturan Nikita pun turut sedih dan meneteskan air mata.


Namun mereka berdua tak mampu melakukan apa-apa.Mereka hanya bosa mengelus dada melihat tingkah mama dan saudara nya itu.


"Nikita kita yang sabar yah."


"Sylvia yakin mungkin kak Nisya tidak sadar atas apa yang dia ucapkan."


"Kita harus banyak berdoa agar mereka secepatnya kembali kumpul dengan kita."


Beberapa jam kemudian dokter yang memeriksa Pak Indra pun keluar dari ruang UGD.Melihat pintu telah terbuka Nikita Dan Sylvia langsung buru-buru berdiri menemui dokter yang telah menangani Papa nya itu.


"Gimana Dok keadaan papi saya"


"Iya Dok ,papa kami akan baik-baik saja kan"


Tanya Nikita dan Sylvia bergantian.


Dokter tidak langsung menjawab pertanyaan kedua anak gadis itu.Dia melihat ke sekitar mereka .


"Mama kalian dimana."


Tanya Dokter itu saat melihat tidak ada sosok mama yang mendampingi ke dua anak gadis.

__ADS_1


Nikita dan Sylvia pun saling tatap sejenak.


"A...em...mama kita lagi kerja Dok.Jadi belum bisa datang ke sini."


"Tadi kami sudah hubungi."


"Jadi bagaimana pun kondisi papi biar Dokter sampaikan sama kami saja."


Sylvia harus pura-pura bohong.Dia tidak mau sesuatu yang menjadi privasi keluarga nya terbuka di luar rumah.


Cukup mereka saja yang mengetahui nya.Dan cukup mereka saja yang menyimpan seribu cerita tentang keluarga nya.


"Baik lah kalau begitu."


"Begini sebelum nya saya mau bertanya,apa papa nya adek sudah lama jatuh?"


Tanya dokter itu lagi kepada Nikita dan Sylvia .


"Sejujurnya kami juga kurang tau dokter.Tapi yang kami tau saat tadi sehabis pulang dari kampus ,kami sudah melihat papa tergeletak di lantai.Soal lama atau tidak nya kami ngak tau Dok."


Jawab Nikita dengan menundukkan kepala.Lagi-lagi ia malu kepada Sylvia karena mama nya tidak ada di tempat itu pada saat kejadian itu.


"Semenjak tadi adek bawa papa nya adek ke sini,tubuh beliau sudah kaku.Dan setelah kami periksa ,beliau sudah cukup lama terjatuh."


Dan kami minta maaf kalau.....


***Bersambung


***Selalu dukung author dengan cara like,coment,vote dan rate juga yah readers


Jangan lupa klik tombol favorit agar di setiap author update episode terbaru,readers tidak akan ketinggalan.


1 lagi mampir dan kunjungi karya author yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA.Tinggalkan jejak dan tunggu feed back dari aku

__ADS_1


Terima kasih


I love you***


__ADS_2