
Sepeninggalan Indra ,Irwan dan kedua suruhan nya langsung keluar dari tempat persembunyian nya.Mereka langsung bergegas masuk ke dalam kamar tempat Sylvia di bekap.Mereka memastikan kalau Indra tidak akan mengingkari janji nya.
Sesampainya mereka di kamar itu,seketika wajah Irwan berbinar-binar.Mata nya tertuju pada sebuah koper yang terletak di atas meja.
"Ha..ha..ha.."
"Aku akan kaya kembali."
Irwan tertawa terbahak-bahak sambil membuka koper itu.Lagi-lagi ia membelalakkan matanya saat melihat isi dari koper itu.
"Bos banyak banget bos."
Kedua suruhan nya itu pun ikut berkomentar.Irwan langsung mengambil bagian untuk para suruhan nya.
"Nah ini buat kalian berdua."
Ujar Irwan sambil menyerahkan dua amplop.
"Terima kasih bos lain kali kalau ada job jangan lupa undang kami yah bos."
Ucap Suruhan pertama yang di ikuti oleh gelak tawa yang lainnya.
Tiba-tiba ponsel Irwan berbunyi,dia langsung merogoh kantong nya.Di layar ponsel nya terlihat nama ISTRI KU sedang memanggil .Ia langsung mengangkat nya.
Irwan:"Hallo sayang."
Putri:Gimana pa..semuanya sudah beres?
(setengah berbisik takut suara nya kedengaran anak-anak)
Irwan:Aman dong ma..ini papa lagi menghitung-hitung uang nya.Banyak sekali ha..ha..ha
Putri:Ok besok kita jumpa di tempat biasa.
__ADS_1
Irwan:Siap sayang (sambil menutup panggilan)
"Ya sudah kita bubar..bubar.Silahkan kalian nikmati hasil jerih payah kalian ini."
Indra berbicara sambil membereskan uang nya.Mereka pun akhirnya keluar dari rumah kosong itu dan bergegas meninggalkan hutan itu.
**Di dalam kamar Sylvi
Nikita sedari tadi siang tidak bisa berhenti memikirkan saudara tiri nya.Walau papa nya sudah berangkat menjemput Sylvi,namun sebelum ia bertemu langsung dengan saudara tiri nya itu,hatinya belum bisa sepenuhnya tenang.
Dia mondar mandir di dalam kamar.Sesekali ia memandangi ke luar kamar berharap papa nya segera membawa Sylvia balik ke rumah.Namun yang di tunggu-tunggu tak kunjung datang.
Ia pun menghempaskan badan nya dengan kasar di sofa yang ada di kamar nya.Ia duduk sambil memeluk lutut nya.Tak terasa air matanya jatuh berlinang.
"Tuhan..kenapa Engkau beri cobaan kepada papa Indra dan juga Sylvia.Mereka orang baik Tuhan.Bahkan jika di bandingkan kebaikan mereka sama kebaikan keluarga ku sendiri,??Aku akan lebih memilih mereka yang lebih baik kepada ku.
Tolong Tuhan jauhkan saudara tiri ku dari marabahaya.Semoga papa Indra cepat membawa nya pulang .
Nikita berdoa di sela-sela isak tangis nya.
Terlihat saat makan malam tadi,Nikita sama sekali tak selera memasukkan makanan ke dalam mulut nya.Beda hal nya dengan yang lain ,mereka dengan bisa-bisa nya tertawa bahagia di atas penderitaan orang lain dan makan begitu lahap nya layak nya manusia yang tak memiliki beban.
Jam sudah sudah menunjukkan pukul 10.15 .Tapi tanda-tanda papa Indra akan pulang belum juga ada.Nikita masih setia menunggu kedatangan Sylvia.
Hingga di saat jam sudah menunjukka pukul 10.30 sebuah mobil yang tak asing lagi bagi Nikita mulai memasuki pekarangan rumah nya.Itu terlihat jelas dari jendela kamar mereka .
"Itu papa Indra sudah pulang."
Guman Nikita sambil menghapus air matanya.Ia langsung buru-buru keluar dari kamar nya dan turun ke bawah.Meski di lantai bawah sudah ada bi Inah yang akan membukakan pintu ,tapi dia menyuruh Bi Inah untuk istirahat saja.
"Bi,,bibi istirahat saja.Biar Nikita yang buka in Pintu."
Ujar Nikita dengan hormat.
__ADS_1
"Ngak apa-apa non,ini sudah kewajiban bibi.Nanti tuan besar bisa marah sama saya kalau sampai nona yang bukain pintu."
Bi Inah terlihat khawatir.
"Nanti Nikita yang ngomong sama Papa Indra.Bibi percaya sama Nikita yah."
Nikita menyakinkan Bi Inah sambil menggenggam tangan nya.
Dengan berat hati Bi Inah pun meninggalkan ruang tamu dan kembali masuk ke dalam kamar nya.Ia tak mau membuat nona muda nya itu kecewa karena menolak permintaan nya.Sementara Nikita langsung membukakan pintu rumah nya.Terlihat Om Indro turun dari mobil disusul oleh papa Indra Dan Juga Sylvia .
Nikita sangat bahagia melihat kehadiran saudara nya itu lagi.Ia segera berlari menghampiri mereka.
"Sylvia..kamu tidak apa-apa kan?"
Nikita terlihat khawatir sambil membolak-balikkan badan nya Sylvia layak nya seperti membolak balikkan martabak.
"Sylvia baik-baik saja kok Nikita."
"Makasih yah sudah khawatir sama Sylvia."
Ujar sylvia sambil tersenyum.Indra dan Indro pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah kedua bocah yang saling menyayangi itu.
Akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah.Karena hari ini adalah hari yang begitu melelahkan buat Sylvia,dia langsung pamit istirahat pada papi nya dan juga om Indro.
Sylvi dengan Nikita pun naik ke atas bersama-sama.Kini di wajah Nikita sudah terpancar kembali sebuah senyuman saat saudara tiri sekaligis sahabat nya itu telah kembali.
**Bersambung
***Selalu dukung author dengan cara like,coment dan vote yah readers
Terima kasih
I love you Readers
__ADS_1
fb_Vhera Putri Bungsu***