Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 57


__ADS_3

Papa...a...a..


Teriak Sylvia dan Nikita hampir bersamaan.


Mereka begitu terkejut melihat kondisi Papa nya.Indra yang sedang duduk di teras dengan kondisi rambut acak-acak an.


Indra yang sedang termenung sampai-sampai tak mendengar suara anak-anak nya yang sedang memanggil nya.


Nikita dan Sylvia pun akhirnya menghampiri papa Indra.


"Papa ..."


Sylvi dan Nikita pun saling memeluk Indra.


"Papi jangan sedih lagi yah."


"Kami akan selalu ada kok buat papi."


"Kami sayang sama papi."


"Kami ngak mau terjadi apa-apa sama papi."


Sylvia menangis di pelukan papi nya.


Nikita pun ikut memeluk papa Indra.


''Papa Indra maaf in Nikita yah.Sejak Nikita sama keluarga Nikita datang ke sini,papa Indra dan Sylvia selalu banyak masalah."


"Papa udah sedih begini saja.Mama ngak ada di samping papa."


Nikita tak kuasa menitikkan air mata.


"Sayang..Denger i papa yah."


"Papa ada masalah bukan karena Nikita dan mama Putri datang ke sini.Tapi selagi kita hidup kita tak akan pernah lepas dari masalah sayang.Kamu jangan pernah merasa bersalah kalau papa lagi ada masalah.


Dan perlu Nikita tau Tuhan itu tak akan pernah memberikan ujian di luar batas mampu kita.Tuhan menguji kita karena Tuhan tau kita itu sanggup menjalani ujian yang di berikan pada kita."

__ADS_1


Dan jika kita berhasil melewati ujian yang di berikan Tuhan maka derajat kita akan di angkat .


Tutur Indra berusaha menenangkan anak-anak nya walau hati nya sendiri belum bisa tenang.


"Lalu mama mana papa..Kok mama ngak ada saat papa lagi ada masalah begini."


Ujar Nikita yang seolah-olah tidak suka dengan sifat mama nya .


"Mama tadi sudah pamit sama papa sayang.Katanya mau jumpain teman nya."


Timpal Indra.Indra memang sama sekali tidak menaruh curiga kepada Putri sedikit pun.Indra selalu percaya kepada Putri.


"Teman.?????"


Teman yang mana yang di maksud mama.


"Apa jangan-jangan yang di maksud mama itu adalah papa Irwan."


"Tapi masa iya sih mama sejahat itu.Papa Indra lagi banyak masalah gini tapi mama malah enak-enak jalan-jalan."


Nikita terdiam sejenak dengan pemikiran nya.


"Tidak.......k....k....k.....k"


Tiba-tiba Nikita berteriak saat pemikiran nya sampai ke hal itu.Dan itu pula yang membuat Papa Indra dan Sylvia terkejut dan bingung melihat tingkah Nikita.


"Kamu kenapa nak."


Tanya Indra kepada Nikita.Menyadari hal itu wajah Sylvia langsung bingung.Dia tak mau mengatakan tentang apa yang ada di pikiran nya.


"Ngak apa-apa kok pa..."


"Cuma Nikita sedih saja."


Nikita mencoba berbohong.


Melihat kelakuan Nikita yang sangat berbanding terbalik dengan Nisya dan Niko ,Indra begitu terharu.

__ADS_1


Dia kini merasa bahagia dengan hadir nya kedua anak nya ity.Indra memeluk erat Nikita dan Sylvia sambil mencium kening kedua anak nya.


"Papi...Papi makan dulu yah.Biar papi ada tenaga."


Ujar Sylvia.


"Iya pa..nanti kalau papa ngak makan,nanti papa sakit.Kalau papa sakit yang jagain kami siapa?


Tanya Nikita lagi.


Mendengar perhatian kedua anak-anak nya itu.Indra tak kuasa menolak permintaan nya.Ia tak mampu mengecewain hati anak nya itu.


"Baik lah anak manis...demi anak-anak papa.Papa akan makan tapi anak-anak papa harus temani papa makan yah."


Ujar Indra dengan tersenyum.Kini dia merasa lega melihat kedua Putri nya itu.


"Siap Bos"


Jawab Sylvia dan Nikita bersamaan.


Indra dan kedua anak nya itu pun melangkahkan kaki ke dalam rumah dan langsung menuju meja makan.


Mereka pun akhirnya makan bertiga.


***Bersambung


Selalu dukung author dengan cara like,coment,vote dan rate yah readers


**?


Dan jangan lupa klik tombol favorit agar di saat author update episode terbaru ..readers tidak akan ketinggalan.


1 lagi..Jangan lupa kunjungi dan tinggalkan jejak readers di karya saya yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA


Pasti akan di feed back.


Terima kasih readers***...

__ADS_1


__ADS_2