Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 97


__ADS_3

Namun semakin ia mengabaikan ponsel nya itu, ponsel nya itu pun tak kunjung berhenti. Mau tak mau Gibran harus menjawab panggilan mama nya.


"Iya hallo ma"


Ucap Gibran dengan nada was-was. Dia sngat khwatir kalau sampai nanti mama nya bertanya soal Sylvia.


Namun lagi-lagi apa yang di khawatir nya pun terjadi.


"Iya hallo sayang gimana kabar kamu sama mantu mama"


"Bulan madu nya lancar??? "


Tanya Nyonya Pucky.


"Deg "


Jantung Gibran seolah berhenti berdetak.Dia pun segera memutar otak nya untuk mencari jawaban yang tepat agar mama nya tidak menaruh rasa curiga padanya.


Sementara di dalam kamar Sylvia terbangun sambil mengucek-ucek matanya. Dia melihat ke sekeliling nya. Dia sangat terkejut saat melihat dia tertidur di kasur tempat Gibran tidur.


Sylvia langsung beranjak turun dari tempat tidur dan mencari keberadaan Gibran. Dia takut kalau dia lagi-lagi akan melakukan kesalahan.


Dia sudah keliling i dan mencari Gibran di seluruh penjuru kamar namun sosok Gibran tak dia temukan. Sylvia pun langsung keluar menuju taman.


Di taman Sylvia melihat Gibran yang sedang mondar mandir sambil menempelkan ponsel nya di telinga nya.


"Aduh mati aku pasti dia akan marah besar sama aku. "


"Hukuman apa lagi yang akan Terima yah Tuhan. "


"Belum cukup kah hukuman ini? "


Guman Sylvia dalam hati.


Gibran yang sedari tadi bingung mencari jawaban pun tiba-tiba berbalik badan dan melihat Sylvia berdiri terpaku sambil menundukkan kepala nya.


Seolah-olah mendapat hadiah yang begitu berharga wajah Gibran seketika berbinar-binar melihat kehadiran Sylvia yang yang tak di duga-duga.


"Eh sayang kamu sudah bangun yah?? "


Sapa Gibran kepada Sylvia. Sylvia hanya bisa tersenyum mendapat sapaan yang tak biasa dari suami nya itu.

__ADS_1


"Gibran kamu ini kok ngak jawab mama sih? "


Ujar Nyonya Pucky saat Gibran lama menjawab pertanyaan nya.


"Eh maaf ma... sampai nga baikan mama. Ini ma Sylvia baru datang ma. Soalnya tadi Sylvia tidur "


Iya kan sayang.


Ujar Gibran sambil mengedipkan mata pertanda isyarat kepada Sylvia.


"Iya sayang. "


Jawab Sylvia.


Akhirnya mereka pun berbincang bincang bersama lewat telpon.


Setelah panggilan terputus Gibran langsung beranjak meninggalkan Sylvia yang terdiam membisu di taman.


***


Semenjak Gibran berangkat bulan madu, seluruh urusan perusahaan menjadi tanggung jawab Ariel sepenuh nya. Mulai dari meeting hingga segala sesatu yng berhubungan dengan perusahaan Ariel harus menangani nya sendiri.


Dengan melawan rasa malas dan kantuk Agriel menyibakkan selimut yang telah memberi nya kehangatan sepanjang malam. Agriel pun segera meraih handuk dan bergegas menuju kamar mandi.


Hari ini di perusahaan tempat Agriel bekerja akan di lakukan seleksi untuk di jadikan sebagai sekretaris.Oleh karena itu Agriel harus berangkat lebih pagi dari biasanya ke kantor.


Jam 07.30 setelah Agriel berpakaian rapi ia langsung keluar menuju garasi nya. Dengan kecepatan sedang ia melajukan mobil.


Tak butuh waktu lama Agriel sudah sampai di kantor nya.


"Pagi pak "


Sapa bu Irma selaku receptionist paling senior di kantor itu.


"Pagi, gimana para kandidat nya sudah sampai?? "


Tanya Agriel lagi.


"Sudah pak mereka sekarang sudah menunggu di ruang tunggu. Jumlah kandidat yang melamar sekitar 50 orang "


"Dan ini berkas para kandidat, silahkan bapak cek kembali "

__ADS_1


Ujar Bu Irma sambil menyerahkan amplop berisi berkas para kandidat.


"Baik biar saya cek terlebih dahulu. "


Ujar Agriel sambil berlalu dan naik menuju ruangan nya.


Sesampainya di ruangan nya Agriel langsung memeriksa seluruh berkas yang di Terima nya.


Cukup lama ia berkutat di hadapan lembar kertas itu, hingga mata nya tertuju pada sebuah foto yang seakan-akan dia pernah bertemu di waktu yang lalu.


Untuk memastikan ingatan nya ia beralih pada lembar biodata nya.


"Nikita Anjasmara Irwan"


"Nikita.... "


Sepertinya ngak asing nih wajah sama nama .


Guman Agriel sambil mengetuk ketuk meja dengan bolpoin nya.


Karena terlalu sibuk nya di kantor sampai-sampai Agriel bisa melupakan kejadian di taman bersama Nikita.


Setelah sekian lama berpikir akhirnya Agriel pun mengingat nya.


"Oh.... ini kan si tukang sapu adik tiri nya nona muda"


Ujar Agriel sambil tersenyum sebab berhasil mengingat da menebak.


Karena penasaran Agriel pun langsung membaca biodata dan pengalaman kerja Nikita. Entah angin apa yang membuat Agriel tersenyum -senyum sambil membaca berkas milik Nikita.


***Bersambung.


Akan kah Agriel dan Nikita akan lebih dekat lagi???


Atau hubungan nya akan sama dingin nya seperti Sylvia dn Gibran???


Menurut readers semua cocok ngak yah Agriel sama Nikita???


#Jawaban nya tulis di komentar yah☺☺☺☺


Terima kasih readers😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2