
"Ini dia bos mangsa kita"
Ujar suruhan pertama sambil memperlihatkan Sylvi yang telah pingsan kepada bos nya.
"Ok bagus,pekerjaan kamu berdua hebat."
Irwan memuji kedua anak buah suruhan nya.
Irwan langsung segera mengetik kan sebuah pesan yang berisi "Semuanya berjalan dengan lancar,Kini mangsa sudah ada di tangan kami."
Irwan langsung mengirim pesan itu kepada istri nya dan mulai menyetir mobil itu ke suatu tempat.
Sementara di luar pekarangan sekolah.
"Ma,Sylvi kok lama banget yah."
Wajah Nikita terlihat mengkhawatirkan saudara tiri nya itu.
"Iya yah nak,Sylvia kok lama sekali."
Putri berpura-pura tidak tau tentang apa yang kini sedang terjadi pada Sylvia.
"Ma kita susul dia saja ma,Nikita takut Sylvi kenapa-kenapa di jalan.:
Nikita menggoyang-goyang kan badan mama nya dari kursi belakang.
"Iya iya sayang..kamu tenang dulu yah.Kita tunggu sebentar lagi.Kalau Sylvia belum nongol juga,kita akan susul secepatnya."
Putri berusaha menenangkan anak nya.Dia menolak permintaan anak nya untuk menyusul Sylvia sekarang karena dia takut mobil suami nya belum jauh bergerak dari lokasi kejadian.Dia pun akhirnya mengulur-ulur waktu untuk mencari keberadaan Sylvi.
10 menit telah berlalu,namun batang hidung Sylvi juga tak terlihat.Nikita sedari tadi sudah sangat khawatir dan bahkan bola mata nya sudah hampir meneteskan air mata.
"Ma ayo dong cari Sylvia,sudah lama begini tapi dia belum balik-balik"
Nikita terus mengajak mama nya.
"Iya ..iya sekarang kita cari Sylvi.Mama juga khawatir sama keadaan nya."
__ADS_1
Putri berpura-pura menunjukkan wajah khawatir agar anak nya tidak menaruh rasa curiga padanya.Setelah Putri yakin kalau mobil suami nya sudah meninggalkan lokasi kejadian,Putri pun menepikan mobil silver mewah nya dan turun dari mobil bersama anak-anak nya.Mereka pun berpegangan satu sama lain untuk menyebrang.
Mereka berjalan sambil meneriakkan nama Sylvia.Namun tak ada jawaban sama sekali.
Tiba-tiba Nikita melihat seorang pemuda berjalan ,Nikita langsung mengejar pemuda itu .
"Om ..boleh bertanya ,apa tadi om ada lihat seorang anak seumuran sama aku ,kulit putih,rambut nya panjang,tinggi nya kurang lebih se aku lah om."
Tanya Nikita.
"Maaf dek saya tidak ada lihat."
Jawab pemuda itu.
"Oh iya terima kasih yah om."
Nikita menundukkan kepala sebagai ucapan terima kasih.
Nikita kembali mencari-cari dan meneriakkan nama Sylvi.Dia begitu takut dan khawatir jika sesuatu terjadi pada sahabat nya itu.Putri juga mau tak mau harus berpura-pura bingung mencari keberadaan Sylvi.Walau sesungguhnya dia adalah dalang dari semuanya itu.
Setelah hampir 30 menit mereka mencari-cari Sylvi ,nampak nya Nikita juga sudah kelelahan.
Nikita nangis di pelukan mama nya.
"Mama juga ngak tau sayang.Mama menyesal tadi sudah menyuruh Sylvi membeli minuman sama mama.Ini semua salah mama."
Putri juga berpura-pura nangis dan menyalahkan diri nya.
"Sudah lah ma ,ngapain pada nangis sih,nanti itu anak juga bakal pulang sendiri ke rumah."
Ujar Nisya dengan santai nya.
"Tau tuh mama sama Nikita lebay deh."
Niko menimpali pembicaraan kakak nya.
Putri dan anak-anak nya pun kembali ke mobil.Di dalam mobil Putri berpura-pura menghempaskan tubuh nya dengan kasar di tempat duduk.Ia kemudian memgambil ponsel dari dalam tas nya.Ia segera mencari kontak Mas Indra dan menghubungi.
__ADS_1
Indra:"Hallo Put..."
Putri:hiks..hiks..hiks...mas...(Putri berpura-pura menangis sejadi-jadi dan menggantung ucapan nya.
Indra:Kamu kenapa menangis,sudah kamu tarik nafas dulu biar tenang.Baru kamu cerita sama mas kamu kenapa.
Putri:(menghela nafas panjang) mas..Sylvia mas..
Indra:(Kebingungan )Sylvia kenapa Putri,apa dia nakal sama kamu?
Putri :Bukan mas... (Terdiam sejenak)
Sylvia hilang mas ,,
Irwan :Apa...a...a Sylvia hilang.Kok bisa sih Putri.
Indra terdengar sangat khawatir dari seberang.
Putri:Putri juga ngak tau mas,tadi Putri minta tolong Sylvia beli in minum,tapi kami udah nunggu Sylvia di mobil hampir sejam ,Sylvia ngak nongol-nongol juga mas.Putri takut mas.Hiks..hiks..hiks
(Putri masih tetap berpura-pura nangis sejadi-jadinya)
Indra:Ok Putri kamu tenang yah.Sekarang posisi kamu di mana,biar saya segera kesana. (Berusaha menenangkan Putri walau sesungguhnya kini hati di landa kekhawatiran yang luar biasa)
Putri:Putri dan anak-anak masih di luar pekarangan sekolah mas.
Indra:Ok kamu dan anak-anak tunggu di sana.Aku akan segera datang.Tetap awasi anak-anak.Jangan biarkan mereka berkeliaran di luar mobil dulu (Indra pun memutus panggilan nya)
Putri pun tersenyum sejenak.
**Bersambung
***Selalu dukung author dengan cara like,coment dan vote yah readers
Terima kasih
I love you readers
__ADS_1
fb_Vhera Putri Bungsu***