
Setelah selesai makan ,Indra dan kedua Putrinya pun melanjutkan obrolan nya di ruang tamu.Kali ini Indra sudah lebih merasa fit karena dia sudah memiliki tenaga.Di tambah dengan semangat yang di berikan oleh kedua Putri nya itu.
Disaat mereka sedang tengah asik mengobrol .Tiba-tiba di halaman rumah berhenti sebuah mobil.Mobil yang tak lain adalah mobil Indro asisten Indra.Tanpa menunggu aba-aba Indro langsung masuk ke dalam rumah dan berkumpul dengan Indra ,Nikita juga Sylvia.
"Eh Indro gimana ,sudah beres?"
Tanya Indra bicara langsung to the point.
"Iya kak ,semua nya sudah selesai.Dan saya kesini ingin memberikan ini."
Jawab Indro sambil menyerahkan selembar kertas dan sebuah amplop yang berisi uang.
"Terima kasih Indro ,lagi-lagi kau sudah banyak membantu ku.Aku tidak tau gimana cara nya membalas kebaikan mu."
Ujar Indra sambil menerima pemberian Indro.
"Kakak seperti minta bantuan sama orang jauh saja."
"Kita kan sahabat untul selamanya.
Jawab Indro sambil tertawa kecil.
"Baiklah Ndro saat ini juga kita akan transfer segala biaya pesangon juga jaminan kematian bagi para karyawan.Mereka mungkin saat ini sangat membutuhkan nya."
Ujar Indra dan mendapat anggukan dari Indro.
"Sayang kalian ke kamar dulu main nya yah,papi sama om Indro mau mengerjakan sesuatu dulu."
Perintah Indra kepada putri nya.
__ADS_1
"Baik pi"
"Baik pa"
Ujar Nikita dan Sylvia hampir bersamaan.Mereka berdua pun langsung meninggalkan ruang tamu dan naik ke kamar nya.Sementara Indra dan Indro sudah sibuk mengirim biaya-biaya pesangon buat karyawan nya.
Hampir sejam lebih mereka berkutat dengan pekerjaan itu.Hingga saat semuanya nya selesai Indra menyandarkan tubuhnya di sofa.Dia memejamkan matanya sejenak.
"Ndro semuanya sudah selesai ."
"Kini aku sudah tidak punya apa-apa lagi."
Indra tak kuasa menahan air matanya.
"Yang sabar yah kak,aku tau ini berat buat kakak.Tapi apa boleh buat,ini adalah musibah.."
"Tabungan ku selama ini sudah hampir habis untuk karyawan.Uang di brankas sudah habis saat harus menebus anak ku Sylvia.Uang yang di perusahaan tak se peser pun bisa terselamat kan.Segala aset-aset ku pun sudah terjual.
Kini aku hanya punya rumah ini dan beberapa mobil di garasi juga salah satu mata pencaharian ku tinggal restoran yang ada di kota x itu. .Dan juga uang ini."
Ujar Indra sambil menunjukkan amplop yang ada di genggaman nya.
"Ndro maaf in aku yah.Mungkin mulai hari ini kamu tidak akan bekerja bersama ku lagi."
Ujar Indra sambil menunjukkan wajah sedih.
"Ngak apa-apa kak,saya juga sudah sangat bersyukur selama ini saya sudah bisa membantu kakak."
Jawab Indro.
__ADS_1
Indra pun akhirnya menyerahkan setengah isi dari amplop yang merupakan hasil penjualan rumah sakit dan juga hotel milik Indra ke tangan Indro.
"Ndro ,,maaf yah ,aku hanya bisa beri pesangon ini buat kamu."
"Aku mohon kamu terima ini walau jumlah nya tidak banyak."
Indra menyerahkan uang ke tangan Indro.Namun Indro menolak nya.
"Ngak usah kak,saya dan keluarga saya masih memiliki tabungan selama saya bekerja sama kakak.Saya tulus bekerja sama kakak selama ini.Dan pada saat ini mungkin ink bisa membantu meringankan beban kakak ."
Indro menolak pemberian Indra.
"Tidak Indro..kamu harus menerima nya.karena bagaimana pun ini sudah menjadi hak kamu.Kamu harus menerima nya apa pun cerita nya."
Indra terus memaksa Indro.
Karena tak kuasa menolak,Indro pun akhirnya menerima pemberian Indra walau dengan berat hati.Karena Indro sesungguh nya tau kalau saat ini Indra lah yang sangat membutuhkan ini.Tapi ia juga tak mampu mengecewakan Indra kalau ia harus menolak.
***Bersambung
***Selalu dukung author dengan cara like,coment,vote,dan rate yah readers
Dan jangan lupa klik tombol favorit agar di saat author update episode terbaru para readers tidak akam ketinggalan.
1 lagi kunjungi karya author yang kedua dan jangan lupa tinggalkan jejak di karya saya yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA.pasti akan saya feed back.
Terima kasih
I love you***
__ADS_1