Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 93


__ADS_3

Sesampainya di dalam kamar villa, Gibran langsung merebahkan badan nya tanpa mandi terlebih dahulu. Mungkin karena dia sudah lelah seharian ini


Sementara Sylvia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Di kamar sebelah Nandini melemparkan tas nya dengan kasar. Ia bingung hari ini harus bhagia atau sedih.


Dia bahagia karena dia akhirnya bisa berjumpa dengan mantan kekasih terindah nya . Namun siapa sangka kalau kini Gibran tidak memiliki rasa cinta seperti dulu lagi pada dirinya.


Dia kini hanya di anggap sebatas sahabat dan hanya sebatas masa lalu.


***Flashback di pantai


Honey adalah panggilan sayang Nandini dn Gibran semasa SMA.


Honey aku senang bnget bisa ketemu lagi sama honey.


Ujar Nandini dengan nada manja nya sambil memeluk pinggang Gibran.


"Iya aku juga bahagia bisa bertemu kamu "


Kawan Gibran singkat.


"Honey tapi kenapa kamu udah nikah? "


"Kenapa kamu tidak nunggu aku balik dari luar negeri? "


Tanya Nandini lagi


"Maaf in aku Nandini, namun mungkin ini lah jalan yang terbaik buat kita berdua. "


Jawab Gibran Sambil melepas pelukan Nandini.


"Tapi kamu masih cinta kan sama aku honey? "


Tanya Nandini dengan nada Manja nya.

__ADS_1


"Iya aku memang pernah mencintai mu. Dan sangat mencintai mu. Tapi semenjak kamu memutuskan untuk pergi ke luar negeri, awal nya aku mencoba untuk tetap bersabar dan menunggu mu. "Namun rasa nya aku tidak mampu. Aku tidak mampu menunggu sesuatu yang tidak pasti "


Jawab Gibran halus.


"Honey... maksud nya apa? "


Tanya Nandini bingung.


"Aku sekarang tidak bisa lagi mencintai mu Nandini. Status kini sudah menjadi suami orang. "


"Walau aku tidak pernah mencintai nya namun kami ini adalah sepasang suami istri. "


Jawab Gibran tegas.


"Ngak ini ngak mungkin honey. Kamu jangan bohong itu perasaan mu. Kamu masih mencintaiku kan. Jawab honey. Katakan padaku kalau kau masih sama dengan yang dulu. "


Pinta Nandini dengan wajah berkaca-kaca.


"Aku minta maaf Nandini. Perasaan ku pada mu kini tidak lebih dari sahabat. "


Jawab Gibran.


"Kalau kamu ini hanya anggap aku sahabat, lalu apa arti semua ucapan mu saat di depan Sylvia. "


"Jelaskan pada ku Honey. "


Jawab Nandini.


"Iya aku hanya ingin mengetahui seberapa kuat hati nya dengan semua perlakuan ku. Aku memang tidak ada rasa cinta pada nya. Dan kamu perlu tau kalau dia itu hanya lah gadis penebus utang. Orang tua tiri nya tega menjual nya demi sebuah harta kekayaan dan perusahaan. "


Namun dia tak sedikit pun membantah. Dia iklas menerima persyaratan dari aku. Meski di mata nya terpancar kesedihan. "


Ujar Gibran menjelaskan.


"Lalu kenapa kamu tidak jujur saja sama Sylvia. "

__ADS_1


Tanya Nandini lagi.


"Aku belum bisa. Karena aku masih ingin memastikan kalau dia benar benar wanita yang seperti aku ingin kan. "


"Jadi aku mohon mengerti lah sama kondisi ku. "


"Biarlah rasa cinta yang dulu ada di antara kita, kita kubur dalam-dalam dan jadikan lah hanya sebagai kenangan. "


"Dan aku mohon jangan ada rasa benci di antara kita. "


Ujar Gibran dengan nada memelas.


"Jujur aku sakit hati mendengar semua nya.Aku berpikir saat aku balik dari luar negeri kita akan kembali menjalin cinta kasih dan sayang. Aku berpikir kita akan kembali bersatu, tertawa bersama dan menangis bersama. Walau dulu kita pacaran di usia yang sangat muda, namun bukan berarti cinta kita tidak tulus. Namun semua itu tidak lah mungkin terjadi. Kini kamu telah menjadi milik orang lain. Walau hati ini masih menyimpan seribu kenangan tentang kita , aku harus belajar mengikhlaskan mu. Karena tidak semua cinta itu harus memiliki. "


"Pergi lah, Arungi lah bahtera rumah tangga mu, dan semoga yang kini menjadi istri mu adalah seseorang yang kamu impikan yang lebih baik dari aku"


Ujar Nandini sambil menangis.


"Makasih yah buat pengertian mu. Semoga kelak kamu akan dapat kan seseorang yang lebih baik dari aku. "


"Tapi bisa kan untuk saat ini kita tetap lanjutkan misi kita. "


Tanya Gibran.


"Misi??? oh baiklah. Saya akan terus berpura-pura sampai nanti waktu nya kamu dapat jawaban dari keraguan mu ini. "


"Aku janji"


Ujar Nandini sambil memberikan jari kelingking nya. "


***Bersambung


Selalu dukung ***author dengan cara like, coment, vote sebanyak-banyak nya yah readers. Agar author semakin semangat up nya.


Terima kasih***

__ADS_1


__ADS_2