
Mendengar suara yang meneriakkan nama nya, Sylvia menghentikan langkah nya sejenak dan menoleh ke belakang. Namun pandangan nya terhalang oleh orang-orang yang lalu lalang keluar masuk hotel itu.
"Sylvia... a... a"
Terdengar kembali suara itu begitu jelas di telinga Sylvia. Nikita yang berada di samping Sylvia juga mendengar suara yang sama.
"Ma.. Sylvia ke belakang dulu yah ma. Sylvia mau lihat yang manggil Sylvia itu siapa"
Ujar Sylvia sambil ingin membalikkan badan nya. Namun Putri dan Irwan segera mencegah nya.
"Nak keluarga pengantin pria nya sudah lama nungguin di dalam. Dan sebentar lagi acara nya akan di mulai . "
"Kita masuk saja yah. Nanti nanti saja kita lihat orang yang memanggil kamu itu. "
"Itu ngak penting nak. "
Ajak Irwan dan Putri sambil menarik tangan Sylvia.
Akhirnya dengan terpaksa Sylvia pun mengikuti orang tua nya itu walau hati nya begitu penasaran ingin mengetahui sosok yang memanggil nama nya itu.
"Itu siapa yah? "
"Dari mana dia tau nama aku? "
"Atau jangan-jangan dia itu orang tua Sylvia? "
Begitu lah pertanyaan yang berkecamuk di hati Sylvia. Pertanyaan yang tak memiliki jawaban.
Rombongan Pengantin wanita pun tiba di lokasi yang akan menjadi tempat mereka melaksanakan akad nikah. Gibran dan keluarga besar nya pun sudah menunggu sedari tadi.
"Aduh cantik banget mantu mama ini ya. Jadi inget waktu mama muda dulu. Cantik nya sebelas duabelas belas . Yah kan pa. "
Ujar Nyonya Pucky sambil mencubit pinggang Tuan Santanu.
"Idih...mama GR banget deh. "
Timpal Tuan Santanu sambil tertawa kecil.
Gibran di dampingi oleh Agriel hanya bisa terdiam membisu sedari tadi. Entah apa yang ada di pikiran mereka. Namun mereka bagaikan Upin dan Ipin yang sehati se pikiran. Satu nya diam maka yang satu nya pun akan diam.
__ADS_1
Setelah semua nya sudah berkumpul , Akad nikah pun segera di langsung kan. Gibran yang sedari tadi diam membisu kini mulai membuka suara nya untuk mengucapkan akad nikah. Dengan lantang dia dan tepat dia bisa mengucapkan akad nikah dan di sambit oleh kata SAH dari para orang-orang yang datang di tempat itu.
Setelah akad nikah selesai, Dilanjutkan dengan acara berikutnya. Hingga saat hari sudah siang barulah acara selesai. Para tamu undangan pun sudah mulai mencicipi makanan yang di hidang kan.
Para tamu undangan merasa bahagia karena bisa menghadiri acara pernikahan pengusaha ternama di kota itu. Itu terlihat dari wajah para tamu undangan yang terlihat begitu berseri-seri.
Namun beda hal nya dengan Sylvia. walau hari ini adalah hari pernikahan nya namun titik kebahagiaan tidak ada tergugat di wajah nya.
Yang ada di pikiran nya hanya lah sosok yang memanggil nama nya tadi.
***
Flashback di depan gerbang
Sylvia... a... a
Teriak seorang wanita yang sudah cukup tua . Wanita itu terlihat jorok dengan pakaian nya yang compang camping dan muka nya yang kotor oleh lumpur.
Wanita itu memegang boneka yang mana di boneka itu ada tulisan Sylvia.
"Bu maaf Bu, anda siapa. "
"Bapak bisa ajah muji saya. Saya tau saya itu memang cantik pak. "
"Cantik nya bagai mutiara di dasar laut. "
Ujar Wanita tua itu sambil tersipu malu.
"Maaf Bu.. saya bukan muji ibu, tapi saya tanya ibu ini siapa dan ada keperluan apa datang ke sini? "
Tanya Security itu lagi dengan suara yang lebih keras yang ada di pikiran security itu mungkin wanita tua itu kurang di pendengaran nya.
"Iya saya tau pak, saya ini sudah tua tapi tetap sexy
Ha... ha.. ha.. "
Timpal wanita tua itu lagi sambil melenggokkan badan nya dan mengibaskan rambut nya yang sudah kusam itu.
Security itu hanya bisa tepuk jidat melihat kelakuan wanita tua itu.
__ADS_1
"Seperti nya ibu ini ada masalah di kejiwaan bos. "
Ujar security yang pertama kepada security yang kedua.
"Bisa jadi . Bukti nya saya bilang apa dia jawab apa. "
Timpal security yang satu nya lagi.
"he.. he.. he.. "
"Ning.. nang.. nang.. ning.. nang.. ning.. nang"
Wanita tua itu bernyanyi sambil menimang-nimang boneka nya itu.
"Pak anak saya ini lagi sakit loh pak. ini anak saya Sylvia. Cantik kan pak. "
Ujar Wanita tua itu sambil memperlihatkan kan boneka nya itu pada kedua security yang ada di depan nya.
"Hiks... hiks... hiks... "
"He.. he.. he.. "
Begitu lah wanita tua itu. Sebentar nangis, sebentar tertawa.
Hingga beberapa saat kemudian 2 orang pria bertubuh besar dan wajah yang begitu seram datang menghampiri wanita tua itu. dan mengatakan bahwa wanita tua itu adalah keluarga nya.
Wanita itu pun di bawa oleh kedua pria dan menghilang dari hadapan kedua security itu.
***
Bersambung
***Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote dan rate yah.
Dan jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak di karya author yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA. Dan tunggu feed back dari author.
Terima kasih.
I love you***.
__ADS_1