Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 52


__ADS_3

Para keluarga korban pun terharu melihat tanggung jawab Pemilik Perusahaan itu.Mereka pun mulai antri memberikan nomor rekening mereka kepada Indro .Setelah selesai mereka kembali masuk ke dalam ruang jenazah untuk menjemput jenazah keluarga.Indra dan Indro pun turut ikut masuk ke ruangan itu.


Di ruangan itu terdengar tangisan para keluarga.Keluarga yang di tinggalkan para korban berbagai macam .Ada yang baru menikah,ada yang istrinya sedang hamil ,ada yang istrinya baru melahirkan dan ada pula yang sedang merencanakan pernikahan.


Indra lagi-lagi tak mampu menahan air matanya melihat derita yang harus di tanggung oleh keluarga korban.Mereka terlihat begitu sedih .Tak sedikit pula di antara mereka yang menjerit histeris karena harus kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidup nya.


Indra dan Indro pun keluar dari ruang jenazah .Mereka segera bergegas ke bagian administrasi.Mereka membayar semua biaya atas nama korban dari kebakaran itu.


Setelah semua nya selesai Indra dan Indro masuk kembali ke ruang jenazah bersama beberapa dokter.Dokter-dokter itu mulai membawa para jenazah keluar dari ruang jenazah dan masuk ke dalam mobil ambulance.Setiap jenazah langsung di ikuti oleh keluarga masing-masing.


Setelah semua jenazah sudah di bawa oleh ambulance bersama keluarga nya ,Indra dan Indro pun balik ke rumah nya.


Mereka kembali mengurus pesangon untuk karyawan yang lain nya.Dan seperti keputusan Indra Rumah sakit dan hotel miliknya harus segera di jual.Dan beberapa mobil juga harus terpaksa di jual untuk menutupi biaya untuk para karyawan nya.


Indro lah yang mengurus penjualan aset kekayaan Indra.Sementara Indra istirahat sejenak di rumah.Karena kondisi nya masih sangat drop dan shock atas kejadian yang baru saja menimpa nya.


Indra pada saat ini hanya menunggu kabar dari asisten nya itu.Setelah Indro keluar dari rumah nya ,Indra membaringkan tubuh nya di sofa yang terletak di ruang tamu.


"Susah payah aku membangun perusahaan ku."


"Susah payah aku mengumpulkan ini semua."


"Tapi hari ini semua aku harus kehilangan nya lagi."


Guman Indra sambil menatap langit-langit rumah nya.


Pikiran nya melayang entah kemana.Mungkin karena hari ini ia begitu kelelahan ,pikiran nya yang melayang-layang itu lah yang membuat dia terbawa ke dalam mimpi.Ia tertidur lelap di sofa.


Sementara Putri yang sedang berada di kamar tidak mengetahui kedatangan suami nya.Dia sedang berhias diri sambil menyanyi-nyanyi kecil seolah-olah hidup nya sedang tidak ada masalah.Setelah ia selesai berdandan ,ia berdiri di depan cermin sambil tersenyum.


Setelah penampilan nya sudah di rasa OK ,dia mengambil tas mewah nya dari lemari tas .Ia hari ini akan bertemu dengan Irwan suami asli nya.

__ADS_1


Tak lupa sebelum ia berangkat ,ia menyemprotkan parfum ke tubuh nya.Dia pun keluar dari kamar dan mulai menuruni anak tangga.


Betapa terkejut nya dia saat dia melihat Indra sedang terlelap di sofa ruang tamu.


"Ngapai itu bapak tua tidur di sofa segala."


"Udah stres kali yah karena perusahaan nya terbakar.Ha..ha..ha."


Guman Putri dalam hati.Ia menertawakan kejadian yang menimpa suaminya saat ini.


Ia berjalan pelan-pelan mendekati sofa tempat Indra tidur.


"Mas..mas..."


Ucap Putri sambil melambai-lambai kan tangan nya di hadapan Indra.


"Kelihatan nya dia begitu lelap."


"Bawa ke dalam mimpi mu kemiskinan yang telah di ambang pintu."


Ucap Putri dalam hati sambil mengelus-elus kepala Indra.


Karena Putri takut Indra terbangun lagi .Ia pun kembali berjalan perlahan-lahan menuju halaman rumah.


"Mau kemana nyonya ..apa perlu saya antar."


Ujar Pak Tono yang sedang duduk termenung di teras.


"Oh tidak usah pak.Saya bisa menyetir sendiri."


Jawab Putri sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh yah apa nyonya sudah pamit sama tuan besar."


Tanya pak Tono lagi karena ia melihat tuan besar nya sedang tidur di sofa.Jadi dia khawatir Nyonya nya itu belum minta izin sama tuan besar.


"Pak Tono tenang saja.Tadi sebelum mas Indra pergi ke kantor polisi ,saya sudah minta izin kok.Ini tadi saya mau minta izin lagi.,tapi mas Indra terlihat sangat lelap tidur nya.Jadi saya ngak tega bangunin nya."


"Nanti kalau suami saya bangun dan menanyakan saya ,bilang saya sudah pergi yah pak."


Perintah Putri kepada Pak Tono.


"Baik bu."


"Hati-hati di jalan."


Ujar Pak Tono lagi sambil menundukkan kepala.


"Putri pun langsung masuk ke dalam mobil nya.Ia mulai menghidupkan mobil nya .Namun sebelum mobil itu melaju keluar dari pekarangan.Putri kembali mendongakkan kepala nya ke luar ke arah Pak Tono.


"Pak jangan lupa nanti jemput anak-anak."


Teriak Putri .


"Baik nyonya."


***Bersambung


***selalu dukung author dengan cara like,coment,vote dan rate yah readers


dan jangan lupa klik tombol favorit agar di saat author update episode terbaru ,readers tercinta tidak akan ketinggalan


Terima kasih readers๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


I love you๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜***


__ADS_2