
Setelah merasa badan nya lebih rilex dan lebih santai,dia segera menyudahi aktivitas nya di kamar mandi.Dia langsung keluar kamar mandi sambil bertelanjang dada.Indra langsung bergerak menuju lemari pakaian dan mengambil beberapa potong pakaian untuk di kenakan malam ini.
Semenjak kepergian istrinya ia harus belajar mandiri mulai dari mempersiapkan pakaian kerja nya hingga pakaian sehari-hari nya dia harus lakukan sendiri.Dulu di saat istrinya masih ada istri nya lah yang mempersiapkan semua nya .Tapi kini semua nya itu harus dilakukan oleh diri nya sendiri.Itulah terkadang membuat hatinya kembali terpukul .
Dia memakai kaos oblong berwarna hijau botol dan celana jeans pendek selutut.Dengan pakaian ini ia terlihat jauh lebih muda dari umur nya yang sebenarnya.Setelah selesai berganti pakaian ia berdiri sejenak di depan cermin untuk merapikan wajah dan rambut nya.Setelah selesai ia baru keluar dari kamar nya menuju kamar Sylvi.
"Sayang....ini papi".
"Turun yok nak..Sudah waktunya makan malam".
Sahut Indra sambil mengetok pintu kamar Sylvi.
"Ia pi ...sebentar Sylvi bereskan dulu buku Sylvi".
Teriak Sylvi dari dalam kamar nya.
Setelah Sylvi selesai membereskan buku ny ,ia langsung keluar dari kamar nya untuk menemui papinya yang sudah sedari tadi menunggu nya.
"Yok pi Sylvi sudah siap belajar".
Ucap Sylvi sambil memegang tangan papi nya.Akhirnya Indra dan putrinya Sylvi segera turun ke lantai 1 untuk makan malam.Di lantai 1 bi Inah dan pembantu yang lain sudah sedari tadi sibuk menyiapkan makan malam untuk Tuan Besar dan juga Nona muda mereka.
Setelah sampai di meja makan ,Indra dan Sylvi langsung menyantap makanan yang telah di masak oleh koki mereka.Makan malam telah selesai para pembantu langsung membersihkan meja makan dan membawa piring-piring kotor ke belakang untuk di bersihkan.Sementara Indra dan Sylvi langsung beranjak menuju ruang tamu untuk menonton .
Hal ini jarang sekali mereka lakukan karena Indra yang sangat sibuk mengurusi perusahaan nya.Jadi jika ada waktu luang ia tak mmenyia-nyiakan nya.Setelah mereka duduk santai Indra langsung memulai pembicaraan.
"Sayang..papi ada kabar gembira buat kamu"
Ucap Indra sambil meletakkan kepala putri nya di dada nya.
"Kabar gembira apa pi"??
Tanya Sylvi dengan antusias nya.
"beberapa hari lagi tante Putri dan anak-anak nya akan tinggal disini."
"Jadi Sylvi ngak akan kesepian lagi".
"Nanti Sylvi akan ada teman main,akan ada teman belajar Sylvi".
Ucap Indra menjelaskan kepada Sylvi.
"Asikkkk...Sylvi senang banget denger nya papi".
"Anak tante Putri cewek atau cowok pi"??
Tanya Sylvi lagi.
"Anak tante Putri itu ada 3 sayang ,2 cewek dan 1 cowok".
__ADS_1
"Anak tante Putri yang paling kecil cewek sama seperti kamu cantik nya ".
"Dia juga kelas 4 sama seperti anak papi".
Ucap Indra sambil mencium kepala Sylvi.
"Horeee.."
"Sylvi akan ada teman main dan belajar".
"Sylvi boleh tau ngak papi siapa nama nya anak tante Putri"??
Tanya Sylvi lagi
"Nama anak pertama Nisya,yang kedua Niko dan yang ketiga Nikita sayang".
Jawab Indra lagi.
"Nanti papi Nikita biar tidur di kamar Sylvi saja yah".
"Trus kalau papi sama tante Putri sudah menikah, sekolah Nikita sama saudara nya papi pimdahin saja pi,biar dekat ke rumah kita".
Ucap Sylvi dengan wajah nya yang terlihat bahagia.
"Ia sayang demi anak papi,apa sih yang ngak papi lakuin".
Jawab Indra sambil memeluk tubuh mungil anak nya.
"Ia Tuan ada yang bisa saya bantu"
Ucap Bi Inah saat mendengar Tuan besar nya memanggil nama nya.
"Bi tolong kumpulkan semua pembantu yang ada di belakang,ada hal yang mau saya bicarakan".
Ucap Indra dengan tenang.
