Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 64


__ADS_3

Dan kami minta maaf kalau....


Dokter itu berhenti sejenak.Namun raut wajah nya sudah terlihat begitu sedih.


"Papi kenapa dokter..Papi akan baik-baik saja kan."


Sylvia terlihat khawatir sambil menggoyang-goyang kan tangan dokter itu.


"Maaf in kami yah dek.Kami tim medis sudah berusaha semaksimal mungkin,namun orang tua adek sudah tak bisa terselamatkan lagi.Sebab setelah kami periksa orang tua adek sudah tidak bernyawa saat adek berdua bawa ke sini."


Kami tim medis mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalam nya.Permisi"


Ucap dokter itu sambil berlalu dari hadapan Nikita dan juga Sylvia.


''Tidakkk.K.....K....k...K...K"


"Ini tidak mungkin"


"Papi ngak mungkin ninggalin Sylvi secepat ini"


"Dokter itu pasti bohong."


Sylvi terduduk lemas di lantai Rumah Sakit.Nikita juga terlihat begitu terpukul atas kejadian ini.Dia memeluk erat tubuh Sylvia sambil menangis.


"Kita yang sabar yah Sylvi."


"Nikita juga sangat sedih."


"Tapi dokter itu tak mungkin bohong."


Mereka berpelukan begitu erat.


"Ini ngak mungkin Nikita,dokter pasti udah bohong i kita."


Ujar Sylvi sambil berdiri dan masuk ke ruang tempat papi nya.Nikita pun ikut berdiri menyusul Sylvia.


Mereka perlahan membuka pintu dan melihat sosok tubuh seseorang yang kini telah di tutup oleh kain putih.

__ADS_1


Air mata Sylvia semakin mengalir begitu deras nya.Dia berlari ke arah tempat tidur.


"Pasti ini bukan papi.Sylvia yakin ini bukan papi."


Ujar Sylvia sambil membelakangi tempat tidur itu.


Sylvia masih tidak mau membuka kain putih itu.Dia selalu menganggap kalau sosok yang ada di bawah kain putih itu bukan lah papi nya.


Nikita pun perlahan mendekat ke arah ranjang .Dengan sangat hati-hati ia pun mulai membuka kain putih itu .Betapa terkejut nya dia saat ia mendapati wajah papa nya .


"Papa...a...a."


"Sylvia ini benar papa Indra Sylvia."


Teriak Nikita sambil memeluk jasad papa tirinya itu.


Mendengar teriakan Nikita,Sylvia pun langsung membalikkan badan nya .Ia pun tak kalah terkejut nya saat menyadari ucapan dokter itu benar .Saat menyadari bahwa orang yang sangat menyayangi nya lebih dari apa pun kini sudah terbujur kaku .


"Papi....i...i..."


"Jangan tinggal i Sylvi papi."


"Kenapa mami sama papi sangat jahat sama Sylvi."


"Kenapa kalian semua tega ninggalin Sylvia."


"Salah Sylvia apa papi."


Teriak Sylvia sambil memeluk tubuh kaku papi nya itu.Dia menangis sejadi-jadi nya.


Melihat kejadian itu Nikita berdiri dan perlahan menjauh dari tempat Sylvia.


Setelah di rasa tempat ia berdiri cukup jauh dari Sylvi,Nikita segera mengambil ponsel nya dan mencari kontak nama mama nya.Ia buru-buru menekan tombol hijau.


Tut...tut...tut...


Panggilan nya masuk tapi tak ada jawaban dari mama nya.

__ADS_1


"Angkat dong ma."


"Mama kemana saja sih."


"Kenapa mama sejahat ini sama Papa Indra."


"Mereka itu orang baik"


Guman Nikita dalam hati nya.


Ia tidak langsung putus asa,dia kembali mencoba menghubungi mama nya berkali-kali namun tetap saja hasil nya nihil.


Karena tidak ada jawaban dari mama nya,akhirnya Sylvia mengetikkan pesan singkat yang berisi


"Mama ...mama dimana "


"Papa Indra sudah meninggal ma."


"Mama harus ke Rumah Sakit sekarang juga."


"Nikita sama Sylvia sudah berada di Rumah Sakit xxx "


Nikita langsung mengirimkan pesan itu kepada mama nya.Ia sangat berharap mama nya membaca pesan nya dan segera datang.


Nikita pun kembali mencari kontak Ka Nisya.Dia menghubungi nya kembali.Namun lagi-lagi panggilan nya kini tak ada jawaban .Dia pun akhirnya melakukan hal yang sama seperti tadi .Ia mengirimkan pesan yang memberitahu tentang papa Indra sudah meninggal.


***Bersambung


Selalu ***dukung author dengan cara like,coment,vote dan rate yah readers


Dan jangan lupa klik tombol favorit agar di saat author update episode terbaru ,readers tidak akan ketinggalan


1 Lagi mampir dan tinggalkan jejak di karya ku yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA dan tunggu feed back dari aku


Terima kasih


I love you***

__ADS_1


__ADS_2