Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 96


__ADS_3

Kali ini Gibran terdiam mendengar celotehan William. Sebab apa yang William ucapkan itu benar jika terjadi sesuatu sama Sylvia maka tak akan pernah bisa memaafkan kesalahan nya.


Setelah beberapa saat William pun selesai memeriksa Sylvia dan membiarkan Sylvia beristirahat sejenak.William pun mengajak Gibran untuk ikut d3ngan keluar dari kamar itu .


William dan Gibran pun melangkahkan kaki nya menuju taman villa. Sesampainya di sana mereka duduk dengan mulut yng membisu. William sejak mendengar alasan Sylvia jatuh, dia sangat kesal dan marah kepada Gibran.


"Bran mau nya kamu apa sih? Makanya sampai nelantarin anak orang gitu.? "


Tanya William to the point.


"Iya sorry lagian kan dia juga sih yang salah., masa cari makan sendiri ngak bisa. "


Ujar Gibran berusaha mencari titik kemenangan nya.


"Yang tau lokasi sini kan kamu. Lagi pula kamu udah gila kamu kesini kan mau bulan madu. Tapi kenapa malah jumpa mantan kamu sih. Kamu makin lama makin jahat Bran . Ngak nyangka aku. "


Tukas William dengan nada kecewa.

__ADS_1


"Kan kmu tau sendiri Wil, aku itu udah trauma sama yng nama nya cewek. Kamu juga pasti ngak lupa kan sama masalah ku beberapa tahun lalu. Aku di tinggal loh saat urusan untuk pernikahan udah selesai. Mau di letak di mana wajah aku ini. Aku di situ malu banget tau Wil. Makanya itu aku mau balas dendam. "


Jawab Gibran tetap tak mau di salah i.


"Kamu bilang mau balas dendam. Kamu mau limpahkan dendam masa lalu kamu kepada Sylvia. Kepada gadis sebaik Sylvia kmu limpahkan dendam masa lalu kamu.


" Apa kamu udah ngak waras. Kalau kamu mau balas dendam kamu salah orang Bro. Sylvia itu anak yang sangat baik. Apa kamu ngak mikir alasan Sylvia mau menerima kamu karena apa? "


"Karena keluarga nya kan. Dia rela mengorbankan kebahagiaan nya demi keluarga nya. Kalau dia bukan wanita baik-baik , bisa saja dia tidak menuruti perkataan orang tua nya. Tapi apa Bran meski mereka itu udah jahat sama Sylvia dan mereka itu hanya orng tua tiri Sylvia , tapi Sylvia tetap berkorban. Itu saja yang kamu ingat . Kamu akan menyesal bila menyia-nyiakan mutiara yang telah berada dalam genggaman mu sekarang.


Ujar William sambil beranjak dari tempat duduk nya dan meninggalkan Gibran yang terdiam di kursi taman .


Setelah William pergi, Gibran tidak langsung balik ke kamar. Ia masih terduduk di taman sambil memikirkan semua ucapan William.


" Apa aku sudah salah?? "


"Ahh... aku bingung. "

__ADS_1


"Lalu apa yang harus aku lakukan. "


Guman Gibran sambil mengacak-acak rambut nya .


Di saat sedang di landa kebingungan tiba-tiba ponsel Gibran pun berbunyi. Dia langsung merogoh kantong dan mengeluarkan Ponsel nya. Ternyata yang menghubungi nya adalah mama nya.


Gibran terkejut saat melihat siapa yang menghubungi nya.


"Mama aduh mati aku. Apa mama tu yah Sylvia sakit. Lalu aku harus jawab apa. Pasti mama akan marah besar kalau tau Sylvia sakit. "


Ujar Gibran sambil mondar mandir di taman berharap ponsel nya segera berhenti berbunyi


***Bersambung


Sellu dukung ***author dengan cara like, coment, vote sebanyak-banyak nya yah readers


Agar Author semkin semangat up nya.

__ADS_1


Terima kasih***.


__ADS_2