"Baik Tuan".
Jawab Bi Inah sambil meninggalkan ruang tamu menuju dapur.Di dapur Ia memanggil seluruh teman se profesi nya .Mereka terlihat sangat takut.Karena jarang-jarang tuan besar mengumpulkan mereka semua.
Meski menyimpan banyak pertanyaan di pikiran mereka masing-masing,mereka langsung bergegas berkumpul di ruang tamu tempat Indra dan Sylvi sedang menonton.Pembantu dengan jumlah 8 orang itu dalam hitungan menit sudah berdiri bersiap di depan Indra .Mereka semua menundukkan kepala karena takut akan hal apa yang akan di bicarakan Tuan Besar nya.Mereka menerka-nerka mungkin ada. kesalahan besar yang telah mereka perbuat.
"Bi Inah apa ini semua sudah ngumpul"?
Tanya Indra.Indra memang kurang tau menau soal perihal jumlah pembantu di rumah nya.
"Sudah Tuan".
Jawab Bi Inah yang berdiri di barisan paling depan sambil menundukkan kepala.
__ADS_1
Indra lalu memperhatikan wajah pembantu nya satu persatu.Ini adalah moment pertama kali saat seorang Indra bisa menatap wajah-wajah asli pembantu nya.Selama mereka bekerja di Rumah Indra ,Indra belum pernah berbicara sedekat ini kepada mereka,bahkan nama mereka saja Indra tidak tau.
Yang Indra tau hanya Bi Inah dan Pak Tono yang bekerja sebagai supir keluarga.Selebihnya Indra tidak tau.
Tiba-tiba Indra tertawa melihat tingkah para pembantu nya yang sedang menundukkan kepala.Tidak seorang pembantu pun yang berani menegakkan kepala nya.Hal itu pula yang membuat hati para pembantu itu semakin menciut dan semakin yakin kalau mereka sudah melakukan suatu kesalahan.
"Hening Cipta selesai"
Ucap Indra sambil tertawa lebar.
Para pembantu itu sejenak bingung dan melirik Tuan Besar dan langsung menundukkan kepala lagi.
"Kenapa semua menundukkan kepala sih"
"Ini bukan sedang upacara".
Ucap Indra yang masih tertawa.
"Ayo tegakkan kepala kalian".
"Saya bukan pemakan manusia,saya masih normal .Makanan saya masih nasi".
Ucap indra lagi.
Dengan perasaan wanti-wanti para pembantu itu mulai berani menegakkan kepala nya.Dan Indra pun akhirnya memulai pembicaraan.
"Begini alasan saya mengumpulkan kalian semua karena ada perihal yang ingin saya sampaikan bukan untuk menghukum kalian".
Ucap Indra karena dia mengartikan wajah-wajah pembantu nya itu pasti sedang ketakutan.Para pembantu itu pun akhirnya bisa bernafas lega setelah mendengar penuturan Tuan Besar nya.Kini mereka sudah bisa rilex berdiri di tempat.
"Mungkin kalian sudah tau ,minggu depan saya akan menikah lagi dengan sahabat almarhum istri saya".
"Jadi 2 hari lagi calon Istri saya yang kedua akan pindah kesini serta membawa ketiga anak nya".
"Jadi yang saya maksud tolong kalian siapkan 1 kamar untuk calon istri saya ,kan kita belum ada ikatan jadi kita belum bisa satu kamar.Kamar nya cuma untuk sementara saja sebelum kita nikah".
"Trus 1 kamar untuk anak cewek yang masih duduk di bangku SMP".
"Dan 1 lagu kamar untuk anak cowok yang masih duduk di bangku SD kelas 6".
Tolong dipersiapkan segala fasilitas yang diperlukan untuk itu.Jangan sampai mereka tidak nyaman nanti di kamar nya masing-masing.Dekor seindah dan semenarik mungkin.Jika ada fasilitas yang kurang masih ada waktu untuk membenahi.Pokok nya mereka tiba di rumah ini,semuanya sudah beres.
Ucap Indra menjelaskan.
"Tapi Tuan tadi Tuan katakan Anak Nyonya itu ada 3 ,tapi kamar untuk anak yang mau di siapka kok cuma 2".
"Jawab Bi Inah ".
"Oh iya Bi saya lupa ,Untuk anak nya yang paling bungsu itu masih duduk di bangku SD kelas 4 sama seperti Sylvi.Jadi Sylvi minta agar mereka nanti 1 kamar.Untuk kamar Sylvi ukuran tempat tidur nya saja yang di ubah dan fasilitas nya di tambah lagi.
__ADS_1
Jawab Indra.