
Sesuai dengan perkataan Putri, beberapa minggu kemudian dia kembali rujuk dengan Irwan sosok pria yang sangat membenci Indra dan harus merelakan istrinya untuk masuk ke dalam keluarga Indra hanya untuk membalaskan dendam nya pada keluarga itu.
Kini Irwan sudah kembali dengan harta kekayaan yang dia rampas lewat kejahatan nya dan juga lewat istri nya.
Melihat kembali nya Irwan ke dalam keluarga nya, Nisya anak sulung mereka sangat bahagia. Namun beda hal nya dengan Nikita ia kini bagaikan buah simalakama. Di hati nya ada rasa bahagia namun ada juga rasa sedih.
Ia bahagia karena keluarga nya akan utuh kembali, namun di lain sisi ia sangat sedih. Gimana ngak sedih ia tau dengan kehadiran papa nya , maka penderitaan Sylvi akan semakin besar.
Ia semakin kasihan melihat Sylvia.
***Di suatu hari saat Putri sedang berbincang-bincang dengan Irwan.
"Pa.. mama bahagia banget deh akhirnya keluarga kita kembali utuh. "
Ucap Putri sambil menyandarkan kepala nya di bahu Irwan.
"Iya ma.. papa juga bahagia banget. Papa kembali berkumpul sama keluarga papa dengan kehidupan yang lebih baik"
"Makasih yah ma. "
Irwan mencium kepala istri nya
"Tapi ma... apa kita ngak sebaiknya pindah rumah saja. Rumah ini kita jual. Soalnya papa agar serem kalau harus tinggal di sini. "
Ucap Irwan sambil melirik ke kanan ke kiri.
Putri berpikir sejenak dan kembali tersenyum.
"Papa betul juga tuh. Takut nya nanti ada keluarga Indra yang datang ke sini. "
"Baiklah nanti saya akan bicarakan pada anak-anak"
Jawab Putri santai.
Malam pun tiba, malam ini Putri dan Irwan sengaja makan malam bersama dengan semua anak-anak nya.
Setelah makan malam selesai Putri meminta waktu anak-anak nya sebentar karena ada hal yang mau di bicarakan.
"Nak... mama Minta maaf yah kemarin udah bentak kamu. "
__ADS_1
"Tapi jujur mama ngak ada niat untuk melukai hati kamu lagi. "
"Mama kemarin sangat lelah, hingga mama tidak bisa mengontrol omongan mama"
Ucap Putri pada Sylvia.
"Mama ngak salah kok ma,, mama benar mama udah lelah membiayai kehidupan Sylvia semenjak papi ngak ada. Mama juga sudah lelah merawat Sylvia sejak kecil. Maaf in Sylvia yah ma, Sylvia udah selalu ngerepotin mama. "
Jawab Sylvia dengan bulir air mata yang mengalir di pipinya. Putri memeluk Sylvia sambil mengedipkan sebelah mata nya ke arah Irwan. Dan Irwan hanya mengacungkan jempol pertanda ia setuju dengan rencana Putri.
"Nak.. mama boleh ngak minta tolong. "
Tanya Putri sambil melepas pelukan nya dan menatap wajah Sylvia.
"Mama Minta tolong apa ma,, sekuat Sylvia akan Sylvia bantu. "
Jawab Sylvia.
"Gini nak kantor papa Irwan kan jauh dari sini. Jadi kalau papa Irwan pulang balik dari kantor ke sini pasti sangat lelah. Gimana kalau rumah ini kita jual dan kita pindah ke rumah baru yang lebih dekat dengan kantor papa kamu. "
"Itu pun kalau Sylvia mau. Mama ngak maksa kok nak. "
Ujar Putri dengan wajah pura-pura sedih.
Putri yang memiliki hati bak malaikat tak mampu melihat wajah mama tirinya itu bersedih. Walau selama ini ia selalu mendapat perlakuan yang sangat menyakitkan tapi Sylvia tak bisa pungkiri bahwa yang merawat dia sejak umur 10 tahun hingga kini adalah mama Putri.
Kini Sylvia sudah dewasa. Mungkin ini sudah saat nya buat Sylvia untuk membalas jasa Mama Putri.
"Ya sudah ma.. Sylvia setuju. "
Jawab Sylvia setelah berpikir sejenak.
Mendengar jawaban Sylvia, wajah Putri dan Irwan kini berbinar -binar gembira. Beda hal nya dengan Nikita dan Niko. Mereka terlihat tidak sependapat dengan Sylvia.
"Tapi Sylvia, ini kan harta kamu satu-satu nya"
Cegah Nikita dan Niko menganggukkan kepala pertanda ia setuju dengan ucapan Nikita.
"Ngak apa-apa nik Papi dan mami juga ngak bakal marah kok. Sylvia yakin mereka akan bahagia jika Sylvia bisa balas jasa kepada mama Putri. "
__ADS_1
"Kan mama Putri sudah merawat Sylvia sejak kecil hingga kini. Mungkin sudah saat nya Sylvia membantu hal yang bisa Sylvia lakukan. "
Jawab Sylvia berusaha meyakinkan Nikita.
"Makasih yah nak. Kamu benar-benar anak yang baik. Mama menyesal selama ini sudah memperlakukan mu dengan tidak baik. "
Jawab Putri lagi
Akhirnya setelah mendapat persetujuan Sylvia, Putri dan keluarga nya pun akhirnya meninggalkan rumah seribu kenangan itu.
Sylvia dengan berat hati harus meninggalkan rumah tempat ia di rawat itu.
Mereka pindah ke sebuah rumah yang lokasi nya tidak jauh dari kantor tempat Irwan bekerja. Rumah itu cukup mewah tapi ukuran nya tidak sebesar rumah Indra dulu.
Kini mereka memulai aktivitas nya di rumah baru. Di rumah baru ini Sylvia sangat berharap mama Putri akan memperlakukan nya dengan baik sama dengan ia memperlakukan anak kandung nya.
Namun itu hanya harapan semata. Putri tidak berubah, malah ia semakin menjadi-jadi memperlakukan Sylvia dengan tidak baik.
Kini Putri menyuruh Sylvia bekerja untuk membiayai uang kuliah nya. Sylvia yang dulu tidak pernah bekerja kini harus belajar mandiri.
Sylvia yang memiliki keahlian di bidang kecantikan akhirnya mencoba bekerja di sebuah salon yang lokasi nya dekat dengan kampus. Setelah pulang kampus ia langsung menuju salon untuk bekerja.
Namun pekerjaan itu ia lakukan dengan sepenuh hati. Karena disana ia mendapat ilmu yang banyak tentang kecantikan. Sylvia memang anak yang cerdas hingga tidak butuh waktu lama ia sudah bisa mahir di bidang kecantikan.
Jika ia mempunyai uang lebih dari sisa bayar kuliah nya, ia pun menyisihkan sedikit demi sedikit karena ia punya rencana untuk membuka salon sendiri.
Alhasil berkat kegigihan nya setelah ia berhasil meraih gelar sarjana , ia sudah bisa mendirikan sebuah salon atas nama nya yaitu Sylvia Salon.
Kini ia pun benar -benar mandiri. Seluruh kebutuhan nya ia penuhi sendiri. Dan ia selalu memberikan sedikit hasil keringat nya kepada Putri.
******Bersambung
Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote dan rare yah teman-teman.
Dan jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak di karya author yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA
Terima kasih
I love you***
__ADS_1