
Namun rasa kecewa itu muncul lagi saat yang datang bukan lah mama Putri melainkan saudara laki-laki tiri nya yaitu Niko.
Niko perlahan mendekat ke arah Sylvia dan Nikita.Nikita segera mundur hingga Niko kini berada di samping Sylvia.
"Sylvia maaf in kakak nya baru bisa datang sekarang.Soalnya tadi kakak sedang sibuk."
Ujar Niko .
"Ngak apa-apa kak.Sylvia senang kalau kakak datang .Makasih yah kak."
Jawab Sylvia masih dengan posisi menangis.
"Kalau kamu mau menangis,menangis lah dik.Tumpahkan air mata mu.Kakak tau ini pasti begitu berat bagi mu.Kakak siap meminjamkan bahu untuk mu bersandar.Kakak siap meminjamkan pelukan untuk menenangkan diri."
"Bersandar lah agar beban mu teras."
Ujar Niko dengan raut wajah sedih.
Sylvia yang mendengar itu sedikit terkejut.Gimana tidak terkejut selama ini juga Niko tidak pernah bersikap baik padanya.Sikap Niko kepada nya selalu dingin dan ketus.
Namun kenapa sekarang sikap nya begitu hangat.
Melihat Sylvia yang tidak ada reaksi itu .Niko paham bahwa Sylvia belum sepenuhnya percaya akan sikap hangat nya itu.
"Kakak tau kamu tidak percaya ini kan.Karena selama ini sikap kakak dingin ,ketus dan tidak pernah menganggap ku adik.Tapi kakak sadar sekarang Syl,kakak udah banyak salah sama kamu ,sama papa Indra."
"Ngak seharus nya kakak sejahat itu sama kamu.Kamu anak yang cantik dan juga baik."
Ujar Niko lagi.
"Oppps...Ini mulut kadang jujur banget yah.Bisa-bisa nya di dalam situasi seperti ini aku memuji nya cantik."
Guman Niko dalam hati saat menyadari ucapan yang baru saja keluar dari mulut nya.
Setelah beberapa saat ,entah ada angin apa ,Sylvia pun menyandarkan kepala nya ke dada Niko saudara laki-laki tiri nya itu.Ia menumpahkan air matanya di sana.Entah di sadari atau tidak Sylvia memeluk erat tubuh Niko sambil menangis sejadi-jadi nya.
__ADS_1
"Kenapa jantung ku serasa mau copot yah."
"Kok rasa nya sesak banget gini."
Guman Niko dalam hati.
Namun ia tetap membiarkan Sylvia memeluk nya dan menumpahkan air matanya.Walau ia sesekali harus menarik nafas dalam-dalam untuk mengurangi detakan jantung nya yang berdebar begitu kencang itu.
"Kakak, Sylvia ngak punya siapa-siapa lagi."
"Mami dan papi Sylvi sudah tidak sayang sama Sylvia lagi."
"Mereka udah pergi jauh meninggalkan Sylvi."
Isak tangis Sylvia pecah dalam pelukan Niko.
"Sylvi kamu dengar i kakak yah."
"Sylvi itu ngak sendiri .Disini ada Kakak juga ada Nikita."
"Kakak pasti akan selalu ada buat Sylvia."
"Sylvia harus kuat."
Ujar Niko lagi.Niko perlahan-lahan melingkarkan tangan nya ke tubuh Sylvia.Rasa nya begitu berat mengangkat tangan nya untuk memeluk Sylvia.Ditambah lagi jantung Niko yang berdegub semakin kencang.
Sampai-sampai Niko keringat dingin .Walau ruangan itu di lengkapi AC,namun tetap saja Niko merasa panas.
"Apa karena di peluk Sylvi yah."
Guman Niko dalam hati.
"Makasih yah kak udah menemani Sylvi.Sylvia ngak tau akan bagaimana kalau kakak dan Nikita tidak ada di sini."
"Makasih juga udah mau minjam i bahu untuk Sylvi bersandar.Udah minjam i pelukan untuk menenangkan Sylvi."
__ADS_1
Ujar Sylvia sambil duduk ke posisi seperti semula.Kini perasaan nya sudah lumayan tenang karena ia sudah menumpahkan air matanya di pelukan Niko.
"Ah...Akhirnya ...Jantung ku bisa berdegub normal."
Guman Niko dalam hati saat Sylvia sudah tidak ada di pelukan nya lagi.
Sementara Nikita masih berdiri di belakang mereka.Ada perasaan senang di hatinya saat melihat kakak nyamenghibur Sylvia.Setidaknya kesedihan Sylvia kini bisa berkurang dengan hadir nya dirinya dan juga kak Niko.
"Ya sudah kakak ke administrasi dulu yah.Biar papa bisa kita bawa pulang yah."
Ujar Niko sambil berdiri dari tempat duduk nya.
"Ia kak ."
Jawab Nikita dan Sylvia hampir bersamaan.
"Nik kakak titip Sylvia yah."
"Kamu temani dulu dia.Hibur dia agar tidak sedih lagi.Kakak akan segera balik."
Perintah Niko kepada Nikita.
"Baik kak."
Jawab Nikita sambil kembali duduk di samping Sylvia.
Sementara Niko sudah berlalu dari ruangan itu menuju ruang administrasi untuk membayar semua biaya .Agar jenazah pak Indra bisa di bawa pulang dan di makam kan.
***Bersambung
***SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA LIKE,COMENT,VOTE DAN RATE YAH TEMAN-TEMAN
DAN JANGAN LUPA KLIK TOMBOL FAVORIT AGAR DI SAAT AUTHOR UPDATE EPISODE TERBARU TEMAN-TEMAN TIDAK AKAN KETINGGALAN
1 LAGI MAMPIR DAN TINGGALKAN JEJAK DI KARYA AUTHOR YANG BERJUDUL "PELUK CIUM TERAKHIR MAMA" dan TUNGGU FEEDBACK DARI AUTHOR.
__ADS_1
Terima Kasih
I LOVE YOU***