Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 84


__ADS_3

Sylvia termenung memandangi kertas yang menjadi tolak ukur kehidupan nya ke depan nya. Hati nya saat ini hancur berkeping-keping. Dia tidak percaya kalau peraturan yang akan di lakukan setiap hari nya itu harus sebanyak ini.


"Ya Tuhan dia mempersunting ku untuk sebagai istri kah atau hanya untuk sebagai pembantu.?? "


"Tapi mungkin aku ini hanya lah di jadikan pembantu. Bukti nya tidur pun di tmpat yang berbeda. "


"Mungkin ini lah nama nya pembantu dalam istana. "


"Aku bagaikan burung dalam sangkar emas. Semua nya ada namun aku tidak bisa bebas melakukan apa yang aku mau. Setiap langkah ku sudah di atur. Bahkan setiap inci dari ujung rambut sampai ujung kaki ku sudah harus sesuai dengan kemauan nya.


" Tapi aku harus kuat ngak boleh lemah, ngak boleh cengeng. Ia tujuan mu Sylvia untuk membahagiakan orang tua tiri mu. Dan jangan menyerah karena masih ada tujuan utama mu yaitu mencari orang tua kandung mu.


"Semangat Sylvia. "


Cuman Sylvia dalam hati sambil mengepalkan tangan nya sambil tersenyum.


Gibran dan Ariel sampai bingung melihat tingkah Sylvia yang kelihatan sedang semangat.


"Hey nona, kenapa nona malah tersenyum bahagia gitu?? Awal nya menangis , Tiba-tiba tertawa. Nona sehat? "


Tanya Agriel penasaran.


"Saya sehat Tuan, bahkan sehat walafiat. Saya tadi menagis terharu tuan. "


Ujar Sylvia memasang wajah imut nya.


"Lalu gimna dengan peraturan itu nona? apa ada sesuatu hal yang mau nona tanyakan? "


Tanya Agriel lagi.


"Tidak ada tuan. Peraturan itu mah kecil bagi saya tuan, saya sudah terbiasa mandiri. Jadi saya yakin saya pasti bisa melakukan nya dengan aman dan terkendali. "


Ujar Sylvia sambil mengacungkan jari jempol nya.


"Kalu begitu saya boleh pulang tuan? "


"Saya kan harus mempersiapkan diri menjadi istri yang baik, menarik dan cantik tuan? "


"Walau sesungguhnya saya sudah lahir sejak dari orok. "


Ujar Sylvia sambil cengengesan.


Gibran hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Sylvia.


"Cantik dari orok??? ha.. ha... ha.. yang ada kamu itu sudah jadi tukang jamu dari orok. "

__ADS_1


Ujar Gibran sambil tertawa terbahak-bahak.


"Tuan mah bisa ajah.. Walau tukang jamu seperti ini tapi kan saya itu tetap calon istri tuan? "


Timpal Sylvia lagi.


Gibran terdiam sejenak mendengar ucapan Sylvia. Dia tidak menyangka Sylvia akan seberani itu. Dengan peraturan yang ada di genggaman tangan nya, bukan nya ia sedih, namun malah semngat. Betul-betul aneh.


"Calon istri yang tidak di inginkan. "


"Cam kan itu. Kamu jadi tukang jamu jangan ke GR an. "


"Itu telinga di turunkan, ngak usah naik kali. "


Jawab Gibran tegas.


"Walaupun tidak di inginkan tapi orang lain tidak bakal tau tuan yang mulia kalau saya ini hanya istri yang tidak di inginkan.Mereka tau nya kalau saya ini istri orang kaya di kota ini, seorang pria tampan dengan perusahaan nya yang besar.Betul kan tuan? "


Tanya Sylvia pada Agriel.


Mendapat pertanyaan mendadak Agriel hanya bisa menganggukkan kepala.


Seketika kotak tisu lagi-lagi melayang ke Agriel.


"Tuan apa-apa sih? "


Ujar Agriel.


"Nangkis.. nangkis.. kamu asisten siapa sih?


asisten saya atau si tukang jamu ini? "


"Bukan nya bela ini saya, malah bela i si tukang jamu? "


Ujar Gibran lagi.


"Saya bukan nya bela i tuan. Tapi saya hanya berdiri di atas kebenaran. Dan ucapan nona tukang jamu ini benar tuan makanya saya bela i. "


Ujar Agriel.


"Terserah mu lah. Lakukan lah sesuka hati mu. "


"Sudah sudah, tukang jamu kamu sudah boleh pulang."


"Kami masih banyak pekerjaan yang ingin di kerjakan. "

__ADS_1


Ujar Gibran lagi.


"Baik tuan... "


"Saya izin pulang dulu "


Jawab Sylvia sambil meninggalkan ruang kerja Gibran.


Sylvia pun pulang naik taksi online. Di dalam taksi Sylvia kembali merenungi nasib nya sambil menggenggam kertas yang berisi peraturan itu.


Tidak ada pilihan bagi nya selain pasrah dan menjalani semua ini.


Tak terasa waktu kurang lebih dari 30 menit ia habis kan di dalam taksi. Taksi yang membawa nya itu pun berhenti di depan Rumah Sylvia.


Setelah turun dari taksi, tak lupa Sylvia membayar tarif taksi dan mengucapkan Terima kasih pada supir taksi nya.


Sylvia langsung masuk ke dalam rumah dimana Irwan dan Putri sudah duduk menunggu kehadiran nya. Sylvia tak lupa menyalim tangan orang yang tega menjadikan nya sebagai penebus utang dan duduk bersama mereka.


"Gimana nak, pertemuan hari ini lancar? "


Tanya Irwan dengan penasaran


"Semuanya lancar ayah. "


Jawab Sylvia singkat.


"Baiklah kamu harus mempersiapkan diri mu sekarang juga yah nak. "


"Karena kamu akan jadi istri orang kaya di kota ini. "


Timpal Irwan lagi.


"Baik ayah. Sylvia pamit istirahat dulu yah ayah, ma"


Ucap Sylvia lagi.


Sylvia pun meninggalkan ruang tamu dan beranjak menuju kamar nya.


**"Bersambung


***Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote dan rare yah readers..


Dan jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak di karya author yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA. Dan tunggu feed back dari author.


Terima kasih

__ADS_1


i love you😊😊😊***


__ADS_2