Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 73


__ADS_3

Bi itu kotak apa?


Tanya Sylvia dan Nikita bersamaan sambil menunjukkan kotak yang di bawa oleh Bi Inah.


"Ini non kotak ini tuan besar yang titipkan sama bibi. Tuan besar menyuruh bibi untuk kasih tau sama non. "


Ucap Bi Inah sambil hendak duduk di lantai. Namun secara bersamaan Nikita dan Sylvia menarik tangan Bi Inah.


"Bi jangan duduk di lantai. "


"Duduk di sana saja bareng kita. "


Ujar Sylvia dan Nikita hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala pertanda ia setuju dengan perkataan Sylvia.


"Tapi non.... "


Belum juga Bi Inah selesai bicara Nikita langsung memotong pembicaraan Bi Inah.


"Iya betul bi.. bibi jangan pernah merasa rendah di antara kita. Kita ini sama semua bi. Berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah.


Timpal Nikita lagi.


Akhirnya Bi Inah pun duduk di antara Sylvi dan Nikita.


" Non, bibi bisa ngomong sesuatu ngak? "


Tanya bi Inah dengan wajah menunduk.


"Kalau mau ngomong, ngomong saja bi. Ngapain harus minta izin sama kita. "


Jawab Sylvia sambil tersenyum.


"Tapi bibi mohon non jangan sedih yah. "


Ujar Bi Inah lagi.


Iya bi.. Sylvia janji.


Jawab Sylvia sambil mengulurkan jari kelingking nya.


Bi Inah perlahan menghela nafas panjang.Dan dia pun mulai membuka kotak itu dan mengeluarkan isi nya.


Non Sylvi 20 tahun yang lalu Tuan besar dan Nyonya besar sudah sangat menginginkan seorang anak. Karena sudah 20 tahun lama nya mereka membangun rumah tangga, namun tak kunjung di karunia i oleh seorang anak.


Tuhan belum memberi mereka kesempatan untuk merawat seorang anak. Padahal mereka adalah sosok panutan,yang meski bergelimang harta namun tidak ada kata sombong dalam hidup mereka.


Mereka tidak bisa memiliki keturunan sebab Nyonya indah mandul .


Pada waktu itu Nyonya dan saya sedang berjalan-jalan sekitar komplek rumah. Pada saat itu kami mendengar suara tangisan bayi dari semak-semak yang letak nya tidak jauh dari tempat kami berjalan.

__ADS_1


Awal nya kami takut namun juga kami penasaran. Akhirnya kami memberanikan diri untuk mendekati ke arah suara itu Dan dugaan kami benar. Kami menemukan seorang bayi mungil yang sangat cantik di letakkan dalam keranjang.


"Bi... apa bayi itu adalah Sylvi??? "


Tanya Nikita dengan penasaran sementara Sylvia hanya mendengarkan saja namun mata nya sudah mulai berkaca-kaca.


Mendengar pertanyaan itu Bi Inah hanya bisa menganggukkan kepala nya.


Lalu gimana kelanjutan cerita nya bi.


Tanya Sylvia lagi karena ia memperhatikan Bi Inah diam seketika seakan enggan untuk melanjutkan cerita nya.


"Non pada waktu kami temukan Non sedang memakai baju pink ini berselimut kan selimut pink ini juga. Bukan hanya itu juga di saat Nyonya besar sedang menggendong Non, kami juga menemukan Non sedang mengenakan kalung liontin ini. "


Bi Inah menyerah kan kalung liontin yang di maksud ke tangan Sylvia.


Dan di selimut ini juga ada sebuah tulisan nama yang di bordir Sylvia Nanda Amrin. Mungkin itu adalah nama yang di berikan oleh tua kandung Non.


Itu sebab nya Nyonya besar dan Tuan besar tidak lagi mengganti nama Non hingga sekarang.


Ujar Bi Inah.


Sylvia memperhatikan satu per satu barang yang Bi Inah bilang adalah barang pribadi nya dari orang tua kandung nya.


Ia kembali melihat kalung liontin itu. Tiba-tiba pandangan nya berhenti pada sebuah Foto yang ada di balik kalung itu dan juga tulisan inisial SNA


"Bi ini foto siapa? "


"Mungkin itu adalah foto orang tua kandung Non. Coba Non perhatikan bayi yang ada di gendongan ibu ini sama persis dengan Non saat kami temukan dulu. Dari wajah nya , selimut yang di pakaikan juga sama.


Jawab Bi Inah.


Sylvia tak kuasa lagi menahan air mata. Ia menangis saat mengetahui semua kebenaran tentang dirinya.


Ia memeluk Bi Inah yang berada di samping nya. Ia menumpahkan tangisan nya di pelukan ibu paruh baya itu.


"Bi kenapa yah hidup Sylvia gini amat. "


"Kenapa cobaan hidup Sylvi terlalu berat. "


Ujar Sylvia di sela-sela isak tangis nya.


"Non yang sabar yah. "


"Non pasti kuat. "


"Bibi juga minta maaf yah saat tuan besar meninggal Non tidak ada. Dan Non baru bisa balik kesini saat tuan besar sudah di makamkan. "


Ujar Bi Inah. Dia merasa bersalah karena tidak bisa menemani Sylvia saat di acara pemakaman.

__ADS_1


"Ngak apa-apa bi. Bibi pulang juga kan karena urusan mendadak. Karena anak bibi sakit. "


"Sylvia ngak marah kok sama bibi. "


Jawab Sylvi lagi.


Sylvia pun perlahan melepaskan pelukan nya dari Bi Inah. Dia kembali duduk seperti semula.


"Bi... kenapa orang tua Sylvia tega membuang Sylvi bi. Apa karena Sylvi itu adalah anak yang tak di inginkan? "


Tanya Sylvia menatap lekat wajah wanita yang ada di hadapan nya itu.


"Non jangan bicara seperti itu. Bibi yakin orang tua kandung Non pasti mempunyai alasan yang kuat untuk hal ini. Buktinya orang tua kandung Non juga secara tidak langsung menitipkan Non pada Nyonya besar. "


Ujar Bi Inah.


"Maksud nya menitipkan bagaimana bi. "


Tanya Sylvia pada Bi Inah.


Bi Inah pun menyerahkan secarik kertas yang selalu tersimpan rapi selama 20 tahun ini. Sylvia menerima surat itu dan mulai membaca nya.


Lagi-lagi Sylvia menangis karena isi surat itu. "


"Betul kata Bi Inah orang tua kandung ku secara tidak langsung sudah menitipkan aku pada mami. "


"Tapi alasan apa yang membuat orang tua kandung hingga mereka tega membuang aku? "


"Aku harus selidiki ini"


"Aku harus bisa mencari tau siapa orang tua kandung ku, dimana keberadaan nya dan alasan apa yang membuat mereka membuang aku"


Guman Sylvia dalam hati.


"Non kenapa diam non"


Tanya Bi Inah saat melihat Sylvia termenung.


"Ngak apa-apa bi. "


Jawab Sylvia dengan menyunggingkan sedikit senyuman.


***Bersambung


***Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote dan rate yah readers


dan jangan lupa klik tombol favorit agar di saat author update episode terbaru, Teman-teman ngak akan ketinggalan.


1 lagi jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak di karya author yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA. dan tunggu feed back dari author.

__ADS_1


Terima kasih Teman-teman.


I love you***


__ADS_2