Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 85


__ADS_3

Hari berganti hari. Waktu selama seminggu sudah berlalu begitu cepat. Kini waktu yang dinantikan oleh orang pada umum nya sudah tiba. Kenapa tidak dinantikan?? Karena hari itu adalah hari pernikahan dimana seseorang akan menyematkan cincin di jari manis orang yang sangat dia sayang i.


Namun beda hal nya dengan Sylvia. Walau hari ini adalah hari pernikahan nya, namun tak sedetik pun ia mampu menorehkan sebuah senyuman di bibir nya.


Bagi nya ini bukan lah pernikahan yang dia impikan, melainkan pernikahan yang menjadi jalan penderitaan bagi nya. Gimana tidak menderita ia menikah dengan pria yang hanya mengganggap nya sebagai penebus utang.


"Malang nya hidup ku sebagai gadis penebus utang. "


Ujar Sylvia meneteskan air mata nya sambil duduk di pinggir tempat tidur. Hari masih sangat subuh tapi di luar kamar nya sudah sangat ramai orang. Mereka adalah keluarga besar dari Irwan dan Putri. Mereka hadir ingin menyaksikan pesta pernikahan Sylvia dan pria yang punya perusahaan terbesar di kota itu.


Melihat sahabat nya itu menangis, Nikita yang memang semalam pulang dari luar kota perlahan mendekati dan memeluk Sylvia.


"Sylvia kamu jangan sedih yah, kamu harus kuat. Mudah -mudah an suatu saat nanti tuan Gibran bisa mencintai mu di saat nanti kamu sudah jadi istri nya. Aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan mu Sylvia.. "


"Andai aku bisa menggantikan posisi mu saat ini, aku akan lakukan nya Sylvia. "


"Tapi.... Tuan Gibran telah memilih mu. Nikita hanya bisa berdoa buat kamu. "


Ujar Nikita sambil meneteskan air mata nya kembali.

__ADS_1


"Makasih yah Nik sudah selalu ada di samping ku saat butuh. "


Timpal Sylvia sambil membalas pelukan Nikita.


"Sudah kamu mandi gih sana, perias kamu sudah sedari tadi nunggu i kamu. "


Ujar Nikita lagi.


Sylvia pun menurunkan kaki nya dari ranjang dan beranjak menuju kamar mandi. Cukup lama dia berendam di sana. Setelah dia selesai mandi, para perias yang di kirim oleh keluarga nya Gibran pun masuk ke kamar Sylvia.


Sylvia yang memang sudah cantik dari sono nya, kini penampilan nya semakin menawan dengan paduan riasan yang menghiasi wajah nya. Setelah wajah nya selesai di rias, Sylvia di bantu oleh Nikita pun mengenakan baju pengantin yang mana baju itu juga di kirim oleh keluarga Gibran. Untung nya postur badan Sylvia yang langsing cocok dengan segala model baju.


Di tambah lagi wajah cantik Sylvia di poles oleh make up MUA ternama di kota itu. Rambut Sylvia di hias dan tak lupa di selipkan sebuah mahkota yang semakin menambah keindahan diri Sylvia.


Sylvia pun keluar kamar di bantu oleh Nikita. Karena Sylvia cukup sulit berjalan sendiri tanpa ada yang membantu nya dengan adanya Selayar di bagian belakang dress nya.


Seluruh mata yang ada di rumah itu menatap Sylvia tanpa berkedip. Mereka tak henti-henti nya memuji kecantikan Sylvia yang begitu luar biasa.


Mobil rombongan keluarga Sylvia pun mulai bersiap-siap untuk berangkat ke sebuah hotel bintang lima di kota itu. Karena acara pernikahan Sylvia di laksanakan di sana.

__ADS_1


Banyak para kaum hawa yang memuji kecantikan Sylvia dan tak sedikit pula yang iri pada Sylvia. Gimana tidak iri, yang ada di pikiran orang-orang, yaitu Sylvia akan menjadi istri orang terkaya di kota itu.


Mereka bahkan tidak tau kalau dia hanya lah seorang gadis penebus utang.


Tidak butuh waktu lama rombongan mempelai wanita sudah tiba di sebuah hotel mewah dan begitu besar. Yang mana hotel itu sudah di hias begitu indah.


Sylvia turun dari mobil rombongan nya dan mulai melangkahkan kaki nya ke dalam hotel di ikuti oleh keluarga besar nya yang lain.


Tiba-tiba langkah kaki Sylvia terhenti saat mendengar seseorang meneriakkan nama nya.


"Sylvia... a... a... "


***Bersambung


***Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote dan rare yah readers..


Dan jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak di karya author yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA. Dan tunggu feed back dari author.


Terima kasih

__ADS_1


I love you***


__ADS_2