Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 71


__ADS_3

Sepeninggalan Putri, Nikita terduduk lemah


di lantai. Dia tidak menyangka orang yang telah mengandung dan melahirkan nya itu adalah orang yang sangat jahat. Yang bisa tertawa di atas penderitaan orang lain.


Orang yang selalu dia bangga-bangga kan kini telah menorehkan luka yang sangat dalam di hati nya.


"Mama... kenapa mama sejahat ini. "


"Dimana mama yang dulu yang aku kenal. "


"Papa Indra itu orang yang baik ma. Kalaupun mama membenci nya tapi kenapa mama tidak pernah memikirkan nasib Sylvia. "


"Sylvia kini sudah tak memiliki orang tua lagi ma. "


Teriak Nikita sambil memukul-mukul lantai.


Malam ini adalah malam pertama rumah ini tanpa papa Indra.Nikita tau betapa hancur nya perasaan Sylvia.


Dengan hati yang kecewa, Nikita pun balik ke kamar nya. Dia melihat Sylvia sedang tertidur dengan lelap.


Nikita pun ikut membaringkan tubuh nya di samping Sylvia. Tak butuh waktu lama Nikita pun sudah terbang ke alam mimpi nya.


***Malam berlalu begitu cepat nya.


Kini matahari sudah mulai terlihat dari ufuk timur. Para jangkrik pun sudah pada berkicau membangunkan para manusia dari mimpi indah nya.


Namun Nikita dan Sylvia tak kunjung bangun. Rasa ngantuk yang sangat kuat mampu menidurkan mereka lagi dan membawa mereka ke alam mimpi.


Matahari pun mulai memancarkan sinar nya dan jam dinding pun sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Nikita terbangun dari mimpi indah nya. Ia beberapa kali menguap dan mengucek-ucek matanya nya.


Setelah ia mengumpulkan nyawa nya yang sedari tadi melayang-layang di alam mimpi, ia pun bangun dari tempat tidur nya. Ia melirik ke samping nya. Sylvia masih terlelap dalam tidur nya.


Nikita tak tega mengganggu tidur Sylvia. Ia pun secara perlahan-lahan turun dari ranjang dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang masih bau bantal.


Setelah Nikita menghabiskan waktu kurang lebih 20 menit di kamar mandi, ia pun keluar dengan menggunakan pakaian santai. Hari ini Ia dan Sylvia tidak ngampus karena Sylvia masih dalam duka yang begitu mendalam.


Nikita pun keluar dari kamar dan mulai menuruni anak tangga menuju dapur.


"Pagi non... "


Sapa bi Inah sembari melakukan aktivitas nya di dapur. Semenjak para pelayan yang lainya di berhentikan, kini pekerjaan Bi Inah bertambah berkali-kali lipat.


Namun tak pernah terlintas di pikiran nya untuk menyerah. Karena ia iklas mengabdi di keluarga ini. Bukan masalah gaji atau apapun itu. Namun Bi Inah sudah di anggap keluarga di rumah ini. Dan sebalik nya Bi Inah juga sudah menganggap rumah ini adalah rumah nya dan keluarga ini adalah keluarga nya.


"Pagi bi. "

__ADS_1


"Bi.. saya mau ambil sarapan Sylvia yah bi. ".


" Soalnya Sylvi masih tidur, jadi saya ngak tega bangun i nya. "


"Apalagi Sylvi masih di rundung kesedihan yang amat mendalam. "


Ujar Nikita sedih.


"Biar bibi saja non yang antar kan. Soal nya bibi mau bicara sama non Sylvia. "


Jawab Bi Inah.


"Bicara soal apa bi. "


Tanya Nikita penasaran.


"Nanti saya yah non saya bicarakan setelah non Sylvi sudah bangun. "


Timpal bi Inah lagi


"Ya sudah deh bi. Kami tunggu di atas yah bi. "


Ujar Nikita sambil meninggalkan Bi Inah yang sedang sibuk di dapur.


"Sylvia.... kamu dimana? "


Teriak Nikita.


"Sylvia lagi di kamar mandi Nik"


Terdengar teriakan Sylvia dari kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Sylvia pun keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di samping Nikita.


"Kamu dari mana Nik. "


Tanya Sylvia.


"Oh.. aku baru dari bawah Sylvia nyuruh Bi Inah ngantar sarapan kamu. "


Jawab Nikita Jujur.


"Ngapain mesti di antar sih Nik. Kan Sylvia bisa turun sendiri. Ngak enak tau ngerepotin Bi Inah mulu. "


Jawab Sylvia

__ADS_1


"Ngak apa-apa Sylvia.. lagi pula tadi Bi Inah bilang ada yang mau di bicarakan sama kamu. "


Tukas Nikita.


"Soal apa Nik.? "


Tanya Sylvia penasaran.


"Aku juga ngak tau Sylvia, bi Inah tadi ngak ada kasih tau aku. "


Jawab Nikita sambil mengangkat bahu nya.


Tiba-tiba...


Tok.. tok... tok..


"Nah itu bi Inah. "


Ucap Nikita saat mendengar suara ketika pintu. Nikita pun langsung bergerak membukakan pintu.


"Masuk bi. "


Nikita mempersilahkan Bi Inah masuk ke dalam kamar mereka.


Bi Inah pun nurut dan masuk ke dalam kamar Sylvia dan Nikita dengan membawa sebuah kotak dengan ukuran sedang dan nampan yang berisi makanan untuk Sylvia.


"Bi itu kotak apa"


Tanya Nikita dan Sylvia bersamaan sambil menunjukkan kotak yang di bawa oleh Bi Inah.


***Bersambung


*Kira-kira isi kotak itu apa yah teman-teman???


Yuk tulis komentar kamu di bawah yah. Tebak bebas yuk readers. Yang baca dari awal hingga saat ini pasti tau dong apa jawab an nya☺☺☺


**selalu dukung author dengan cara ***like, coment, vote dan rate yah readers..


Dan jangan lupa klik tombol favorit agar di saat author update episode terbaru, teman-teman ngak akan ketinggalan.


1 lagi jangan lupa mampir di karya author yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA. Tinggalkan jejak dan tunggu feed back dari aku.


Terima kasih...


I love you***

__ADS_1


__ADS_2