Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 44 #50 Miliar


__ADS_3

Di ruang kerja Indra tampak khawatir .Dia langsung menghubungi Indro agar segera datang ke ruangan nya.


Tidak berselang waktu lama pintu ruang kerja Indra pun di ketuk .


"Tok...tok...tok"


"Masuk"


Ucap Indra yang sedari tadi mondar-mandir sambil mengacak-acak rambut nya.Indro pun kebingungan melihat Bos nya itu ,tidak seperti biasa nya.


"Kenapa bos,anda terlihat sangat khawatir.Apa ada yang bisa saya bantu."


Ujar Indro.


"Iya..iya ,Begini Ndro hari ini perusahaan saya serahkan kembali sama kamu.Saya harus buru-buru pulang.Soalnya anak saya Sylvia hilang."


Indra langsung bicara to the point.Indro yang mendengar nya pun terkejut .


"Kok bisa bos,,"


Wajah Indro pun kali ini terlihat khawatir.


"Soal itu saya kurang tau pasti,makanya saya mau menyusul anak istri saya."


Indra pun bersiap-siap untuk pergi.


"Baik..baik bos."


Indra dengan buru-buru pun langsung meninggalkan ruang kerja nya dan langsung turun ke lobby.Tanpa menunggu waktu lama ia langsung bergerak menuju parkiran dan mulai mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.


*Di tempat lain


Irwan bersama anak buah nya sudah membawa Sylvia yang masih pingsan itu ke sebuah rumah kosong yang berada di suatu hutan yang tidak jauh dari kota itu.


Sesampainya di rumah kosong itu mereka mendudukkan Sylvi di sebuah kursi dan mengikat kaki dan tangan nya.


"Aman bos"


Suruhan pertama nya Indro merebahkan badan nya di sebuah sofa yang lapuk dan tidak jauh dari Sylvia.


"Bagus...sekarang kita tinggal minta bayaran nya"


Irwan kali ini terlihat sangat bahagia.


Dia kemudian mengetikkan pesan singkat ke nomor nya Indra yang dia dapat dari Putri.


"JIKA KAMU MAU ANAK KAMU SELAMAT,KAMU HARUS SIAPKAN UANG 50 MILIAR.DAN INGAT JANGAN PERNAH LIBATKAN POLISI DALAM HAL INI.JIKA KAMU BERANI MELIBATKAN POLISI,SAMPAI KAPAN PUN KAMU NGAK AKAN BISA BERTEMU DENGAN ANAK MU LAGI.MALAM INI PUKUL 09.00 AKU TUNGGU DI JALAN SINGA LAUT GANG KUBURAN NO 87.


Irwan tersenyum bahagia sambil mengirim kan pesan itu.

__ADS_1


"Gimana aman bos"


Suruhan kedua nya Irwan pun ikut bertanya.


"Aman pastinya,saya sudah bilang untuk mengantarkan uang ke sini nanti malam jam 09.00.Kalian siap-siap yah,kekayaan sudah berada di depan mata kita"


Irwan tertawa terbahak-bahak.


Sylvia yang sedari tadi pingsan kini perlahan-lahan membuka matanya.Dia terkejut saat mengetahui tangan dan kaki nya sedang di ikat.Dan dia oun melihat sekeliling nya .


"Aku dimana.Mama..papa tolong aku."


Sylvia pun mulai nangis sejadi-jadinya.


Memdengar tangisan Sylvia,Irwan dan suruhan nya itu segera mendekati Sylvia.Tak lupa mereka memakai topeng agar Sylvia tak mengenali mereka.Sylvia begitu terkejut melihat pria bertopeng itu.


"Kalian siapa"


"Kalian mau apa dari saya."


Isak tangis Sylvia semakin menjadi-jadi.


"Jangan khawatir anak manis.Sebentar lagi orang tua mu juga pasti akan menjemput mu."


Irwan berlutut di hadapan Sylvia sambil memegang dagu Sylvia.


Jerit Sylvia masih tetap menangis.


"Kita tunggu papa dan mama kamu yah sayang"


"Om ngak akan melukai kamu."


"Yang om ingin kan adalah uang papa mu."


Senyum Irwan semakin merekah.


***


Karena Irwan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi ,hingga tak butuh waktu lama,ia sudah berada di area sekolah anak nya.Dia langsung menepikan mobil nya dan menghampiri mobil istri nya.Putri yang melihat kedatangan Indra langsung keluar dari mobil nya disusul oleh anak-anak nya.


"Hiks..hiks..hiks."


"Maaf kan aku mas ,,ini salah aku."


"Seharusnya aku tak menyuruh Sylvia membeli minuman untuk ku."


Putri pura-pura menangis untuk memperkuat akting drama nya.


"Sudah..sudah jangan menangis ,lebih baik sekarang kita segera lapor polisi."

__ADS_1


Indra pun langsung mengambil ponsel nya dari mobil nya.Tapi ia tidak jadi menghubungi polisi.Melihat itu ,Putri seolah-olah bingung dan bertanya.


"Mas..kenapa tidak jadi hubungi polisi.Ayo cepat hubungi.Aku takut Sylvia sedang dalam keadaan bahaya."


Ucap Putri.


"Iya pa..ayo cepat hubungi.Nikita ngak mau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kepada Sylvia."


Nikita pun ikut mendesak papa nya sambil menggoyang-goyang kan tangan papa nya.


"Maaf sayang kita tidak bisa menghubungi polisi."


"Karena semakin kita hubungi polisi,maka nyawa Sylvia akan semakin terancam."


Kini Indra tak sanggup membendung air matanya lagi.


"Apa maksud mu mas"


Putri pura-pura tidak mengerti .Indra langsung menunjukkan pesan dari penculik nya kepada Putri dan juga anak-anak nya.Nikita pun langsung menangis sejadi-jadi nya.


"Papa Sylvi pa.."


Rengek Nikita kepada Papa Indra.


"Tenang yah sayang,,kita pasti akan bebas i Sylvia.Berapa pun itu uang yang mereka mau,papa akan berikan .Yang penting anak ku kembali pada ku."


Ucap Indra sambil menghapus air mata Nikita.


"Baiklah sekarang kita pulang untuk siapin uang nya.Dan nanti malam kita berangkat menuju tempat itu."


Ujar Indra lagi dan Putri hanya bisa menggangguk tanda setuju.


"Ya sudah kalian masuk mobil Mas saja,biar mobil kamu nanti di jemput oleh pak Tono."


"Saya tidak mau terjadi apa-apa lagi terhadap kalian"


Perintah Indra kepada Putri.Putri hanya bisa menggangguk dan masuk ke dalam mobil suaminya bersama anak-anak nya.


Indra pun mulai mengendarai mobil nya menuju ke rumah nya.Ia akan menjemput Sylvia nanti malam pukul 09.00 seperti pesan yang di kirim oleh penculik mya itu.


**Bersambung


**Selalu dukung author dengan cara like,coment dan vote yah readers๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Terima kasih readers๐Ÿ˜Š


I love you๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


*fb_Vhera Putri Bungsu***

__ADS_1


__ADS_2