Aku Gadis Penebus Utang

Aku Gadis Penebus Utang
Episode 56


__ADS_3

Putri dan Irwan saat ini sedang bahagia.Bahagia karena semua rencana yang mereka susun dangan sangat rapi berjalan dengan baik.Ibarat jalan ,jalan itu begitu lurus tak ada tanjakan,turunan,belokan ,juga batu-batu an.


Sementara Indra yang sedari tadi sudah bangun kini hanya bisa termenung.Di duduk di teras rumah .Melihat tuan besar nya itu Bi Inah juga turut merasakan kesedihan atas cobaan yang datang bertubi-tubi kepada keluarga majikannya.


Bi Inah mendekat perlahan .


"Tuan ...apa ngak sebaiknya tuan makan dulu."


"Seharian ini tuan belum makan."


Ujar Bi Inah dengan sangat hati-hati karena ia takut tuan besar nya itu marah .


"Saya ngak lapar bi."


Jawab Indra singkat.


Bi Inah tak memperpanjang pembicaraan nya lagi.Dia langsung masuk ke dalam rumah dan naik ke lantai dua.


Ia mengetuk pintu kamar Sylvia.


"Tok..tok...tok."


"Non Sylvia buka pintu nya non."


"Ini Bi Inah."


Ujar Bi Inah sambil terus mengetuk-etuk pintu .


"Ia sebentar yah bi."


Teriak Sylvia dari dalam kamar.


Terdengar langkah kaki Sylvia yang mendekat ke arah pintu dan membukakan pintu.


"Ada apa bi."


Tanya Sylvia saat melihat wajah Bi Inah terlihat khawatir.

__ADS_1


"Non ..tuan satu hari ini belum makan."


"Bibi takut nanti tuan sakit non."


"Tolong nona yang bujuk tuan yah biar mau makan."


Ujar Bi Inah dengan penuh harap.


"Baik bi..saya sebentar lagi akan turun."


"Makasih yah bi udah perhatian sama papi nya Sylvi."


Ucap Sylvi dengan sebuah senyuman.


"Baik non.Baiklah kalau begitu ,saya pamit dulu.Maaf sudah mengganggu non."


Bi Inah sambil sedikit membungkuk kan badan nya.


"Ngak apa-apa bi."


Jawab Sylvi.


Anak-anak Indra dan Putri sudah mengetahui masalah yang sedang menimpa keluarga mereka.Mereka tadi di saat sepulang sekolah melihat papa mereka tertidur di sofa tidak seperti biasa nya.


Sylvia dan Nikita dan juga saudara nya yang lain langsung bertanya apa yang terjadi.Dan mau tak mau Pak Tono pun akhirnya menceritakan kejadian itu.Nikita dan Sylvia lah yang terlihat begitu sedih saat mengetahui kejadian itu.Sementara Nisya dan Niko terlihat biasa-biasa saja.


"Nikita..Sylvi turun ke bawah dulu yah.Soalnya kata Bi Inah seharian ini Papi belum makan.Sylvia takut nanti papa sakit."


Ucap Sylvia dan hendak beranjak dari tempat duduk nya.Nikita langsung menarik tangan Sylvia sehingga Sylvia terduduk kembali.


"Syl ,Nikita minta maaf yah,semenjak Nikita dan keluarga Nikita datang ke sini.Kamu dan papa Indra selalu banyak masalah."


"Padahal kalian itu orang baik."


"Ngak pantas kalian mendapatkan cobaan seberat ini."


Nikita berbicara sambil menundukkan kepala nya.

__ADS_1


"Nikita,kamu kenapa bicara seperti itu.Cobaan itu datang bukan karena kamu dan keluarga mu hadir di sini.Tapi karena memang sudah waktu nya keluarga ini di beri ujian."


"Jangan pernah kamu merasa bersalah begitu.Sekarang kita ini keluarga.Kita harus bisa melewati ujian ini dengan baik."


Jawab Sylvia.


"Makasih yah Sylvia."


Nikita merasa terharu mendengar ucapan Sylvia.Dia pun memeluk erat sahabat nya itu.


"Boleh ngak aku ikut bujuk papa Indra untuk makan."


Tanya Nikita.


"Boleh dong.Itu kan sekarang bukan cuma papi nya Sylvi tapi juga papa nya kamu."


Jawab Sylvia sambil tersenyum.


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk membujuk papa Indra bersama-sama.


Mereka turun ke bawah dan langsung menuju halaman rumah.


Namun betapa terkejut nya mereka saat melihat kondisi papa nya itu.


"Papa...a...a..a"


Teriak Nikita Dan Sylvia secara bersamaan dan berlari ke arah Indra


***Bersambung


***Selalu dukung author dengan cara like,coment,vote dan juga rate yah readers


Dan jangan lupa klik tombol favorit agar di saat author update episode terbaru,readers tercinta ngak akan ketinggalan.


1 lagi jangan lupa kunjungi karya autjor yang ngak kalah seru dengan yang satu ini.Yang berjudul PELUK CIUM TERAKHIR MAMA


Terima kasih

__ADS_1


I love you Readers***


__ADS_2