Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 78


__ADS_3

Sehabis dari kantor nya Gibran, Irwan langsung pulang ke rumah nya. Karena ia harus mendiskusikan hal ini kepada istri nya.


Sesampainya Irwan di rumah, Putri langsung membantu membawakan tas suami nya dan membuka dasi nya. Setelah Irwan duduk di sofa ruang tamu Putri menyuguhkan secangkir teh.


"Pa.. kok cepat banget pulang nya? "


Tanya Putri saat melihat suami nya pulang lebih cepat dari biasa nya.


"Ia ma.. papa baru pulang dari perusahaan Tuan Gibran. "


Tutur Irwan.


"Lalu bagaimana pa.. apa tuan Gibran mau membantu kita? "


Tanya Putri penasaran.


"Belum bisa di pastikan ma. Tapi besok papa di suruh menemui nya lagi. "


Jawab Irwan dengan muka sedih.


"Ya sudah papa temui saja. Berarti kita masih ada harapan akan di bantu pa. Papa harus nya senang bukan nya malah sedih gini. "


Ujar Putri lagi saat melihat raut sedih di wajah suami nya.


"Tapi ma.. tuan Gibran menyuruh saya membawa kedua Putri kita dan juga Sylvia. Papa takut ma nanti kalau Tuan Gibran memilih Nikita atau Nisya, papa khawatir. Mama tau sendiri kan gimana sifat Tuan Gibran itu. Aku ngak mau anak kita nanti tersakiti disana. "


Timpal Irwan.


"Jadi mau gimana lagi pa.. mau ngak mau papa harus bawa mereka. Mudah-mudahan saja lah Tuan Gibran memilih Sylvia. "


Jawab Putri dan di angguk kan oleh Irwan.


Jam pun berputar begitu cepat. Kini matahari pun sudah terbenam. Bulan dan bintang lah yang kini menyinari bumi dengan cahaya nya.


Irwan dan Putri segaja menghubungi Nikita yang berada di luar kota untuk pulang malam ini karena ada hak yang akan di bicarakan.


Setelah anak-anak nya kumpul semua, mereka terlebih dahulu makan malam. Saat makan malam sudah berakhir Irwan pun mulai membuka pembicaraan.


"Nisya, Nikita, Sylvia Terima kasih yah nak kalian sudah mau memberi waktu untuk berkumpul malam ini. "


"Papa dan mama mau membicarakan sesuatu hal pada kalian. "


Ujar Irwan .


"Sesuatu apa pa? "


Tanya Nikita penasaran.


"Gini nak.. kalian tau kan perusahaan papa sudah hampir bangkrut. Kalau perusahaan papa hampir bangkrut kita ngak akan bisa hidup se baik ini. Kita akan jatuh miskin lagi. Oleh sebab itu papa memberanikan diri untuk minta tolong pada tuan Gibran untuk membantu perusahaan kita. "

__ADS_1


"Apa pa.. tuan Gibran. Pengusaha yang kejam itu kan? "


"Kenapa harus ke situ sih pa? "


Timpal Nisya.


"Papa ngak ada pilihan lagi nak. Sebab hanya tuan Gibran lah yang mampu membantu perusahaan kita saat ini. "


"Lalu tuan Gibran mau pa? "


Tanya Nikita lagi. Sementara Sylvia hanya bisa diam mendengar kan.


"Belum tau pasti nya nak. Tapi papa besok di suruh untuk menemui nya besok dan papa harus membawa kalian 3."


Jawab Irwan.


"Kami 3"


Nisya ngak mau pa. Tuan Gibran itu sangat kejam pa. Nisya Ngak mau.


Tolak Nisya.


"Pa, Nikita juga ngak mau pa. Niki takut nanti akan di sakiti di sana. "


Nikita juga berusaha menolak permintaan papa nya.


"Nak.. tolong lah sekali ini bantu papa yah. Karena hanya ini cara satu-satu nya kita bisa mempertahan kan apa yang kita miliki saat ini. "


Melihat raut wajah papa nya yang murung Nisya dan Nikita pun akhirnya menganggukkan kepala nya walau terasa berat.


"Lalu kamu gimana Sylvia? "


"Apa kamu mau menolak juga. "


Tanya Irwan dengan tatapan tajam


"Tidak ayah, Sylvia tidak akan menolak. Sylvia akan lakukan apa pun itu yang bisa membahagiakan ayah. Karena sudah sepantas nya saya membalas budi pada ayah dan juga mama. "


Jawab Sylvia.


"Bagus lah kalau kamu tau diri. "


Ucap Putri dengan nada ketus.


"Ma.. pa.. jangan bicara seperti itu lah sama Sylvi. "


Nikita berusaha membela Sylvia.


"Sudah.. sudah kalian boleh istirahat. Besok kita akan berangkat menemui tuan Gibran. "

__ADS_1


Ujar Irwan dan Putri sambil meninggalkan ruang tamu.


Malam pun berlalu begitu cepat nya. Kini pagi sudah menyongsong. Burung-burung pun mulai berkicau riuh. Matahari pun mulai memancarkan cahaya nya untuk menerangi bumi.


Segala penghuni di rumah Irwan pun sudah pada bangkit dari tempat tidur nya. Begitu juga dengan Irwan. Ia langsung segera membersihkan dirinya.


Setelah jam menunjukkan pukul 08.00 Irwan dan keluarga nya kumpul di meja makan. Mereka sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat menemui tuan Gibran.


Sarapan pun berlangsung begitu cepat nya. Kini Irwan dan ketiga Putri nya memasuki mobil dan mulai meninggalkan pekarangan rumah nya. Pagi ini mereka akan menemui Tuan Gibran.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang berani berbicara. Semua terdiam dalam pemikiran nya masing-masing.


30 menit pun berlalu. Mobil yang Irwan kendarai pun memasuki parkiran di perusahaan Tuan Gibran. Setelah mobil terparkir dengan sempurna Irwan di ikuti oleh ketiga anak gadis nya masuk ke lobby perusahaan.


Sama hal nya seperti kemarin, mereka harus menunggu beberapa saat agar bisa menemui tuan Gibran.


Setelah menunggu cukup lama, salah seorang receptionist pun menghampiri Keluarga Irwan dan membawa nya menuju ruang kerja tuan Gibran.


Mengetahui tamu yang datang, Agriel pun menyuruh Irwan masuk namun tidak memperbolehkan untuk duduk.


Gibran pun berdiri dari kursi kerajaan nya dan berjalan mengelilingi ketiga Putri Irwan.


"Putri mu jelek-jelek semua "


"Ngak ada daya tarik nya sama sekali. "


Ujar Gibran menghina.


Nisya ingin menjawab hinaan Tuan Gibran. Namun Irwan langsung memberi isyarat untuk diam. Dengan berat hati Nisya pun mengunci mulut nya.


Sejujurnya hati nya sangat sakit dengan ucapan Tuan Gibran yang bilang kalau dia jelek. Karena seumur-umur belum ada tuh orang yang bilang dia jelek. Namun dia ngak boleh gegabah. Dia harus tetap diam walau harga diri nya saat ini sedang di rendahkan.


"Yang ini cocok nya jadi tukang masak. "


Ujar Gibran sambil menyentuh dagu Nisya.


"Lalu yang ini cocok nya jadi tukang sapu dan pel "


Ujar nya lagi sambil melirik Nikita.


"Kalau yang ini .....??????


***Bersambung


***Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote dan rare yah readers..


Dan jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak di karya author yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA. Dan tunggu feed back dari saya.


Terima kasih.

__ADS_1


I love you***


__ADS_2