
Sehabis berendam Sylvia mengenakan pakaian nya kembali . Sementara Gibran sudah duduk menunggu di sofa.
"Kamu lama banget sih mandi nya. Mandi atau tidur sih di kamar mandi. "
Gerutu Gibran.
"Maaf tuan. "
Hanya kata maaf yang Sylvia mampu ucapkan. Sedangkan mata nya sudah mulai berkaca-kaca mendengar semua ocehan yang Gibran lontarkan pada nya.
"Buruan dandan, biar itu muka ngak kayak tukang jamu. Pagi ini kita mau sarapan bareng keluarga ku dan keluarga mu. Jadi kamu harus tampil cantik dan bahagia di hadapan mereka. Paham?? "
Tanya Gibran.
"Paham tuan. "
Sylvia pun segeraemberi sedikit polesan bedak di wajah nya dan liptint di bibir nya. Tak lupa ia menyisir rambut nya yang basah karena ia baru selesai keramas.
Setelah selesai Gibran Dan Sylvia pun turun ke lantai bawah sebab keluarga nya sudah menunggu mereka sejak tadi. Tak lupa Gibran pura-pura menggandeng tangan Sylvia agar tak seorang pun tau rahasia di antara mereka.
"Ciyeee yang semalam habis olahraga"
"Pagi-pagi udah keramas aja yah"
Goda Agriel yang sudah duduk di antara keluarga besar pengantin baru itu. Agriel memang sudah di anggap keluarga oleh papa mama ny Gibran. Itu sebab nya Agriel sudah tak sungkan-sungkan lagi.
"Pasti dong,,makanya nyusul naik pelaminan biar nanti kita bisa kejar target olahraga nya sama-sama. "
Ujar Gibran dengan penuh ke pura-pura an.
"Sudah sudah jangan mengoceh saja. Mari nak duduk sini. Biar kita makan. "
Ajak Nyonya Pucky kepada menantu nya. Sylvia pun duduk di samping mertua nya dan Gibran duduk di samping Sylvia.
Sebagai istri Sylvia menyendok nasi ke piring Gibran dan memberikan lauk nya. Setelah makanan Gibran sudah selesai, Sylvia pun kembali menyendok nasi ke piring nya. Setelah semua nya selesai keluarga besar itu pun sarapan bersama-sama.
Selama makan tak terdengar suara apa pun kecuali dentingan sendok garpu. Hingga tak butuh waktu lama sarapan pun berakhir.
"Nak gimana sama bulan madu nya, sudah di rencana i belum? "
Tanya Tuan Santanu pada anak nya.
"Belom pa, soal nya di kantor lagi sibuk banget. Jadi mungkin bulan madu nya di undur dulu kali yah. "
__ADS_1
"Nanti saja kalau semuanya udah beres Gibran akan mikirin nya. "
Jawab Gibran santai.
"Loh kok gitu nak, kan ada nak Agriel yang bisa di tinggal selama kamu bulan madu. Nak Agriel kan bisa ngurus perusahaan sendiri. "
"Ia kan nak? "
Tanya Nyonya Pucky pada Agriel.
"Ia bu... saya bisa kok. "
Jawab Agriel.
"Ya sudah kalau begitu pa, ma. Nanti kita akan pergi bulan madu. Mungkin 2 atau 3 hari lagi. Kita mikirin tujuan bulan madu kita dulu. Iya kan sayang? "
Tanya Gibran sambil membelai rambut Sylvia.
"Iya tu.... eh sayang. "
Jawab Sylvia dengan gugup. Sebab pertama kali nya ia harus memanggil sayang pada pria yang tak ia cintai.
Akhirnya mereka melanjutkan obrolan nya. Setelah cukup lama mereka ngobrol mereka pun bersiap siap pulang ke rumah.
***
Hari ini Gibran dan Sylvia akan bulan madu ke sebuah kota x.Dimana kota itu terkenal dengan wisata pantai nya.
Gibran dan Sylvia berangkat di antar kan oleh Supir. Perjalanan menuju kota x membutuhkan waktu kurang lebih dari 6 jam. Selama perjalanan Gibran dan Sylvia hanya diam membisu.
Setelah sampai di kota x, mereka pun menginap di sebuah Villa yang sudah di pesan terlebih dahulu.
Setelah istirahat sejenak Gibran dan Sylvia pun berangkat ke pantai. Mereka berangkat layak nya bukan seperti seorang pengantin melainkan seseorang yang sedang musuhan.
Sesampainya di pantai tiba-tiba terdengar seseorang memanggil nama Gibran..
"Gibran... n... "
Teriak nya.
Gibran mencari asal suara itu. Dan ternyata suara itu berasal dari seorang wanita yang berlari menghampiri mereka.
Dia adalah Stella salah seorang dari antara mantan Gibran saat Gibran masih di bangku SMA.
__ADS_1
"Stella yah'
Ujar Gibran mengenali lawan bicara nya.
" Kamu masih ingat ternyata sama aku? "
"Kamu apa kabar, ini pacar kamu yah"
Tanya Stella menunjuk ke arah Sylvia.
"Yah masih ingat lah, mantan terindah gitu. "
"Kabar aku baik dan ini istri ku. Kami baru menikah beberapa hari yang lalu. "
"Tapi kami menikah hanya sebatas status, bukan karena cinta. Sebab dia hanya sebatas gadis penebus utang. "
Ujar Gibran memperkenalkan status Sylvia.
"Sylvia "
Ujar Sylvia mengulurkan tangan nya.Ia tetap memperkenalkan dirinya walau hati nya begitu perih mendengar ucapan Gibran.
"Stella"
Jawab Stella dengan wajah sinis tanpa membalas uluran tangan Sylvia.
Stella adalah mantan gibran saat mereka masih duduk di bangku SMA. Namun percintaan mereka harus kandas di tengah jalan karena setelah tamat SMA Stella di kirim oleh orang tua nya ke Amerika untuk melanjutkan studi nya. Setelah Stella berada di luar negeri mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan baik-baik sebab mereka merasa tak mampu menjalani hubungan jarak jauh. Dan baru ini mereka kembali bertemu setelah beberapa tahun tidak bertemu.
"Gibran temani aku naik speed boat. Kita kan sudah lama tidak jumpa "
"Kamu ngak kangen yah sama aku? "
Goda Stella.Dia sama sekali tak memperdulikan Sylvia yang menjadi istri sah dari mantan nya itu.
"Iya jelas kangen dong. Yaudah yok. "
Jawab Gibran tanpa memperdulikan Sylvia yang berdiri mematung di antara nya. Namun Sylvia tak sedikit pun mempunyai hak melarang suami nya berduaan dengan mantan pacar nya. Sebab status nya saja hanya sebatas istri yang tak di inginkan.
Sylvia hanya bisa memandangi pria yang menjadi suami nya bermesraan dan tertawa bahagia dengan wanita yang di sebut sebagai mantan terindah nya.Hari ini Gibran kembali menorehkan luka yang begitu mendalam di hati nya dengan hadir nya mantan kekasih nya itu.
***Bersambung
***Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote sebanyak-banyak nya yah readers
__ADS_1
agar author semakin semangat up nya. ππ***